- Franchise adalah model kerja sama bisnis di mana Anda membeli hak penggunaan merek, produk, dan sistem operasional yang sudah terbukti sukses.
- Berbeda dengan merintis usaha dari nol, Anda akan dikenakan biaya awal dan royalti rutin sebagai ganti atas dukungan manajemen serta pelatihan lengkap.
- Pilihan bisnis ini menawarkan risiko kegagalan yang lebih rendah karena Anda langsung menjalankan strategi pemasaran dan standar layanan yang sudah teruji di pasar.
Banyak yang beranggapan bahwa memiliki cabang toko dengan nama terkenal membutuhkan modal miliaran rupiah dan manajemen korporat yang sangat rumit. Padahal, tren bisnis di Indonesia kini telah bergeser ke model yang jauh lebih terjangkau, sehingga siapapun bisa menjadi pemilik usaha dengan anggaran yang terbatas.
Mari Anda telusuri bagaimana model bisnis yang mudah diakses ini bekerja dan cara memanfaatkannya sebagai sumber pendapatan baru tanpa proses yang berbelit.
Apa Itu Franchise?
Franchise adalah sebuah bentuk kerja sama bisnis di mana Anda (sebagai pembeli) membayar hak untuk menggunakan merek, sistem, produk, dan prosedur operasional milik orang lain. Di Indonesia, kita lebih sering mengenalnya dengan istilah Waralaba.
Konsep ini memungkinkan Anda untuk langsung menjalankan usaha dengan produk, standar pelayanan, dan strategi pemasaran yang sudah teruji sukses, tanpa perlu membuang waktu membangun branding dari nol.
Dalam bisnis ini, ada dua peran utama yang perlu Anda pahami:
- Franchisor (Pewaralaba): Pemilik merek atau “bos besar” yang punya sistem.
- Franchisee (Terwaralaba): Pihak yang membeli hak (Anda) untuk menjalankan bisnis tersebut.
Konsep ini berbeda dengan sekadar “Kemitraan” biasa. Franchise yang sah secara hukum memiliki syarat lebih ketat, seperti bisnis harus sudah terbukti untung dan memiliki SOP (Standar Operasional Prosedur) yang jelas.
Bagaimana Sistem Franchise Bekerja?
Memahami aliran uang atau sistem franchise adalah hal wajib agar Anda bisa menghitung modal dengan tepat. Berikut adalah komponen biaya yang umum dalam sistem ini:
- Franchise Fee (Biaya Awal): Ini ibarat uang “tanda jadi”. Anda membayarnya sekali di awal untuk mendapatkan hak penggunaan merek dan pelatihan selama jangka waktu tertentu, misalnya 5 tahun.
- Royalty Fee (Biaya Royalti): Biaya ini rutin Anda bayar setiap bulan. Biasanya franchisor mengambil 1% hingga 5% dari total penjualan kotor (omzet), bukan dari keuntungan bersih. Anggap saja ini biaya sewa atas dukungan manajemen yang pusat berikan.
- Modal Operasional: Biaya untuk renovasi tempat, sewa lokasi, dan belanja bahan baku perdana.
Baca Juga: 15 Contoh MoU: Bisnis, Sponsorship, Event, Sekolah + PDF
Apakah Franchise Menguntungkan?
Banyak pemula bertanya, “Apakah bisnis franchise benar-benar menguntungkan?”. Jawabannya adalah ya, potensinya besar, tetapi bukan jaminan sukses instan.
Keuntungan utama membeli franchise lebih pada penghematan waktu dan mitigasi risiko. Dengan membeli franchise, Anda mendapatkan keuntungan kompetitif karena “start” lebih dulu dibandingkan bisnis rintisan:
- Sistem Sudah Matang: Anda langsung terima beres. SOP, resep, hingga seragam sudah ada standarnya.
- Merek Sudah Dikenal: Anda tidak perlu biaya besar untuk branding karena konsumen sudah percaya dengan nama tersebut.
