Format dan Contoh Surat Perjanjian Konsinyasi, Lengkap!

Ditulis oleh:
Tayang
Bagikan artikel ini
WhatsApp X LinkedIn Facebook
Ringkasan

  • Surat perjanjian konsinyasi adalah dokumen bukti adanya perjanjian kerjasama atau titip jual antara pemilik barang dan penerima barang, merinci aturan jual beli, pembagian hasil, penyediaan barang, syarat bayar, dan lainnya
  • Surat ini menegaskan status kepemilikan barang dan memperjelas hak & kewajiban kedua belah pihak
  • Struktur surat perjanjian konsinyasi: judul, tanggal & tempat, identitas para pihak, klausul utama, klausul hak & risiko, klausul perselisihan, dan penutup
  • Buat BAST ketika barang diberikan kepada konsinyi sebagai pelengkap surat perjanjian konsinyasi

Apa Itu Surat Perjanjian Konsinyasi?

Surat perjanjian konsinyasi adalah dokumen yang menjadi bukti adanya kesepakatan bisnis antara pemilik barang titipan (konsinyor) dan penerima barang titipan (konsinyi). Salah satu jenis surat perjanjian ini mengatur berbagai hal terkait konsinyasi, seperti aturan titip jual, pembagian pendapatan, penyediaan barang, syarat pembayaran, dan sebagainya.

Secara sederhana, surat perjanjian konsinyasi merinci kesepakatan bisnis konsinyor dengan konsinyi berupa aturan penitipan penjualan barang dan sistem pembayaran (misalnya sistem bagi hasil atau pembayaran dilakukan setelah barang laku terjual).

Apa Saja Fungsi Surat Perjanjian Konsinyasi?

Dalam bisnis konsinyasi atau titip jual, surat perjanjian konsinyasi memiliki fungsi utama sebagai berikut:

  • Menjadi dasar hukum atau bukti tertulis terjadinya kerja sama
  • Menegaskan status kepemilikan barang
  • Mengatur pembagian keuntungan (komisi) secara transparan
  • Menetapkan pihak yang bertanggung jawab atas kerusakan/kehilangan
  • Memperjelas hak dan kewajiban kedua belah pihak
  • Merinci aturan pembayaran

Baca Juga: Contoh Surat Perjanjian Investasi

Format dan Cara Membuat Surat Perjanjian Konsinyasi

Surat perjanjian konsinyasi harus mencakup detail operasional dan aspek perlindungan hukum, terutama jika barang yang dititip jual cukup berharga. Berikut format dan cara membuat surat perjanjian konsinyasi:

1. Pahami struktur surat perjanjian konsinyasi

Surat perjanjian perlu dibuat sesuai struktur resmi agar lebih profesional. Umumnya, surat perjanjian konsinyasi terdiri dari:

  • Judul: Harus jelas, misalnya “Surat Perjanjian Kosinyasi X dan Y”
  • Tanggal dan tempat: Kapan dan di mana perjanjian dibuat
  • Identitas para pihak: Penjelasan rinci siapa saja yang terlibat
  • Klausul utama: Aturan berisi objek perjanjian, status kepemilikan, harga jual & komisi, jangka waktu, dan mekanisme pembayaran
  • Klausul hak & risiko: Membahas tanggung jawab terhadap suatu kondisi dan hak serta kewajiban kedua belah pihak
  • Klausul perselisihan: Mengatur penyelesaian perselisihan
  • Penutup: Tanda tangan kedua belah pihak, bubuhi meterai

2. Kumpulkan identitas setiap pihak

Tetapkan siapa saja yang akan bertanggung jawab, berhak, atau berkewajiban atas perjanjian konsinyasi beserta identitasnya. Pihak pertama adalah pemilik barang (konsinyor), sementara pihak kedua adalah penerima barang titipan (konsinyi).

3. Rinci detail produk dan harga jual

Tuliskan nama barang lengkap dengan spesifikasi, jumlah unit, kondisi, atau detail lain pada pasal objek perjanjian.

4. Tetapkan komisi dan mekanisme pembayaran

Seluruh pihak perlu menyepakati terlebih dahulu harga jual, persentase komisi, dan mekanisme laporan serta pembayarannya sebelum membuat surat.

5. Atur tanggung jawab, hak, dan kewajiban kedua pihak

Pasal ini merupakan salah satu inti surat perjanjian. Tentukan pihak yang bertanggung jawab jika ada kerusakan barang, hak yang akan didapat kedua belah pihak, serta kewajiban yang perlu dilakukan.

6. Cantumkan klausul penyelesaian perselisihan

Jangan lewatkan poin perlindungan aset. Buat mekanisme penyelesaian jika ada selisih paham atau konflik antara kedua belah pihak selama konsinyasi masih terjadi.

