4 min read

Apa Itu Jejak Digital? Contoh, Jenis, dan Cara Melindunginya

Ditulis oleh:
Diperbarui
Bagikan artikel ini
WhatsApp X LinkedIn Facebook
Ringkasan

  • Jejak digital adalah rekaman data yang terbentuk dari aktivitas di internet.
  • Konten yang dikunjungi, catatan riwayat pencarian, hingga rekomendasi konten relevan adalah contoh kecil jejak digital.
  • Terdapat jejak digital aktif dan jejak digital pasif. Keduanya dibedakan berdasarkan intensitas seseorang di internet.
  • Selektif dalam meliat suatu konten atau berbagi informasi di internet merupakan salah satu cara melindungi jejak digital.

Anda mungkin pernah mencari suatu produk, lalu tiba-tiba iklannya muncul di media sosial Anda. Itu bukan hal aneh karena aplikasi selalu mencatat riwayat kita dan menyimpannya sebagai informasi digital. Bukan ‘diintip’ atau ‘dipantau’, tetapi itu adalah tanda bahwa kita tidak sendirian saat sedang online.

Artikel ini membantu Anda memahami jejak digital beserta contohnya, dan langkah bijak dalam berinternet agar memiliki jejak digital yang bersih.

Apa Itu Jejak Digital?

Jejak digital adalah rekaman data atau informasi yang terbentuk dari aktivitas seseorang di internet. Jejak digital juga bisa diartikan sebagai rekam digital dan mencakup konten yang diunggah, disukai, atau dikomentari di media sosial, catatan riwayat pencarian, hingga alamat IP seseorang.

Sederhananya, setiap kegiatan Anda di internet, mulai dari mencari sesuatu, mengunjungi situs, membuka konten di media sosial, menonton film atau mendengarkan lagu melalui layanan tertentu akan disimpan oleh setiap situs/aplikasi berupa data.

Data tersebut disimpan untuk membantu mereka mengenali Anda agar bisa menampilkan kembali riwayat pencarian, merekomendasikan konten yang relevan, bahkan memudahkan Anda dalam mengisi formulir. Data itulah yang disebut jejak digital.

Baca Juga: Serupa tapi Tak Sama, Apa Itu Identitas Digital?

Apa Saja Jenis & Contoh Jejak Digital?

Jejak digital bisa ditinggalkan secara aktif maupun pasif. Dua jenis jejak digital ini terbentuk berdasarkan intensitas seseorang di internet.

1. Jejak Digital Aktif

Jejak digital aktif artinya Anda secara sadar membagikan data, seperti saat Anda:

  • Mengirim dan membuka email
  • Mengunggah konten di media sosial
  • Mengomentari, menyukai, atau menyimpan unggahan media sosial
  • Mengisi formulir saat mendaftar aplikasi/layanan
  • Memberi rating suatu platform/aplikasi

Meski bisa saja dilakukan dengan tidak sengaja, Anda tetap meninggalkan jejak digital secara aktif karena kuasa sepenuhnya untuk membagikan atau tidak membagikan data ada di tangan Anda.

2. Jejak Digital Pasif

Berbeda dengan jejak aktif, jejak digital pasif terbentuk dari data yang dibagikan oleh Anda secara tidak sadar.

  • Algoritma media sosial
  • Jika fitur lokasi menyala, Google Maps menyimpan daftar lokasi yang pernah Anda kunjungi
  • Alamat IP untuk mengetahui lokasi geografis, jenis perangkat yang digunakan, atau penyedia layanan internet yang digunakan
  • Cookies yang menyimpan aktivitas Anda (misalnya: berapa lama Anda berada di suatu situs, tombol apa yang Anda klik, atau asal situs rujukan)

6 Cara Melindungi Jejak Digital

Kepribadian seseorang di dunia maya bisa dilihat berdasarkan jejak digitalnya. Untuk itu, Anda perlu lebih selektif dalam berbagi informasi di internet dengan mulai mencoba beberapa cara berikut:

1. Gunakan Mode Private atau Incognito

Saat browsing dan tidak ingin terlihat dalam riwayat pencarian, Anda bisa menggunakan mode incognito (penyamaran).

2. Batasi Pelacakan Lokasi

Periksa pengaturan privasi dan lokasi di smartphone. Coba matikan layanan lokasi untuk aplikasi yang tidak membutuhkannya (misalnya: aplikasi game atau edit foto) dan pilih opsi “Hanya saat aplikasi digunakan” untuk aplikasi penting (contoh: Google Maps, taksi online).

3. Rutin Bersihkan Cookies atau Cache

Cookies digunakan untuk melacak aktivitas Anda di berbagai situs. Rutin membersihkannya akan mencegah pengumpulan data pasif.

4. Gunakan VPN

Virtual Private Network (VPN) menyembunyikan alamat IP asli Anda, sehingga akan sangat berguna jika Anda terpaksa menggunakan WiFi publik untuk mengakses internet.

5. Atur Privasi di Media Sosial

Cek kembali siapa yang bisa melihat unggahan atau informasi pribadi Anda. Hindari membagikan data sensitif seperti nomor telepon, alamat, atau data penting lain.

6. Gunakan Platform, Situs, atau Layanan Resmi

Pilihlah layanan yang sudah tersertifikasi secara resmi agar dokumen dan data pribadi Anda tidak disalahgunakan oleh pihak ketiga. Jangan asal mengunggah dokumen ke situs kompresi atau pembubuhan tanda tangan digital yang belum jelas keasliannya.

Baca Juga: Awas Hacker! Ini Definisi, Jenis, dan Tips Amankan Data


Itulah pengertian, jenis, dan contoh jejak digital lengkap dengan cara mudah untuk melindungi jejak digital Anda. Jejak digital mungkin bisa memudahkan Anda, tetapi juga bisa merugikan jika tidak dijaga. Apalagi ada beberapa perusahaan yang mengecek jejak digital seseorang sebelum merekrutnya untuk memastikan perilaku digitalnya sesuai dengan budaya perusahaan.

Sementara itu, amankan penggunaan dokumen digital Anda dengan Mekari Sign. Fitur tanda tangan digital/QR, e-Meterai, e-KYC, manajemen kontrak, hingga kelola puluhan dokumen sekaligus juga akan memudahkan urusan bisnis Anda. Kunjungi blog Mekari Sign untuk contoh dokumen, tips, atau info lainnya.

Kelola dokumen digital Anda dengan aman melalui Mekari Sign!

CTA Banner Tanda Tangan Digital
WhatsApp WhatsApp Sales