Blog

Apa Itu Barcode? Fungsi, Manfaat, dan Cara Membuatnya

Featured Image Apa Itu Barcode - Fungsi, Manfaat, dan CaraMembuatnya

Anda pasti cukup familiar dengan barcode, apalagi bila Anda pernah berada dalam situasi seperti ini: Anda berbelanja di toko atau swalayan, lalu saat hendak membayar, Anda melihat petugas kasir menscan barang belanjaan Anda dengan suatu alat.

Nah, tahukah Anda kalau petugas kasir tersebut sedang menscan barcode yang ada di barang Anda? Sebenarnya, apa itu barcode? Kenapa petugas kasir harus men-scannya?

Tenang, di artikel ini Anda akan belajar mengenai barcode. Mulai dari pengertian, fungsi, manfaat, hingga cara membuatnya sendiri. Yuk, simak sampai akhir!

banner blog tanda tangan digital

Apa Itu Barcode?

ilustrasi apa itu barcode

Sumber gambar: Pixabay

 

Kode batang atau barcode adalah gambar yang mengandung deretan garis vertikal berwarna hitam dan putih dengan ketebalan berbeda-beda. Deretan garis ini merupakan kumpulan kode yang menyimpan informasi suatu produk seperti harga atau jenisnya. Kode ini hanya bisa dibaca melalui alat bernama barcode scanner.

Lalu, Apa Itu Barcode Scanner?

Barcode scanner atau barcode reader adalah alat yang mampu membaca informasi di dalam barcode. Umumnya, alat ini terbuat dari empat komponen, yakni:

  • Sumber cahaya: membantu agar bisa membaca kode dengan lebih jelas dan akurat
  • Lensa: bagian yang bertugas men-scan garis-garisnya
  • Photoconductor: sensor cahaya yang mengubah impuls optik ke elektrik
  • Decoder: bertugas menganalisis data pada kode dan mengirimnya ke komputer atau tablet.

Nah, setelah scanner membaca kode tersebut, maka ia akan langsung menampilkannya pada monitor Anda secara real-time. Tanpa campur tangan manusia sama sekali. Inilah kenapa barcode mampu membantu bisnis mengotomasi proses pengumpulan data dan mengurangi human error.

Sejarah Singkat Barcode

Tahukah Anda kalau barcode ternyata terinspirasi dari kode Morse? Yup, Norman Jose Woodland dan Bernard Silver asal Amerika Serikat mendapatkan ide ini dari simbol di kode Morse. Tanpa pikir panjang, mereka mematenkan penemuannya ini di tahun 1949 dan dijual ke perusahaan elektronik Philco di tahun 1962.

Salah satu penggunaan awal barcode berasal dari industri kereta api. Saat itu, kode di pasang di sisi gerbong kereta api untuk mengawasi pergerakannya dengan lebih akurat. Scanner-nya sendiri di pasang di samping rel.

Namun, barcode benar-benar menyebar luas di pertengahan 70-an saat ratusan swalayan mulai menggunakannya. Lalu, penggunanya meledak menjadi ribuan di tahun 80-an. Tak lama kemudian, toko-toko di Amerika Serikat berbondong-bondong menggunakannya.

Apa Saja Tipe dan Jenis Barcode?

Ada dua tipe barcode yang umumnya digunakan, yaitu:

1.    1-dimensional Barcode (1D)

Barcode 1D adalah tipe yang paling banyak ditemui, seperti di swalayan, toko, dan semacamnya. 1D hanya mampu menyimpan informasi sederhana seperti tipe produk, ukuran, dan warna. Tipe 1D ini dibedakan lagi menjadi beberapa jenis yakni:

  • UPC (Universal Product Code): jenis 1D yang paling umum digunakan dan bisa Anda temukan pada banyak produk. Versi standar UPC terdiri dari 12 digit angka, sedangkan versi pendeknya hanya tujuh angka saja.
  • EAN (European Article Number): mirip dengan UPC, tapi seringnya digunakan di Eropa. Versi standar memiliki 13 digit angka, sedangkan versi pendeknya delapan digit.
  • Code 39: Terdiri dari angka, huruf, dan simbol. Seringnya digunakan pada sektor manufaktur, industri otomotif, dan sektor pertahanan pemerintah.
  • Code 128: Versi lebih canggihnya Code 39 dan bisa memakai karakter ASCII apapun. Biasanya digunakan pada B2B, sektor distribusi, dan transportasi.
  • Codabar (NW-7): Merupakan salah satu jenis tertua di dunia dan hanya bisa menggunakan angka serta huruf A-D saja. Masih sering digunakan di beberapa perpustakan, bank darah, dan layanan pesan antar.
  • Interleaved 2 of 5 (ITF): jenis kode dengan toleransi tinggi dan sangat cocok di permukaan tidak rata. Maka dari itu, seringnya digunakan di warehouse atau pengiriman barang jarak jauh.

