Blog

Fungsi Meterai untuk Perjanjian [Peraturan Terbaru]

featured image Fungsi Meterai untuk Perjanjian [Peraturan Baru!]

Mungkin, pernah terbesit di kepala Anda: sebenarnya apa fungsi meterai untuk perjanjian?

Kenapa banyak dokumen penting, seperti kontrak bisnis, perjanjian jual beli rumah, dan sebagainya yang dibubuhkan meterai di atas tanda tangannya? Baik itu meterai tempel, maupun e-Meterai.

Tak perlu bingung lagi karena Anda sudah datang ke artikel yang tepat. Di artikel kali ini, kami akan menjawab pertanyaan Anda di atas. Plus, penjelasan lain yang masih berhubungan dengan meterai untuk perjanjian.

Terdengar menarik, kan? Maka dari itu, simak artikel ini sampai selesai, ya!

banner e-meterai blog mekari sign

Apakah Setiap Perjanjian Perlu Menggunakan Meterai?

ilustrasi fungsi meterai untuk perjanjian

Sumber gambar: CNN Indonesia

 

Jawabannya: tidak, karena meterai bukanlah termasuk ke syarat sah perjanjian. Yup, banyak yang salah kaprah mengenai hal ini. Lalu, apa syarat sah perjanjian?

Di Pasal 1320 KUHPerdata sudah tercantum syarat sah perjanjian, yaitu:

  • Adanya kesepakatan
  • Kecapakan para pihak
  • Ada suatu hal tertentu
  • Adanya objek perjanjian

Jadi, bila perjanjian Anda menggunakan meterai, tapi tidak memenuhi empat syarat di atas, maka tetap saja statusnya tidak sah di mata hukum.

Baca juga: 11 Contoh Surat Pernyataan Bermaterai, Terlengkap!

Apa Fungsi Meterai dalam Suatu Perjanjian?

Menurut UU Bea Meterai, ada dua fungsi meterai secara hukum untuk suatu perjanjian, yakni:

  • Dokumen yang Anda buat sebagai alat untuk menerangkan suatu kejadian yang bersifat perdata
  • Dokumen yang Anda gunakan sebagai alat bukti di pengadilan

Dengan kata lain, bila perjanjian Anda termasuk ke salah satu di atas (atau dua-duanya), maka wajib Anda bubuhkan meterai.

Namun, bila perjanjian sudah terlanjur dibuat dan disahkan tanpa meterai, Anda bisa melakukan prosedur “Pemeteraian Kemudian” sesuai dengan PMK 134/2021.

Pemeteraian Kemudian memungkinkan Anda untuk melakukan pelunasan Bea Meterai yang terutang menggunakan Meterai Tempel atau Surat Setoran Pajak yang disahkan oleh Pejabat Pos. Jadi, Anda tak perlu membuat ulang perjanjian tersebut. Praktis, bukan?

Baca juga: Cara Beli Materai 10000 Online di Kantor Pos Indonesia

Lengkapnya, Pemeteraian Kemudian bisa Anda lakukan pada:

  • Dokumen yang bea meterainya tidak ada atau kurang dibayar sebagaimana mestinya
  • Dokumen yang digunakan sebagai alat pembuktian di pengadilan

Oh ya, Pemeterai Kemudian ini juga bisa Anda terapkan ke Meterai Elektronik alias e-Meterai, lho. Terutama, bila Anda ingin menjadikan dokumen digital sebagai alat bukti elektronik.

Namun, yang berwenang melakukan pemeriksaaan dan pengesahan bukanlah Pejabat Pos, melainkan Pengawas Berwenang. Hal ini sesuai dengan Pasal 22 PMK 134/2021.

Baca juga: e-Meterai: Cara Mudah Beli dan Menggunakan Meterai Elektronik

Dasar Hukum Surat Perjanjian Bermaterai

Dasar hukum perjanjian bermeterai bisa Anda temukan pada Pasal 3 ayat 1 dan dua UU Bea Meterai. Pasal ini menyebutkan bahwa surat perjanjian beserta rangkapnya juga termasuk ke dalam objek bea meterai.

