Blog

QR Code: Fungsi, Cara Kerja, dan Cara Membuatnya

Featured Image QR Code - Fungsi, Cara Kerja dan Cara Membuatnya

Sejak pandemi COVID-19 menyerang, penggunaan QR code meningkat drastis.

Anda pasti pernah melihat QR code di berbagai tempat. Mulai di jendela toko, tayang di televisi, hingga di billboard sekalipun. Tak heran, sebab penggunaan QR memang meningkat 94% dari tahun 2018 ke 2020. Wow!

Nah, Anda pasti penasaran mengenai QR, bukan? Kenapa banyak sekali orang yang menggunakannya? Apa yang membuat QR ini spesial? Tenang, artikel ini akan menjawab semua pertanyaan Anda tersebut.

banner e-meterai blog mekari sign

Apa Itu QR Code?

ilustrasi apa itu qr code

Sumber gambar: Pixabay

 

Quick response code atau QR code adalah salah satu jenis barcode yang mampu menyimpan suatu data. Mulai dari teks biasa, URL, nomor telepon, dan masih banyak lainnya.

QR mempunyai bentuk persegi yang di dalamnya terdapat kotak-kotak hitam berpola khusus. Maka dari itu, scanner barcode biasa tak akan bisa membaca QR. Anda membutuhkan scanner QR atau melakukan scan dengan smartphone Anda.

Sejarah Singkat QR Code

Sejarah QR code sendiri dimulai pada tahun 1994. Saat itu Denso Wave, anak perusahaan dari Toyota menciptakan QR agar bisa melacak proses pergerakan barang di pabrik. Sebab, barcode biasa tak bisa menyimpan data dalam bentuk kanji, kana, dan alfanumerik.

Walaupun ditemukan di tahun 90-an, tapi penggunaan QR baru meluas di era smartphone. Awalnya, smartphone hanya bisa membaca QR melalui aplikasi khusus. Tapi seiring berjalannya waktu, kebanyakan smartphone sudah memiliki pembaca QR yang tertanam di dalamnya.

Melihat populernya penggunaan QR di dunia, maka pada tahun 2020 kemarin, Denso Wave meningkatkan fitur QR code-nya. Termasuk di antaranya fitur pelacakan, perlindungan brand, hingga fitur untuk mencegah pemalsuan. Wah, canggih juga ya?

Bagaimana Cara Kerja QR Code?

Cara kerja QR code tak jauh berbeda dengan barcode. Pola pada QR menyimpan data dalam bentuk kode binary yang akan otomatis diterjemahkan saat Anda men-scannya. Semua proses ini terjadi dalam hitungan detik.

QR mampu menyimpan lebih banyak data dibanding barcode karena mempunyai banyak komponen kompleks yang saling melengkapi. Berikut penjelasannya:

  • Quiet Zone: area kosong di bagian luar QR yang berfungsi sebagai pembatas kode.
  • Finder pattern: tiga kotak hitam yang biasanya ada di kiri bawah, kiri atas, dan kanan atas QR.
  • Alignment pattern: kotak kecil yang biasanya terletak di kanan bawah QR. Berfungsi agar QR tetap terbaca walaupun posisinya miring.
  • Timing pattern: garis berbentuk L yang berada di antara finder pattern. Berfungsi agar QR masih terbaca walaupun ada sedikit kerusakan.
  • Version information: area kosong kecil yang biasanya terletak di kanan atas finder pattern. Berfungsi sebagai penunjuk tipe QR yang discan.
  • Data cells: sisa area di QR yang berfungsi menyimpan data di dalamnya.

Apa Saja Jenis QR Code?

ilustrasi apa saja jenis qr code

Sumber gambar: Pixabay

 

Umumnya, jenis QR code dibedakan menjadi dua kategori, yaitu:

1.    QR Code Statis

QR code statis adalah jenis QR yang datanya tak bisa diubah setelah dibuat. Dengan kata lain, Anda harus membuat kode yang baru bila ada typo atau kesalahan lainnya. Untungnya, data pada jenis ini tidak kadaluarsa, sehingga Anda tak perlu repot memperbaruinya.