2.    2-dimensional barcode (2D)

Barcode 2D ini merupakan tipe yang lebih kompleks karena mampu menyimpan banyak informasi. Tak hanya teks, tapi jenis 2D ini juga bisa menyimpan harga, link website, hingga gambar sekalipun. Tipe 2D dibedakan lagi jenisnya sebagai berikut:

  • QR Code: Mungkin Anda sudah pernah menggunakan QR Code untuk berbagai keperluan. Jenis 2D ini bisa di scan menggunakan kamera smartphone dan biasanya digunakan untuk mengarahkan ke suatu website atau mengkonfirmasi identitas.
  • PDF417: Jenis 2D dengan penyimpanan data yang besar dan efisiensi tinggi. Bisa Anda temukan pada boarding pass, kartu identitas, maupun warehouse.
  • Data Matrix: Jenis ini mempunyai toleransi error yang tinggi, sehigga masih bisa dibaca walaupun sudah rusak sekalipun. Sering dipakai pada alat operasi, papan sirkuit, maupun manufaktur elektronik.

Bagaimana Cara Kerja Barcode?

Cara kerja barcode sebenarnya cukup sederhana. Scanner membaca deretan garis dari kiri ke kanan. Lalu, garis hitam dan putih tersebut diterjemahkan scanner menjadi kode binary (0 atau 1). Nah, kode binary ini akan dibaca oleh komputer, kemudian akan ditampilkan pada layar dalam bentuk informasi yang bisa Anda baca.

cara kerja barcode dengan binary

Sumber gambar: sciencefriday

 

Sebagai tambahan informasi untuk Anda, dua atau tiga digit pertama merupakan kode negara dimana barcode tersebut dibuat. Berikut contoh kodenya untuk beberapa negara:

  • Indonesia: 899
  • Amerika Serikat dan Kanada: 00-13
  • Prancis: 30-37
  • Jepang: 45-49
  • Rusia: 46
  • Inggris: 50
  • Hong Kong: 89
  • Taiwan: 471
  • Sri Lanka: 479
  • Filipina: 480
  • China: 690-692
  • India: 890

Fungsi Barcode

Utamanya, fungsi barcode tentu saja untuk membaca dan menyimpan suatu informasi. Satu gambar kecil saja bisa menyimpan berbagai informasi yang bisa dibaca kapanpun hanya dengan sekali scan. Baik menggunakan alat scanner maupun smartphone Anda. Sangat praktis, bukan?

Pada awalnya, fungsinya memang hanya untuk inventarisasi atau penjualan di swalayan. Tapi seiring berjalannya waktu, fungsinya sudah meluas ke berbagai sektor dan aspek kehidupan manusia. Contohnya, tiket bioskop/transportasi/konser, peminjaman buku di perpustakaan, dan masih banyak lainnya.

Apa Manfaat Barcode?

Mengingat fungsinya yang sangat beragam, barcode juga mempunyai banyak manfaat, lho. Terutama untuk bisnis Anda. Apa saja?

–       Akurasi yang Lebih Baik

Barcode bisa menyimpan dan memproses data dalam jumlah besar dengan akurat. Ini tentu saja memberikan tingkat akurasi yang lebih baik dibandingkan memproses data secara manual. Sebab, cara manual berisiko tinggi terdapat human error, apalagi jika datanya sangat banyak.

–       Data Bisa Diakses Kapanpun

Cukup dengan melakukan scan, maka data bisa Anda akses kapanpun secara real-time. Tak hanya itu, tapi data pada sistem juga akan langsung diperbarui setelah Anda men-scannya. Sehingga Anda akan selalu mendapatkan data ter-update dan tak perlu melakukannya secara manual.

–       Tak Perlu Latihan Khusus

Melakukan scan itu sangat mudah, siapapun bisa melakukannya hanya dengan sedikit latihan. Maka dari itu, Anda akan menghemat biaya dan waktu karena pegawai tak perlu diberikan latihan khusus. Jadi, biaya ini bisa Anda gunakan untuk keperluan bisnis lain yang lebih penting.

–       Membantu Inventarisasi

Nah, dikarenakan data di sistem selalu update, maka bisa membantu inventarisasi. Anda tak perlu turun ke gudang dan mengecek barang satu per satu. Anda tinggal mengakses sistem untuk mengetahui barang mana yang butuh purchasing atau keperluan lainnya.

