- Surat rekomendasi atasan berfungsi sebagai dokumen penilaian kinerja dan karakter bawahan untuk keperluan melamar kerja, beasiswa, atau pengajuan pinjaman.
- Pihak yang ideal membuat surat ini adalah atasan langsung (seperti manajer atau supervisor) karena lebih memahami kinerja karyawan secara objektif dibandingkan HRD.
- Struktur surat wajib mencantumkan kop instansi resmi, identitas lengkap kedua belah pihak, serta pernyataan dukungan yang spesifik dan bertanda tangan.
- Tersedia contoh format dalam bahasa Indonesia dan Inggris yang dapat diunduh untuk meminimalkan risiko revisi administrasi.
Apakah Anda sedang mencari contoh surat rekomendasi atasan? Anda sudah datang ke tempat yang tepat!
Seperti namanya, surat rekomendasi atasan adalah dokumen yang dibuat atasan untuk merekomendasikan bawahannya dalam hal tertentu. Baik itu melamar kerja, beasiswa, dan sebagainya.
Di artikel ini, kami akan memberikan contoh dalam bahasa Indonesia dan Inggris yang bisa Anda download dan edit sesuai kebutuhan. Yuk, mulai!
Apa itu Surat Rekomendasi Atasan?
Surat rekomendasi atasan adalah surat yang berisi kualifikasi dan skill seseorang yang dibuat oleh atasan dan ditujukan ke bawahannya. Biasanya, surat ini berfungsi untuk menambah nilai positif saat melamar kerja di perusahaan lain. Namun, bisa juga surat ini sebagai rekomendasi beasiswa karyawan tersebut.
Siapa Pembuat Surat Rekomendasi Atasan?
Seperti namanya, surat ini dibuat oleh atasan karyawan tersebut. Ini bisa berupa manajer, supervisor, team lead, atau atasan lainnya. Contohnya, bila karyawan tersebut langsung melapor ke C level seperti CEO, berarti CEO tersebut yang sebaiknya membuat surat rekomendasi ini.
Intinya, pembuat surat ini haruslah atasan yang mengenal karyawan tersebut dengan profesional. Sehingga bisa menilai kinerja dan karakternya dengan objektif serta bisa dipertanggung jawabkan.
Baca juga: 13 Contoh Surat Referensi Kerja Berbagai Jenis, Terlengkap!
Format Surat Rekomendasi Atasan
Agar surat tidak ditolak atau diminta revisi, struktur berikut sebaiknya selalu ada.
- Kop surat dan nomor: menunjukkan surat berasal dari instansi resmi.
- Identitas pemberi rekomendasi: nama, jabatan, dan unit kerja atasan.
- Identitas karyawan: nama lengkap, jabatan, dan masa kerja.
- Isi rekomendasi: pernyataan dukungan dan tujuan penggunaan surat.
- Penutup dan tanda tangan: disertai nama terang dan stempel bila tersedia.
Struktur sederhana ini sudah memenuhi kebutuhan sebagian besar lembaga.
Perbedaan Surat Rekomendasi Atasan Langsung, dan HR
Banyak orang bingung memilih siapa yang seharusnya menandatangani surat.
- Atasan langsung: biasanya kepala tim atau supervisor yang berinteraksi harian dengan Anda.
- Atasan struktural: pimpinan unit atau manajer dengan kewenangan administratif.
- HR: bagian personalia yang mewakili perusahaan secara formal.
Pada praktiknya, beberapa lembaga secara spesifik meminta rekomendasi dari atasan langsung, bukan HR.
Baca juga: Contoh Surat Follow Up Setelah Melamar Kerja
Contoh Surat Rekomendasi Atasan
Berikut beberapa contoh surat rekomendasi atasan yang bisa Anda jadikan referensi. Kami menyediakannya dalam bahasa Indonesia dan Inggris yang bisa Anda download dengan mengklik link di bawah gambar:
1. Contoh Surat Rekomendasi Atasan Indonesia
Download Rekomendasi Atasan Bahasa Indonesia
2. Contoh Surat Rekomendasi Atasan Inggris
Download Rekomendasi Atasan Bahasa Inggris
Tips Agar Surat Rekomendasi Atasan Cepat Disetujui dan Tidak Revisi
Berikut tips yang jarang dibahas, tetapi sering menentukan apakah surat langsung diterima atau perlu revisi.
- Samakan sudut pandang sejak kalimat pertama: Pastikan subjek surat menggunakan sudut pandang atasan, bukan karyawan. Kalimat seperti “kami menerangkan” jauh lebih aman daripada “yang bersangkutan mengajukan” karena langsung menegaskan otoritas pemberi rekomendasi.
- Sebutkan tujuan secara spesifik, hindari kata “keperluan lain-lain”: Lembaga penerima membaca tujuan untuk menilai relevansi surat. Menyebut “pengajuan pinjaman Pegadaian AMANAH” atau “izin melanjutkan pendidikan S2” membuat surat lebih kredibel dan jarang dipermasalahkan.
- Cantumkan masa kerja dengan format waktu, bukan perkiraan: Menulis “bekerja sejak 12 Maret 2021” lebih kuat daripada “sudah bekerja selama kurang lebih 3 tahun” karena mudah diverifikasi dan dianggap lebih resmi.
- Gunakan frasa “tidak keberatan” satu kali, di bagian inti: Banyak surat ditolak karena frasa ini muncul di penutup atau tidak eksplisit. Letakkan kalimat persetujuan tepat setelah identitas karyawan agar pesan utama langsung terbaca.
- Periksa konsistensi nama dan jabatan dengan dokumen lain: Satu perbedaan kecil antara surat rekomendasi dan slip gaji atau kontrak kerja sering memicu permintaan klarifikasi tambahan.
- Tutup surat dengan nada administratif, bukan personal: Penutup yang singkat dan formal lebih disukai lembaga pembiayaan dan institusi pendidikan karena menegaskan fungsi surat sebagai dokumen resmi.
Baca juga: 13 Contoh Surat Referensi Kerja Berbagai Jenis, Terlengkap!
Surat rekomendasi atasan berperan penting agar pengajuan pinjaman, izin kuliah, atau kebutuhan administratif Anda tidak terhambat hanya karena format atau isi yang kurang tepat. Dengan memahami fungsi, struktur, dan contoh surat rekomendasi atasan sesuai kebutuhan, Anda dapat menyiapkan dokumen yang rapi, relevan, dan minim revisi sejak awal.
Untuk mendukung proses administrasi yang lebih efisien dan patuh aturan, Anda dapat mengenal solusi tanda tangan elektronik dan e-Meterai melalui Mekari Sign. Jika Anda membutuhkan panduan lain seputar pengelolaan dokumen bisnis dan workflow digital, temukan artikel relevan lainnya di blog Mekari Sign.



