Blog

12 Berkas Lamaran Kerja yang Wajib! [Terbaru 2023]

Berkas Lamaran Kerja

Masih banyak orang yang bingung mengenai apa saja berkas lamaran kerja yang wajib disiapkan. Padahal, berkas ini bisa menjadi penentu diterimanya seseorang pada posisi yang ia lamar. Apakah Anda juga salah satunya?

Tak perlu khawatir, di artikel ini kami akan membahas berkas lamaran kerja apa saja yang harus Anda siapkan dan kumpulkan. Tanpa berlama-lama lagi, yuk simak artikel ini sampai akhir!

banner blog tanda tangan digital

Apa itu Berkas Lamaran Kerja?

ilustrasi apa itu berkas lamaran kerja

Sumber gambar: Pixabay

 

Seperti namanya, berkas lamaran kerja adalah sekumpulan dokumen yang harus Anda siapkan saat hendak melamar pekerjaan. Biasanya, dokumen tersebut menjadi syarat administrasi, tapi di saat yang sama juga membantu HR perusahaan untuk menilai Anda. Sehingga, penting bagi Anda untuk menyiapkan berkas lamaran yang baik dan tepat.

Berkas Lamaran Kerja yang Wajib di 2023

Sebenarnya, berkas lamaran kerja bisa berbeda-beda di setiap perusahaan. Namun, berikut daftar lengkap yang biasanya diminta:

1. Surat Lamaran Kerja

Pertama, ada surat lamaran kerja yang berfungsi sebagai perkenalan singkat diri Anda, serta penjelasan alasan Anda melamar di perusahaan tersebut. Di sini, Anda jelaskan singkat skill Anda, pengalaman, dan keterangan kenapa Anda cocok dengan posisi yang dilamar.

Bila Anda membutuhkan contoh surat lamaran kerja yang ampuh, Anda bisa mengambil referensinya dari artikel → 21 Contoh Surat Lamaran Kerja [Indonesia dan Inggris]

Baca juga: 8 Contoh Surat Lamaran Pekerjaan Berdasarkan Iklan [Indonesia dan Inggris]

2. Surat Riwayat Hidup (CV)

Surat riwayat hidup atau curriculum vitae adalah dokumen yang memuat berbagai informasi tentang Anda. Mulai dari biodata, pendidikan, pengalaman kerja, skill, pelatihan, penghargaan, dan semacamnya.

Biasanya, CV ini merupakan berkas lamaran kerja yang wajib di setiap proses rekrutmen, sehingga pastikan Anda membaca artikel → 7 Contoh Surat Riwayat Hidup Berbagai Jenis, Terlengkap!

3. Portofolio

Portofolio adalah sekumpulan hasil karya dan pencapaian Anda selama bekerja. Misalnya, seorang content writer yang mempunyai portofolio artikel di salah satu media ternama. Atau, desain grafis yang pernah membuat logo di suatu perusahaan terkenal.

Dengan portofolio, Anda bisa memberikan nilai plus di mata perusahaan. Sebab, Anda sudah memiliki hasil nyata, sehingga lebih terbukti. Maka dari itu, pastikan Anda mencantumkan portofolio di berkas lamaran kerja Anda, ya!

4. Legalisir Ijazah dan Transkip Nilai

Biasanya, perusahaan meminta legalisir ijazah dan transkip nilai sebagai bukti bahwa Anda memang benar menempuh pendidikan sesuai yang tertera di CV. Ingat, Anda hanya perlu menyiapkan fotokopi atau legalisirnya saja, bukan ijazah dan transkip asli.

Oh ya, beberapa perusahaan juga memiliki syarat minimal IPK untuk lowongan tertentu. Biasanya, untuk posisi Management Trainee atau Officer Development Program. Jadi, pastikan IPK Anda memenuhi, sebelum memutuskan untuk melamar.

5. Fotokopi Kartu Identitas

Fotokopi kartu identitas di sini bisa berupa Kartu Tanda Penduduk (KTP) dan Kartu Keluarga (KK). Dokumen ini sangatlah sensitif, sehingga Anda harus yakin bahwa lamaran pekerjaan tersebut memang terpercaya dan bukan bohongan.

Jangan sampai, identitas Anda bocor, sehingga bisa disalahgunakan. Sudah banyak kasus kebocoran data seperti ini dan identitas tersebut digunakan untuk hal ilegal yang merugikan banyak pihak.

6. Pas Foto Terbaru

Beberapa perusahaan mengharuskan Anda menyertakan pas foto terbaru pada berkas lamaran kerja. Biasanya, Anda diminta untuk mencantumkannya dalam CV, atau terpisah. Tak jarang juga, perusahaan meminta foto full body, terutama untuk pekerjaan yang mengharuskan Anda bertemu banyak orang.

