- Digitalisasi bisnis adalah peralihan strategi bisnis dari cara lama menuju teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas bisnis
- Anda bisa memulai digitalisasi bisnis dengan mengevaluasi hambatan utama, pilih tools yang tepat, mempelajari sistem baru, dan kembali lakukan evaluasi secara rutin
- Meski serba cepat dan cenderung mudah, digitalisasi bisnis juga memiliki tantangan seperti risiko cyber crime atau perlunya investasi awal untuk software/tools tertentu
- Penerapan digital marketing, SaaS, dan paperless office adalah beberapa contoh digitalisasi bisnis
Hanya mengandalkan proses manual belum tentu cukup untuk membuat bisnis tetap relevan. Anda butuh suatu ide, cara, atau konsep baru agar operasional jadi lebih efektif dan memiliki jangkauan lebih luas, terutama di era serba cepat saat ini. Konsep bisnis digital pun menjadi salah satu pilihan menarik.
Untuk bisnis yang belum go digital, Anda bisa mulai melakukan digitalisasi bisnis agar usaha Anda tetap up-to-date. Sebelum memulai transformasinya, pahami konsep dan manfaat digitalisasi bisnis dan apa manfaatnya untuk usaha Anda di artikel ini.
Apa Itu Digitalisasi Bisnis?
Digitalisasi bisnis adalah proses transformasi strategi dan operasional bisnis dari cara konvensional menuju teknologi digital untuk meningkatkan produktivitas & efisiensi bisnis. Digitalisasi bisnis dilakukan secara berkala: Dimulai dari evaluasi masalah utama, pilih tools yang tepat, beri pelatihan pada tim untuk memahami sistem baru, dan adakan evaluasi rutin.
Bukan hanya soal menggunakan media sosial dalam berbisnis, inti konsep ini adalah digitalisasi proses bisnis. Itu berarti Anda tidak lagi menggunakan cara lama, melainkan memanfaatkan software, aplikasi, atau platform digital agar bisnis lebih efektif.
Baca Juga: Administrasi Digital Buat Urusan Kantor Lebih Mudah?
Manfaat Digitalisasi Bisnis
Setelah paham pengertiannya, mungkin Anda akan bertanya “Mengapa sebuah bisnis harus digitalisasi?”.
Jawabannya sederhana. Cara konsumen berbelanja dan berinteraksi mulai berubah, sehingga Anda butuh metode baru untuk mengikuti tren. Berikut manfaat digitalisasi bisnis yang bisa dirasakan oleh pemilik bisnis:
- Jangkauan pasar lebih luas: Bisnis bisa menjangkau pelanggan dari wilayah mana pun melalui e-commerce atau media sosial.
- Efisiensi waktu dan biaya: Proses manual digantikan oleh sistem otomatis yang lebih cepat dan dengan hasil lebih banyak, sekaligus menekan biaya operasional.
- Pengalaman pelanggan meningkat: Anda bisa memberi respon cepat kepada pelanggan melalui layanan 24/7 seperti chat bot atau sistem pesan otomatis.
- Analisis data lebih akurat: Perilaku konsumen atau performa penjualan bisa dipantau secara real time untuk membantu pengambilan keputusan.
- Keamanan data: Data penting terkait bisnis bisa di-backup atau disimpan dalam sistem keamanan digital yang terenkripsi.
- Kolaborasi tim lebih fleksibel: Anda dan tim bisa bekerja dari mana saja melalui aplikasi manajemen tugas atau komunikasi digital.
- Eco-friendly: Digitalisasi proses bisnis mewujudkan paperless.
- Fleksibilitas: Bisnis bisa dijalankan secara remote atau dialihkan sepenuhnya ke online jika terjadi sesuatu tanpa harus mulai dari nol.
Digitalisasi Bisnis: Solusi atau Tantangan?
Proses transisi menuju digital tidak sepenuhnya mudah, terutama bagi pemilik bisnis. Perpindahan semacam ini sering diikuti dengan keraguan terkait apakah konsep baru lebih baik dari konsep lama atau malah sebaliknya.
