- Data pribadi adalah setiap informasi tentang seseorang berupa identitas digital atau fisik yang bisa diidentifikasi melalui sistem elektronik maupun nonelektronik
- Asas, jenis, hak pemilik, dan larangan terkait data pribadi diatur dalam UU No. 27 Tahun 2002 tentang Pelindungan Data Pribadi
- Contoh data pribadi yang perlu dilindungi: Identitas, biometrik, catatan kesehatan, catatan kejahatan, data keuangan pribadi, nomor HP, ijazah, tiket, dan sertifikat pribadi lain
- Aktifkan 2FA, gunakan fitur password biometrik, simpan kode OTP, berhati-hati menggunakan Wi-Fi publik, dan update sistem secara berkala untuk melindungi data
Keamanan suatu negara tidak hanya dilihat dari kondisi politik atau militer, tetapi juga tingkat keamanan sibernya. National Cybersecurity Index menunjukkan Indonesia turun posisi menjadi 86 dari 163 negara, mengindikasikan keamanan siber yang rendah. Penurunan itu salah satunya terjadi karena Indonesia menghadapi 133,4 juta serangan siber yang menargetkan data pribadi masyarakat.
Baca Juga: Apa Itu Keamanan Siber? Mengapa Penting?
Pengertian Data Pribadi
Data pribadi adalah setiap data atau informasi tentang seseorang yang bisa diidentifikasi baik melalui sistem elektronik maupun nonelektronik. Data pribadi mencakup segala hal yang melekat pada identitas Anda, mulai dari identitas fisik hingga rekam jejak digital yang tersimpan melalui aktivitas digital.
Sederhananya, data pribadi merupakan “identitas digital” yang melekat pada diri Anda. Jika informasi ini jatuh ke tangan yang salah, pihak yang tidak bertanggung jawab bisa menyalahgunakannya untuk melakukan penipuan.
Apa Jenis & Contoh Data Pribadi?
Penting untuk memahami jenis data seperti apa yang merupakan data sensitif. Berikut jenis data pribadi sesuai Pasal 4 UU No. 27 Tahun 2022:
1. Data Pribadi Bersifat Umum
Data pribadi umum merupakan informasi yang relatif mudah ditemukan, namun tetap harus dijaga kerahasiaannya.
Contoh data pribadi umum meliputi:
- Nama lengkap
- Jenis kelamin
- Kewarganegaraan
- Agama
- Status perkawinan
2. Data Pribadi Bersifat Spesifik
Data pribadi spesifik berisiko lebih tinggi jika bocor karena menyangkut privasi seseorang. Kebocoran data jenis ini juga berdampak lebih serius, misalnya diskriminasi bahkan kerugian finansial.
Contoh data pribadi spesifik meliputi:
- Data dan keterangan kesehatan: Riwayat penyakit dan kondisi fisik atau mental
- Data biometrik: Informasi sidik jari dan pemindaian wajah
- Data genetika: Informasi mengenai karakteristik genetik seseorang
- Catatan kejahatan: Rekam jejak hukum individu
- Data anak: Informasi tentang anak
- Data keuangan pribadi: Informasi rekening bank, nomor kartu kredit, hingga riwayat transaksi
Baca Juga: Apa Itu Kebocoran Data? Bagaimana Menghindarinya?
Pentingnya Melindungi Data Pribadi
Sebagai subjek data pribadi atau orang yang memiliki data pribadi, Anda perlu tahu alasan penting mengapa kita harus melindungi data pribadi.
- Mencegah intimidasi digital: Menghindari risiko doxing atau penyebaran data pribadi untuk tujuan mempermalukan atau mengancam seseorang
- Menghindari kerugian finansial: Mencegah akses ilegal ke akun perbankan atau dompet digital Anda
- Mencegah penyalahgunaan identitas: Memastikan nama Anda tidak digunakan oleh orang lain untuk melakukan tindak kriminal atau pinjaman ilegal
- Menghindari phishing: Nama, profesi, dan perusahaan sering disalahgunakan untuk menyusun email penipuan yang sangat meyakinkan
- Menjaga hak privasi: Memberi kendali penuh atas siapa saja yang boleh mengakses dan menggunakan informasi Anda
Cara Melindungi Data Pribadi
Data pribadi meliputi identitas fisik maupun identitas digital yang bisa tersimpan di smartphone. Berikut dua cara melindungi data pribadi secara umum dan di HP:
1. Cara Melindungi Data Pribadi Secara Umum
- Gunakan password yang kuat: Hindari menggunakan tanggal lahir atau nama anggota keluarga
- Hati-hati dengan Wi-Fi publik: Saat terhubung dengan Wi-Fi publik, pastikan Wi-Fi resmi milik suatu tempat dan hindari bertransaksi dengan bank digital
- Cek izin aplikasi: Hapus aplikasi yang meminta izin akses (permission) berlebihan dan tidak relevan dengan fungsinya
2. Cara Melindungi Data Pribadi di HP
- Aktifkan Autentikasi Dua Faktor (2FA): Tambahkan lapisan keamanan ekstra pada email dan media sosial
- Gunakan biometrik: Manfaatkan fitur sidik jari atau Face ID untuk mengunci HP, terutama aplikasi penting
- Waspada kode OTP: Jangan membagikan kode OTP kepada siapapun
- Update software berkala: Selalu perbarui sistem operasi HP Anda untuk menutup celah keamanan (patching)
Apa yang Harus Dilakukan Jika Data Pribadi Bocor?
Jika data pribadi terlanjur bocor, langkah pertama adalah tetap tenang dan lakukan hal berikut untuk meminimalisir dampak kerugian:
- Ganti password dan aktifkan 2FA
- Hubungi institusi terkait, msalnya hubungi pihak bank jika kartu ATM atau kartu kredit hilang
- Laporkan ke pihak berwenang (polisi atau pengaduan siber pemerintah) jika terjadi kerugian material atau ancaman nyata
- Hindari klik tautan aneh atau memberikan kode OTP
- Beri tahu kontak terdekat dan kolega kantor/bisnis agar tidak tertipu atas pesan yang mengatasnamakan Anda
Baca Juga: Lindungi Data Pribadi dari Malware
Pemahaman mengenai data pribadi bukan lagi sekadar pengetahuan umum, melainkan langkah penting untuk melindungi privasi dan reputasi Anda dalam digitalisasi, baik untuk urusan personal maupun profesional. Oleh karena itu, penting untuk memilih media pengelolaan dokumen yang terjamin keamanannya.
Sementara itu, Mekari Sign adalah aplikasi persetujuan dokumen digital sebagai bagian dari ekosistem software terintegrasi Mekari yang menyediakan tanda tangan digital. Dengan standar keamanan dan enkripsi tingkat tinggi, Mekari Sign memastikan setiap data pribadi dalam dokumen Anda, mulai dari tanda tangan elektronik hingga e-Meterai terlindungi secara maksimal dan sah.
Kelola dokumen digital Anda dengan aman melalui Mekari Sign!

Referensi:
- Undang-undang No. 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi.
- National Cyber Security Index.
- Ancaman Digital 2025: 133,4 Juta Serangan Siber Terjadi di RI. Cyberhub.