Apapun permintaan fotonya, pastikan Anda menggunakan foto yang terlihat profesional. Jangan gunakan foto yang asal-asalan atau terlalu santai selayaknya di media sosial. Kecuali, memang diminta oleh perusahaan (biasanya di industri kreatif).

7. Sertifikat Pendukung

Seritifkat pendukung bisa menjadi pelengkap portofolio Anda. Di sini, Anda bisa melampirkan sertifikat pelatihan, sertifikat kelas online, TOEFL, piagam penghargaan, dan seritifkat pendidikan non formal lainnya.

Namun ingat, pastikan semua seritifkat Anda tersebut memang relevan dengan pekerjaan yang dilamar. Misalnya, Anda melamar sebagai social media specialist, sehingga tak perlu melampirkan piagam penghargaan balap karung saat kelas 5 SD.

Baca juga: Cara Membuat Sertifikat Online Gratis, Termudah!

8. Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK)

Bagi Anda yang melamar pekerjaan di instansi pemerintahan, biasanya SKCK menjadi berkas lamaran kerja yang wajib dikumpulkan. Tak heran, karena surat ini memang bukti bahwa Anda tak pernah melakukan tindakan kriminal sebelumnya.

Oh ya, SKCK ini memiliki masa berlaku, ya. Jadi, walaupun dulu Anda pernah mengurus SKCK, jangan langsung lampirkan begitu saja. Tapi, cek dulu masa kadaluarsanya. Bila sudah jatuh tempo, Anda harus membuatnya lagi.

9. Surat Pengalaman Kerja

Surat pengalaman kerja adalah surat yang perusahaan buat dan memuat informasi tentang keahlian, perilaku, dan keterampilan Anda dalam bekerja. Selain itu, juga menerangkan mengenai jabatan terakhir dan berapa lama Anda bekerja di perusahaan tersebut. Surat ini dikenal juga dengan sebutan paklaring.

Melalui paklaring ini, HRD bisa tahu kelayakan Anda, tindak-tandukmu di perusahaan sebelumnya, dan bukti jam terbang Anda di bidang yang digeluti. Jadi, tak heran banyak perusahaan mewajibkan berkas lamaran kerja satu ini.

10. Surat Referensi Kerja

Surat referensi kerja adalah surat rekomendasi dari perusahaan untuk mantan karyawan. Biasanya, surat ini berisi keterangan jabatan, periode bekerja, perilakunya, hingga performanya selama di perusahaan tersebut. Surat ini bisa dibuat oleh manajer langsung, rekan setim, hingga HRD.

Bila Anda kebingunan membuat surat ini, kami sudah memberikan beberapa contohnya yang bisa Anda cek di → 13 Contoh Surat Referensi Kerja Berbagai Jenis, Terlengkap!

11. Surat Keterangan Sehat

Tidak semua perusahaan mengharuskan surat keterangan sehat pada berkas lamaran kerjanya. Biasanya, surat ini diminta bila posisi tersebut mengharuskan fisik yang sehat atau sering berpergian ke luar kota. Sehingga, memang Anda diharuskan fit dan tidak memiliki riwayat penyakit yang parah.

12. Formulir dari Perusahaan

Berkas lamaran kerja yang terakhir adalah formulir dari perusahaan itu sendiri. Yup, walaupun Anda sudah melampirkan berbagai berkas di atas, tapi tetap saja kadang perusahaan mengharuskan Anda mengisi formulir khusus.

Biasanya, isi dari formulir ini juga tak jauh-jauh dari identitas Anda, pengalaman kerja, skill, dan semacamnya. Oleh karena itu, jangan lupa membawa alat tulis untuk mengisi formulir ini, ya!

Baca juga: Contoh Lamaran Kerja via Email, Download Gratis! [Indonesia dan Inggris]

Permudah Administrasi Dokumen dengan Mekari Sign!

Logo Mekari Sign

Itulah penjelasan lengkap mengenai 12 berkas lamaran kerja yang wajib Anda siapkan. Sekarang, Anda tak perlu bingung lagi saat melamar pekerjaan, kan? Oh ya, perlu Anda ingat bahwa daftar berkas di atas bisa berbeda-beda tertgantung perusahaannya. Jadi, pastikan Anda mencari informasinya terlebih dahulu.

Jika Anda sedang kebingunan untuk mempermudah dokumen administarsi di kantor, Anda bisa menggunakan Mekari eSign, lho! Dengan Mekari eSign, Anda bisa melakukan e-Signature dan beli e-Meterai yang bisa langsung Anda tambahkan ke berbagai dokumen Anda. Terdengar menarik, kan?

Coba Mekari Sign Sekarang!

Blog

Artikel Terkait

WhatsApp WhatsApp Sales