Baca juga: Keabsahan e-Meterai di Indonesia [Peraturan 2023]

Selain itu, Anda juga bisa menemukannya di Pasal 8 Ayat 1 huruf B dan Pasal 9 Ayat 2 UU Bea Meterai. Di sini dijelaskan bahwa bea meterai terutang pada saat dokumen Anda bubuhi tanda tangan untuk surat perjanjian serta rangkapnya. Serta, bea meterai terutang untuk perjanjian adalah masing-masing pihak atas dokumen yang diterima.

Baca juga: 3 Cara Cek Keaslian Materai Elektronik (e-Meterai), Termudah!

Hukuman Melanggar Perjanjian di Atas Meterai

Dalam hukum Indonesia, melanggar perjanjian dianggap sebagai lalai menjalankan kewajiban dalam kontrak alias wanprestasi. Secara umum, ketentuan mengenai wanprestasi bisa Anda temukan di Pasal 1234 KUHPer.

Jadi, bila merujuk pada KUHPer, hukuman melanggar perjanjian di atas meterai adalah Anda bisa menuntut penggantian biaya, rugi, dan bunga. Dengan kata lain, Anda bisa mengajukan gugutan ini ke pengadilan negeri.

Bisakah Perjanjian di Atas Meterai Dibatalkan?

Jawabannya: bisa, bila memang perjanjian tersebut tidak memenuhi syarat sah perjanjian seperti yang kami sebutkan di atas.

Sekali lagi, meterai bukan syarat sah perjanjian. Jadi, bila ada meterai, tapi perjanjian Anda tidak memenuhi syarat sah, maka akan otomatis batal demi hukum.

Lalu, bagaimana bila pihak lainnya keberatan dengan pembatalan tersebut?

Bila begitu, Anda bisa berusaha untuk menjelaskan dan membuktikan bahwa perjanjian tersebut bertentangan dengan undang-undang. Anda juga bisa meminta bantuan lawyer atau notaris, jika Anda kesulitan untuk menjelaskannya.

Baca juga: Mesin Teraan Meterai Digital: Pengertian, Jenis, dan Alurnya

BONUS: Cara Membuat Perjanjian di Atas Meterai

  • Pastikan semua pihak telah memenuhi syarat sah perjanjian sesuai Pasal 1320 KUHPer
  • Perhatikan cara Anda menempel meterai di atas tanda tangan, jangan asal
  • Terdapat jeudul perjanjian yang Anda tulis dengan singkat, jelas dan padat
  • Identitas para pihak yang tertulis dengan jelas
  • Latar belakang perjanjian ditulis dengan detail
  • Ada penjelasan mekanisme penyelesaian bila terjadi masalah
  • Adanya tanda tangan dari seluruh pihak yang terlibat
  • Surat perjanjian digandakan sesuai kebutuhan Anda

Siap Menambahkan Meterai ke Perjanjian Anda?

Logo Mekari Sign

Itulah penjelasan lengkap mengenai fungsi meterai untuk perjanjian. Melalui artikel ini, Anda sudah belajar fungsi meterai secara hukum, hukuman melanggar perjanjian bermeterai, hingga pembatalannya. Jadi, apakah Anda siap untuk menambahkan meterai ke perjanjian Anda?

Oh ya, menambahkan meterai ada aturannya, lho! Dengan kata lain, Anda tak boleh sembarangan atau meterai tersebut tak akan berlaku. Untungnya, kami sudah memberikan panduan lengkapnya yang bisa Anda baca di → Cara Tanda Tangan di Atas Materai Sah [Peraturan Baru!]

Atau, bila Anda tertarik mencoba e-Meterai, Anda bisa langsung beli e-meterai 10000 di Mekari Sign, lho. Tak perlu khawatir, e-Meterai Mekari Sign sudah resmi dan sah PERURI, kok.

Blog

Artikel Terkait

WhatsApp WhatsApp Sales