Tanda tangan dokumen digital, langsung dari platform Anda dengan Open API
Dengan Open API, proses tanda tangan dan meterai elektronik bisa langsung terhubung dengan sistem bisnis yang Anda gunakan. Tanpa harus berpindah aplikasi atau membuat akun tambahan.
Lebih dari 35.000+ perusahaan di berbagai industri
mempercayai produk Mekari
Tanda tangan digital berkekuatan hukum tinggi
Mekari Sign mematuhi persyaratan hukum untuk tanda tangan digital yang aman
Apa itu sistem Open API?
Open API Mekari Sign mengintegrasikan sistem tanda tangan dan meterai langsung ke platform bisnis Anda.
Selesaikan dokumen tanpa perlu buat akun atau login ke Mekari Sign untuk proses jadi lebih cepat & mulus.
Temukan kebutuhan integrasi untuk bisnis Anda
Integrasikan cara kerja Mekari Sign ke platform bisnis yang Anda gunakan
Masukkan alur tanda tangan
digital dalam sistem bisnis
- Mendukung tanda tangan digital tersertifikasi PSrE
- Tanda tangan elektronik diakui global & hukum Indonesia
- Otomatisasi sistem tanda tangan dengan fitur Autosign
Tempel e-Meterai langsung
dari aplikasi internal bisnis
- Unggah dokumen dan tempel e-Meterai langsung
- Integrasikan dengan atau tanpa sistem tanda tangan
- Pembubuhan dipastikan berhasil, minim error
Pengguna produk Mekari?
Integrasikan dengan aplikasi lainnya!
- Integrasikan dengan Talenta untuk proses rekrutmen
- Tempel e-Meterai di invoice melalui Mekari Jurnal
- Tingkatkan produktivitas dalam satu alur kerja
Integrasikan sistem tanda tangan
dan e-Meterai dengan aplikasi ERP
- Integrasi dengan Odoo, SAP, & Microsoft Dynamics 365
- Proses set up dan deployment mudah dan fleksibel
- Miliki aplikasi lain? Coba integrasikan dengan Mekari Sign
Frequently Asked Questions (FAQ)
Apa perbedaan antara Open API dan OpenAPI Specification?
Open API merujuk pada aksesibilitas publik sebuah layanan, sedangkan OpenAPI Specification (OAS) adalah format standar (blueprint) berbasis JSON atau YAML untuk mendokumentasikan dan mendeskripsikan struktur RESTful API agar mudah dibaca oleh manusia maupun mesin.
Apa perbedaan utama antara Open API dan Private API?
Open API dapat diakses oleh semua pengembang di internet untuk mendorong skalabilitas eksternal. Sebaliknya, Private API (Internal API) hanya digunakan oleh pengembang di dalam organisasi untuk menghubungkan sistem internal dan menjaga keamanan data sensitif.
Bagaimana cara kerja autentikasi pada Open API?
Sebagian besar Open API menggunakan metode autentikasi seperti API Keys atau OAuth untuk memverifikasi identitas pengguna. Hal ini memastikan bahwa hanya pihak yang terdaftar yang dapat mengakses data sambil mencegah penyalahgunaan sistem oleh bot atau personal.
Apa saja keuntungan menggunakan Open API bagi developer?
Developer mendapatkan keuntungan berupa kecepatan pengembangan karena tidak perlu membangun fitur dari nol, efisiensi biaya, dan akses ke data atau teknologi canggih milik platform besar yang dapat langsung diintegrasikan ke aplikasi mereka sendiri.
Mengapa perusahaan merilis Open API ke publik?
Perusahaan merilis Open API untuk mendorong ekosistem developer, mempercepat inovasi produk, dan meningkatkan pendapatan melalui kemitraan pihak ketiga. Ini juga membantu layanan mereka terintegrasi secara luas di berbagai platform digital.
Apa risiko keamanan yang terkait dengan Open API?
Risiko utama meliputi kebocoran data, serangan DDoS, dan akses tidak sah jika kontrol keamanan tidak ketat. Karena terpapar ke internet, penyedia harus menerapkan standar enkripsi seperti SSL/TLS serta pemantauan lalu lintas jaringan secara berkelanjutan.
Apa yang bisa diintegrasikan dari Mekari Sign?
Anda bisa mengintegrasikan API untuk proses tanda tangan digital, e-meterai, atau keduanya ke sistem pilihan Anda.
Apakah dokumen digital dengan e-Meterai via Open API sah secara hukum?
Ya, semua dokumen yang dibubuhi e-Meterai API dan e-Signature API via integrasi API memiliki kekuatan hukum yang sah dan diakui sebagai alat bukti di pengadilan Indonesia. Syarat mutlaknya adalah integrasi API tersebut harus terhubung dengan sistem PERURI atau distributor resmi/PSrE yang tersertifikasi seperti Mekari Sign, sehingga sesuai dengan UU ITE.
Apa saja contoh Open API yang populer saat ini?
Contoh populer meliputi Google Maps API untuk integrasi peta, Twitter/X API untuk akses data media sosial, dan Stripe API untuk pemrosesan pembayaran. Open API ini memungkinkan aplikasi lain memanfaatkan fitur canggih mereka secara legal.
Apa contoh penerapan Open API pada layanan pemerintahan?
Penerapan Open API pada layanan pemerintahan (GovTech) memungkinkan pertukaran data secara aman dan real-time untuk mewujudkan e-Government. Contoh nyata adalah integrasi API data kependudukan (Dukcapil) dengan sistem pajak atau BPJS Kesehatan. Integrasi ini meningkatkan transparansi, memangkas birokrasi, dan memastikan aksesibilitas data publik yang tersentralisasi seperti pada inisiatif Satu Data Indonesia.
Bagaimana Open API mempercepat inovasi startup teknologi?
Open API memungkinkan startup menggunakan metode plug-and-play untuk menyematkan fitur kompleks ke dalam aplikasi mereka tanpa harus coding. Daripada menghabiskan biaya dan waktu untuk membangun sistem sendiri, startup cukup mengintegrasikan API dari penyedia pihak ketiga. Hal ini sangat menghemat development cost dan mempercepat peluncuran produk ke pasar (time-to-market).