- Risiko Gagal Lebih Rendah: Pola bisnisnya sudah teruji di banyak lokasi lain, sehingga Anda tidak perlu melakukan trial and error yang mahal.
Namun, Anda juga harus menghitung sisi biayanya agar profit tidak tergerus. Berbeda dengan bisnis sendiri, keuntungan franchise akan terpotong oleh Franchise Fee (biaya awal) dan Royalty Fee (setoran bulanan).
Baca Juga: Apa Itu Joint Venture? Pengertian & Contoh Nyatanya
Cara Membuka Bisnis Franchise dan Syarat Dokumennya
Jika Anda sudah mantap memilih jalur ini, ada beberapa tahapan konkret yang perlu Anda lewati. Berikut adalah langkah-langkah praktisnya:
- Riset dan Pilih Brand yang Tepat: Jangan asal ikut tren. Cek rekam jejak franchisor dan pastikan produknya memang diminati oleh target pasar di lokasi Anda.
- Siapkan Modal dan Lokasi Usaha: Hitung dana untuk biaya lisensi dan operasional awal. Jika menyewa tempat, siapkan juga dokumen Surat Perjanjian Sewa Ruko atau bukti kepemilikan lahan yang valid sebagai syarat pengajuan lokasi.
- Ajukan Kemitraan dan Dokumen Identitas: Hubungi manajemen franchise, lalu serahkan persyaratan administrasi dasar seperti fotokopi KTP, NPWP, dan formulir aplikasi calon mitra yang sudah terisi lengkap.
- Bedah Isi Perjanjian Kerja Sama: Ini tahap paling krusial. Teliti setiap pasal dalam draft Surat Perjanjian Waralaba, terutama soal besaran royalti dan sanksi, agar posisi Anda aman secara hukum.
- Tanda Tangan Kontrak dan Pembayaran: Lakukan pembayaran franchise fee. Agar proses legalitas lebih cepat dan aman terutama jika kantor pusat berada di luar kota gunakan layanan tanda tangan elektronik tersertifikasi pada dokumen kontrak Anda.
- Pelatihan Tim dan Grand Opening: Ikuti pelatihan SOP (Standar Operasional Prosedur) dari pusat. Pastikan staf Anda memahami cara penyajian dan pelayanan sesuai standar sebelum toko resmi buka.
Baca Juga: 22 Contoh Surat Perjanjian Kerjasama Berbagai Keperluan!
Contoh Franchise di Indonesia
Pasar franchise makanan dan jasa di Indonesia sangat luas. Banyak pemain lokal menawarkan paket terjangkau (Micro-Franchise) yang ramah untuk pemula. Berikut beberapa contoh franchise di Indonesia yang populer:
- Franchise Ritel (Minimarket): Indomaret dan Alfamart. Tipe ini butuh modal besar, tapi perputaran uangnya sangat stabil.
- Franchise Makanan & Minuman (F&B):
- Skala Besar: Kebab Turki Baba Rafi, Sabana Fried Chicken.
- Kekinian: Janji Jiwa, Es Teh Indonesia.
- Franchise Jasa & Ekspedisi: JNE, SiCepat, atau jasa laundry kiloan.
- Franchise Pendidikan: Bimbel seperti Kumon atau Ganesha Operation.
Baca Juga: Tips Mengelola Bisnis Secara Efektif di Era Digital
Membeli franchise jadi pilihan praktis bagi Anda yang ingin memulai bisnis dengan risiko lebih terukur. Sistem yang sudah berjalan, pelatihan tim, dan kekuatan merek membantu mempercepat jalan menuju profit.
Namun, setiap franchise punya aturan yang wajib Anda pahami sejak awal. Riset dan pemahaman kontrak tidak bisa Anda lewati. Untuk mempermudah pengelolaan dokumen perjanjian franchise Anda, Mekari Sign hadir sebagai solusi tanda tangan elektronik dan e-Meterai yang sah dan patuh regulasi.
Ingin tanda tangan kontrak franchise lebih cepat dan aman dari mana saja? Gunakan Mekari Sign!