QR statis juga mempunyai pola kode yang sangat padat, sehingga kadang menyebabkan kesulitan saat discan. Terutama bila posisinya tidak pas atau ada kerusakan sedikit saja.

Beberapa contoh penggunaan QR statis:

  • Kode sekali pakai untuk acara atau promosi tertentu
  • Informasi sensitif yang tak berubah, seperti kode akses, password Wi-Fi, nomor induk karyawan, dan semacamnya.
  • Informasi pribadi yang sederhana. Misalnya, alamat email, alamat mata uang kripto, nomor rekening, dan sebagainya.

2.    QR Code Dinamis

Sebaliknya, QR code dinamis adalah jenis yang bisa Anda ubah setiap saat tanpa harus membuat QR baru lagi. Pola kode jenis ini juga tak terlalu padat karena isinya hanya URL yang mengarahkan Anda ke suatu website.

Bagian terbaiknya, Anda bisa melacak berbagai metrik dari QR dinamis ini. Misalnya, waktu, lokasi, dan perangkat yang digunakan untuk scan. Ini tentu saja sangat berguna bagi bisnis karena bisa mengetahui performa kode tersebut.

Berikut contoh penggunaan QR dinamis:

  • Menampilkan menu. Daftar menu selalu berubah-ubah, apalagi bila ada promo, sehingga sangat cocok menggunakan QR jenis ini.
  • Membayar sesuatu. Kebanyakan dari Anda pasti sudah pernah mencobanya karena memang contoh penggunaan QR dinamis yang populer.
  • Menjalankan kampanye pemasaran. Anda bisa memasukkan berbagai keperluan promosi, seperti kupon gratis, brosur digital, maupun landing page promo Anda.

Fungsi QR Code

Ada beberapa fungsi QR code, terutama bagi bisnis. Apa saja?

–       Mengarahkan Konsumen ke Website

QR bisa membantu Anda mengarahkan konsumen ke suatu website. Baik itu ke website bisnis Anda yang berisi promosi ataupun media sosial Anda. Ini akan mempermudah konsumen Anda, karena mereka tak perlu mengetik URL-nya atau kebingungan mencari halaman promonya.

–       Mengirim Email

Yup, QR juga berfungsi untuk mengirim email, lho. Orang lain akan mendapatkan email setelah mereka men-scannya. Isi email ini bisa Anda atur sesuai kebutuhan. Misalnya, email promosi, email pribadi, dan semacamnya.

–       Berbagi Lokasi Tempat

Anda juga bisa memasukkan koordinat atau lokasi bisnis Anda di QR , lho. Hal ini akan memudahkan konsumen, sehingga memberikan Anda nilai plus di mata mereka. Nah, Anda bisa memasang QR ini di website, media sosial, maupun brosur.

–       Undangan Pernikahan

Ingin undangan pernikahan Anda berbeda dari biasanya? Tempelkan saja QR di dalamnya! QR itu akan mengarahkan tamu ke website yang berisi semua info terntang pernikahan Anda. Mulai dari tempat, lokasi, foto, dan sebagainya.

–       Resume atau CV

Kebanyakan perusahaan membatasi resume maupun CV dalam satu atau dua halaman saja. Sehingga bila Anda mempunyai banyak portfolio atau penghargaan akan susah memasukkan semuanya. Nah, Anda bisa menggunakan kode QR yang akan mengarahkan rekruiter ke website atau PDF yang berisi versi panjang CV Anda.

Perbedaan QR Code dan Barcode

ilustrasi Perbedaan QR Code dan Barcode

Sumber gambar: scienceabc

 

Secara sekilas, perbedaan QR dan barcode memang tak terlalu jelas. Keduanya mempunyai bentuk yang hampir mirip dan mempunyai fungsi yang tak jauh berbeda. Maka dari itu, berikut tiga perbedaan paling mencolok diantara keduanya:

1.    Desain

Mungkin perbedaan paling mencolok ada pada desainnya. Barcode berbentuk persegi panjang yang terdiri dari deretan baris dan angka di bawahnya. Sedangkan QR berbentuk persegi dan di dalamnya terdapat pola tertentu.