Keraguan itu biasanya muncul akibat adanya berbagai tantangan digitalisasi bisnis yang harus dihadapi. Namun, penting untuk melihat tantangan tersebut sebagai bagian dari proses transformasi.
Anda bisa melihat tantangan serta solusi yang mungkin akan Anda dapat dalam proses digitalisasi bisnis berikut:
| Aspek | Tantangan | Solusi Digital |
| Biaya | Perlu investasi awal untuk perangkat dan langganan sistem | Menghemat biaya operasional jangka panjang (misalnya kertas, sewa gudang, tenaga kerja manual) |
| SDM | Butuh waktu untuk melatih karyawan agar mahir atau terbiasa dengan alat/teknologi baru | Produktivitas tim meningkat karena pekerjaan manual menjadi otomatis |
| Keamanan | Adanya risiko cyber crime (misalnya hack atau kebocoran data) | Data lebih terorganisir, ada backup, terlindungi sistem enkripsi |
| Konektivitas | Sangat bergantung pada jaringan internet atau sistem aplikasi | Bisnis bisa berjalan dari mana saja |
| Data & Informasi | Data yang banyak bisa membingungkan (misalnya data pengunjung website atau data stok di e-commerce) | Memberi data akurat untuk dasar pengambilan keputusan/strategi bisnis |
5 Contoh Digitalisasi Bisnis
Contoh di bawah bisa menunjukkan peran digitalisasi pada praktek operasional bisnis yang semakin efisien dibanding cara lama.
1. Menjual Produk di Marketplace
Produk yang Anda jual bisa dialihkan atau dilakukan penambahan saluran penjualan ke platform e-commerce dan marketplace. Dengan menjual produk secara online, usaha Anda tidak akan terbatas oleh lokasi atau jam operasional toko, sehingga potensi pendapatan akan meningkat.
2. Penerapan Digital Marketing
Mengalihkan strategi pemasaran dari media cetak ke digital seperti SEO (Search Engine Optimization), media sosial, atau e-mail marketing juga bisa Anda coba. Konsep digital marketing ini bisa menyasar audiens lebih luas dan lebih spesifik.
3. Implementasi SaaS dalam Bisnis
Software as a Service (SaaS) cukup dikenal bagi pihak yang akan melakukan digitalisasi. Contoh penerapan SaaS dalam bisnis bisa berupa penggunaan cloud computing, CRM, aplikasi online meeting, hingga software manajemen SDM yang mengotomatiskan berbagai pengelolaan karyawan.
4. Layanan Melalui Aplikasi
Digitalisasi proses bisnis juga mencakup sistem pemesanan atau pengantaran otomatis, integrasi transportasi, hingga metode pembayaran digital (e-wallet dan QRIS). Bahkan terdapat sektor bisnis seperti kesehatan yang menyediakan layanan konsultasi daring untuk respon lebih cepat kepada pelanggan.
5. Penerapan Paperless Office
Sistem paperless office menjadikan bisnis Anda lebih ramah lingkungan, misalnya dengan menerbitkan tiket digital, e-Invoice, atau kuitansi digital (e-receipt). Jika dulu Anda harus bertemu klien hanya untuk tanda tangan kontrak, urusan tersebut bisa selesai lebih cepat dan lebih aman dengan tanda tangan digital terpercaya seperti dari Mekari Sign.
Baca Juga: Kelola Bisnis Lebih Efektif dengan Tips Ini!
Itulah penjelasan lengkap mengenai pengertian, manfaat, hingga contoh nyata dari digitalisasi bisnis. Dengan proses bisnis yang terdigitalisasi, Anda dapat meningkatkan skala usaha dan produktivitas tim tanpa terhambat oleh proses manual yang lambat.
Sebagai langkah awal memulai transformasi ini, Anda dapat mengandalkan Mekari Sign. Mekari Sign menyediakan solusi digitalisasi dokumen melalui fitur tanda tangan digital yang legal, e-Meterai, hingga sistem manajemen kontrak yang terintegrasi secara praktis. Temukan berbagai wawasan serta tips menarik lainnya mengenai inovasi teknologi hanya di blog Mekari Sign.
Kelola dokumen bisnis digital Anda dengan Mekari Sign!