–       Ramah di Kantong

Dengan beragam fungsi dan manfaat yang diberikan, apakah Anda mengira implementasi kode ini membutuhkan biaya banyak? Tenang saja, biayanya terhitung murah dibanding segudang kelebihan yang akan Anda rasakan dalam jangka panjang, kok.

Perbedaan Barcode dengan QR Code

ilustrasi perbedaan barcode dengan qr code

Sumber gambar: Pixabay

 

Seperti yang sudah dijelaskan di atas, QR Code termasuk ke dalam tipe 2D. Maka dari itu, QR Code mampu menyimpan lebih banyak data dibanding tipe 1D yang sering Anda temui.

Selain itu, karena QR Code lebih canggih, ia juga mempunyai toleransi error yang lebih baik. Sehingga tetap bisa di scan walaupun terdapat sedikit kerusakan. Sementara tipe 1D biasanya akan sulit di scan bila terdapat sedikit saja kerusakan pada garisnya.

Perbedaan terakhir tentu saja terletak pada bentuknya. Tipe 1D berupa deretan garis berbentuk persegi panjang, sedangkan QR Code berbentuk persegi yang lebih mungil.

Cara Membuat Barcode

Untuk mengakhiri artikel ini, kami akan membagikan cara membuat barcode yang mudah. Berikut caranya:

1.    Cara Membuat Barcode Online (Pribadi dan Bisnis)

Anda bisa menggunakan cara ini untuk keperluan pribadi maupun bisnis skala kecil:

  • Kunjungi tec-it.com. Lalu, pilih jenisnya sesuai kebutuhan Anda.
  • Isi semua kolom yang disediakan.
  • Klik Download Barcode. Selesai! Anda tinggal mencetaknya dan ditempelkan ke barang atau produk Anda.

Baca juga: 3 Cara Membuat Tanda Tangan Barcode, Termudah!

2.    Cara Membuat Barcode di Excel

Siapa sangka, ternyata Anda juga bisa membuatnya di excel, lho! Berikut caranya:

  • Kunjungi situs Idautomation, lalu klik Download Now. Bila download sudah selesai, ekstrak file tersebut di komputer Anda
  • Buka Microsoft Excel Anda. Klik menu Tools, pilih Macro, lalu klik Visual Basic Editor
  • Pilih menu File dan klik Import File. Arahkan ke direktori dimana Anda menyimpan file yang barusan didownload tadi, lalu cari file bernama bas. File akan langsung ditambahkan ke folder Modules di Excel.
  • Selanjutnya, keluar dari Editor Visual Basic Anda dan masuk kembali ke workbook yang kosong.
  • Anda bisa mengujinya dengan mengetik nomor di sel A1 dan fungsi barcode di sel sebelahnya.
  • Di sel B2, Anda ketikkan saja =Code128(A1), lalu tekan Enter.
  • Pilih sel B2 lagi, kemudian masuk ke pilihan font. Cari ID otomatisasi font dan pilih salah satu sesuai kebutuhan Anda.
  • Selesai! Barcode akan ditampilkan di sel B2.

3.    Cara Membuat Barcode di Ponsel

Berikut beberapa aplikasi yang bisa Anda coba untuk membuatnya di ponsel. Anda bisa mengunduhnya di PlayStore maupun AppStore:

  • Barcode Generator
  • Qrafter (iOS)
  • Barcode Architect
  • Barcode Generator and Scanner – Offline
  • Code39
  • Barcode Generator Free
  • Advance Barcode Generator
  • Barcode generator – Hamsoft Uganda

Saatnya Digitalisasi Bisnis Anda dengan Barcode!

Ternyata, si gambar berukuran kecil ini mempunyai fungsi yang sangat berguna dan memiliki segudang manfaat. Tanpa kehadiran barcode, mungkin Anda harus menulis semua informasi produk secara manual dan menempelkannya pada barang tersebut. Bahkan, sekarang Anda juga sudah bisa melakukan tanda tangan barcode online di Mekari Sign, lho!

Maka dari itu, bila Anda mempunyai bisnis dan masih melakukan pencatatan atau inventarisasi secara manual, saatnya Anda mempertimbangkan untuk menggunakan barcode. Sebab, barcode ini merupakan salah satu langkah untuk digitalisasi bisnis Anda agar tak ketinggalan zaman.

Anda tertarik untuk mempelajari digitalisasi lebih jauh? Tenang, kami sudah membahasnya dengan lengkap di artikel → Ketahui Perbedaan Digitisasi, Digitalisasi, dan Transformasi Digital!

Blog

Artikel Terkait

WhatsApp WhatsApp Sales