2.    Kapasitas Penyimpanan

QR mempunyai kapasitas penyimpanan yang lebih besar daripada barcode biasa. Ini dikarenakan perbedaan desain keduanya. Barcode hanya menyimpan informasi secara horizontal, sehingga sangat terbatas. Sedangkan QR mampu menyimpan secara horizontal dan vertikal.

3.    Toleransi Error

QR mempunyai toleransi error yang sangat tinggi. Sehingga walaupun ada bagian yang rusak atau Anda menscannya tidak lurus, maka kode tetap terbaca. Berbeda dengan barcode yang susah discan dan kerusakan kecil pun akan membuat kodenya sulit dibaca.

Bagaimana Cara Membuat QR Code?

Setelah mengetahui segudang fungsi dan berbagai kelebihan QR, Anda pasti ingin mencoba membuatnya, kan? Tak perlu khawatir, berikut cara membuat QR code dengan mudah:

–       Cara Membuat QR Code Online

Ada banyak website yang bisa Anda gunakan untuk membuat QR gratis. Di sini kami akan menggunakan qr-code-generator.com:

  • Kunjungi website qr-code-generator. Lalu, pilih tipe konten yang akan Anda masukkan di QR.
  • Lalu, masukkan data atau informasi konten tersebut. Misalnya, URL website, alamat email, dan sebagainya.
  • Atur tampilan QR Anda. Di sini, Anda bisa mengubah bentuk, warna, hingga memasukkan logo.
  • Bila sudah, Anda bisa mendownload QR tersebut.

–       Cara Membuat QR Code di Android

Untuk membuat QR di Android, Anda harus mendownload aplikasi khusus terlebih dahulu, yaitu QR Code Generator. Berikut panduannya:

  • Download aplikasi QR Code Generator di Play Store. Buka aplikasinya dan pilih Text di bagian atas untuk memilih tipe QR code. Anda bisa memilihnya sesuai kebutuhan.
  • Jika sudah dipilih, Anda bisa memasukkan data sesuai tipenya. Misalnya, alamat email atau alamat website.
  • Terakhir, Anda bisa mendownload QR tersebut atau langsung membagikannya ke orang lain.

–       Cara Membuat QR Code di iOS

Tak jauh berbeda dengan di Android, Anda juga memerlukan aplikasi khusus untuk membuat QR code yaitu QR Reader. Ini dia penjelasan lengkapnya:

  • Download aplikasi QR Reader di App Store Anda. Buka aplikasi tersebut dan klik ikon panah bawah di bagian kanan.
  • Pilih ikon QR di bagian bawah, lalu klik tombol + di kiri atas.
  • Kemudian, pilih tipe QR code yang ingin Anda buat. Masukkan data QR code, lalu klik Create.
  • Selesai! Anda bisa mendownload QR tersebut atau membagikannya ke orang lain.

Baca juga: 3 Cara Membuat Tanda Tangan Barcode, Termudah!

Saatnya Permudah Konsumen Anda dengan QR Code!

Demikianlah penjelasan mengenai QR code. Teknologi canggih ini bisa dikatakan kecil-kecil cabe rawit, bukan? Dengan ukurannya yang mungil, QR code mampu menyimpan banyak informasi dan memudahkan kehidupan kita.

Oleh karena itu, sudah saatnya bagi bisnis Anda untuk menggunakan QR code. Mulai dari hal yang kecil saja, seperti di media sosial atau memasangnya di website bisnis Anda. Jangan sampai Anda ketinggalan dari kompetitor yang sudah mulai melakukan digitalisasi di bisnisnya melalui QR.

Apakah Anda tertarik belajar digitalisasi lebih lanjut? Tak perlu khawatir, kami sudah menuliskannya dengan mendalam di artikel → Ketahui Perbedaan Digitisasi, Digitalisasi, dan Transformasi Digital!

Blog

Artikel Terkait

WhatsApp WhatsApp Sales