Untuk mengikuti enam langkah serta struktur resminya, Anda bisa meniru format surat perjanjian konsinyasi sederhana di bawah ini. Sesuaikan dengan kebutuhan perjanjian Anda.



SURAT PERJANJIAN KONSINYASI

Pada hari ini, [Hari], tanggal [Tanggal], bertempat di [Tempat], kami yang bertanda tangan di bawah ini:

  • [Nama Pihak Pertama], beralamat di [Alamat], selanjutnya disebut PIHAK PERTAMA.
  • [Nama Pihak Kedua], beralamat di [Alamat], selanjutnya disebut PIHAK KEDUA.

Kedua belah pihak sepakat mengadakan perjanjian konsinyasi dengan ketentuan sebagai berikut:

PASAL 1

BARANG KONSINYASI

PIHAK PERTAMA menitipkan barang berupa [nama/jenis barang] kepada PIHAK KEDUA untuk dijual secara konsinyasi.

PASAL 2

KEPEMILIKAN

Barang yang dititipkan tetap menjadi milik PIHAK PERTAMA sampai barang tersebut terjual.

PASAL 3

HARGA DAN PEMBAGIAN HASIL

Harga jual barang disepakati sebesar Rp [Nominal].
PIHAK KEDUA memperoleh komisi sebesar [persentase/nominal] dari setiap penjualan.

PASAL 4

PEMBAYARAN

Hasil penjualan disetorkan oleh PIHAK KEDUA kepada PIHAK PERTAMA paling lambat [jangka waktu] setelah barang terjual.

PASAL 5

JANGKA WAKTU

Perjanjian ini berlaku selama [jangka waktu] sejak tanggal ditandatangani.

PASAL 6

PENUTUP

Perjanjian ini dibuat secara sadar dan disepakati kedua belah pihak. Hal-hal yang belum diatur akan disepakati kemudian secara musyawarah.

Demikian perjanjian ini dibuat dan ditandatangani di [Tempat], pada tanggal [Tanggal], dengan itikad baik.

PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA
(Meterai) (Tanda Tangan) (Meterai) ( Tanda Tangan)
[Nama Jelas] [Nama Jelas]



Contoh Surat Konsinyasi Barang

Draft Perjanjian Konsinyasi | PDF

Contoh Surat Konsinyasi Makanan

template atau contoh surat perjanjian konsinyasi menjual makanan dari mekari sign

Dok. Mekari Sign

[Download Template Surat Perjanjian Konsinyasi Makanan]

Tips Saat Membuat Surat Perjanjian Konsinyasi

Selain mengikuti struktur atau contoh di atas, Anda juga bisa memperhatikan tips dalam membuat surat perjanjian konsinyasi berikut agar surat Anda lebih ‘kuat’ secara hukum dan meminimalisir risiko bisnis.

  • Jika jenis barang yang dititipkan banyak atau sering berubah, lampirkan daftar barang secara terpisah.
  • Cantumkan harga eceran tertinggi (HET) agar barang tidak dijual terlalu tinggi atau terlalu rendah. HET akan mencegah permainan harga yang bisa merusak citra barang Anda.
  • Tambahkan syarat display atau penempatan barang.
  • Tambahkan ketentuan khusus (misalnya: jika barang kedaluwarsa atau penjual mengalami kebangkrutan) untuk berjaga-jaga atas setiap risiko.
  • Buat berita acara serah terima (BAST) ketika barang diberikan kepada konsinyi. Surat tersebut akan menjadi pelengkap surat perjanjian konsinyasi dan bukti penyerahan barang.
  • Jika Anda perlu menangani banyak surat perjanjian konsinyasi sekaligus dengan berbagai toko, gunakan tanda tangan digital agar lebih efisien.

Baca Juga: Contoh Surat Perjanjian Sewa Rumah 


Menjalankan bisnis titip jual memang menguntungkan, namun pastikan setiap barang yang Anda titipkan telah terlindungi oleh payung hukum yang jelas. Dengan surat perjanjian konsinyasi yang tepat, Anda bisa meminimalisir risiko kerugian serta menjaga transparansi pembagian hasil dengan mitra bisnis secara profesional.

Agar proses kerja sama berjalan lebih praktis, Anda bisa menggunakan Mekari Sign untuk menandatangani dokumen perjanjian secara digital dengan banyak mitra sekaligus. Platform ini memastikan setiap kesepakatan bisnis Anda tetap sah secara hukum, lebih cepat diproses, dan sepenuhnya terorganisir.

Kelola dokumen digital Anda dengan Mekari Sign!

CTA Banner Tanda Tangan Digital
WhatsApp WhatsApp Sales