8 min read

Apa Itu Biometrik? Cara Kerja, Manfaat, Jenis, dan Contohnya

Diperbarui 01 November 2023
Bagikan artikel iniTwitterTwitterWhatsappWhatsappLinkedinLinkedinFacebookFacebook
Featured Image Apa Itu Biometrik Pengertian Jenis dan Contohnya
Apa Itu Biometrik? Cara Kerja, Manfaat, Jenis, dan Contohnya

Biometrik merupakan salah satu metode keamanan terbaik saat ini. Bagaimana tidak? Setiap orang memiliki identifikasi biometrik yang berbeda-beda. Tak heran, metode keamanan ini digunakan di berbagai industri, seperti bank digital, fintech, dan masih banyak lainnya.

Lalu, apa itu biometrik sebenarnya?

Nah, artikel ini akan membahas metode keamanan ini secara lengkap untuk Anda. Mulai dari pengertian biometrik, jenis jenis biometrik, hingga contohnya. Maka dari itu, simak artikel ini sampai selesai ya!

banner tanda tangan elektronik blog mekari sign

Daftar isi

Apa Itu Biometrik?

ilustrasi apa itu biometrik

Sumber gambar: Pixabay

 

Pengertian biometrik adalah identifikasi atau otentikasi berdasarkan fisik maupun karakteristik unik seseorang. Alhasil, akurasi metode keamanan ini sangat tinggi dan sulit dipalsukan. Selain itu, juga lebih praktis dan cepat karena Anda tak perlu ribet mengingat password atau PIN.

Nah, contoh biometrik di kehidupan sehari-hari adalah scan sidik jari, pengenalan wajah, maupun scan retina. Akan tetapi,  penerapannya tak sebatas itu, kok. Ada banyak jenis biometrik dan kami akan membahasnya di bawah. Sebelum itu, penting bagi Anda untuk mengetahui sejarahnya terlebih dahulu.

Baca juga: Mengenal Verifikasi Identitas Biometrik yang Canggih dan Aman

Sejarah Singkat mengenai Biometrik

Ternyata, sidik jari sudah digunakan sejak abad kedua sebelum masehi, lho. Tepatnya, oleh kaisar China saat itu, Ts’In She yang mengesahkan dokumen tertentu dengan sidik jarinya.

Sedangkan dari sisi bisnis, sidik jari pertama digunakan pada tahun 1858 oleh William James Herschel yang menjabat sebagai administrator Inggris di India. Saat itu beliau ditugaskan untuk membangun jalan raya di Bengal, sehingga ia mengharuskan para kontraktornya untuk menandatangani perjanjian kerja menggunakan sidik jari.

Kemudian di tahun 1860, para operator telegraf mengenali satu sama lain dengan kode Morse yang unik untuk setiap operatornya. Bahkan, metode ini juga digunakan di Perang Dunia Kedua untuk mengidentifikasi pesan yang diterima. Menarik juga, ya?

Bagaimana Cara Kerja Biometrik?

Cara Kerja Biometrik

Metode keamanan ini terdengar sangat canggih dan rumit. Benarkah? Untuk menjawabnya, berikut cara kerja biometrik:

  • Pertama, Anda harus menyimpan data Anda pada sistem melalui scan. Data ini akan langsung dienkripsi dan disimpan dalam database.
  • Selanjutnya, saat Anda hendak masuk ke sistem, Anda akan diminta untuk melakukan scan identifikasi. Bila sudah, sistem akan memverifikasi identitas dengan mencocokkannya pada database Anda.
  • Bila identitas sesuai, maka Anda akan dibolehkan masuk atau mengakses sistem tersebut.

Jadi, ada tiga komponen dibalik metode keamanan ini yaitu:

  • Alat scan untuk menyimpan atau mengidentifikasi data Anda
  • Software yang bertugas untuk membandingkan hasil scan dengan database
  • Database yang berisi data Anda untuk dijadikan perbandingan

Bagaimana, cukup sederhana, bukan?

Faktor Penilaian Otentikasi Biometrik

Setelah cara kerjanya, berikut tujuh faktor yang digunakan untuk menilai otentikasinya:

  • Universalitas (Universality): setiap orang yang memakai sistem pasti memiliki suatu sifat.
  • Keunikan (Uniqueness): sifat tersebut harus cukup berbeda di setiap individunya, sehingga bisa dibedakan satu sama lain.
  • Keabadian (Permanence): suatu sifat akan berubah seiring berjalannya waktu. Khususnya, sifat dengan permanence yang “baik” akan tetap saja sepanjang waktu dengan algoritma yang ada.
  • Terukur (Measurability): berhubungan dengan kemudahan untuk mengukur dan menyimpan sifat tersebut. Kemudian, data tersebut harus dalam bentuk yang bisa diproses dan di ekstrak sesuai fitur yang ada.
  • Performa (Performance): berhubungan dengan akurasi, kecepatan, dan kokohnya teknologi yang digunakan.
  • Dapat Diterima (Acceptability): bagaimana individu dalam suatu populasi menerima teknologi ini, sehingga mereka mau data biometriknya disimpan.
  • Pengelakan (Circumvention): berhubungan dengan kemudahan dimana data dapat ditiru menggunakan artefak atau alat pengganti lainnya.

Apa Saja Jenis Biometrik?

Saat ini, ada dua jenisnya, yakni:

1.    Biometrik Berdasarkan Fisiologis

Jenis yang pertama adalah berdasarkan fisiologis Anda. Baik secara bentuk fisik (morfologis) maupun biologis.

Contoh morfologis biometrik tersebut adalah:

  • Identifikasi dari sidik jari
  • Bentuk tangan
  • Bentuk jari
  • Pola pembuluh darah
  • Mata (iris dan retina)
  • Bentuk bentuk wajah Anda.

Sedangkan contoh jenis biologis adalah:

  • DNA
  • Darah
  • Air liur
  • Urine.

2.    Biometrik Berdasarkan Perilaku

Jenis yang kedua adalah berdasarkan perilaku Anda. Misalnya, pengenal suara, cara Anda menulis, bentuk tanda tangan Anda, cara Anda mengetik, hingga suara langkah Anda.

Sayangnya, jenis berdasarkan perilaku ini tak seakurat jenis pertama. Sebab, data yang tersimpan adalah data saat Anda berada dalam kondisi stabil. Artinya, bila Anda sedang stress atau emosi tak stabil, maka identifikasi biometrik ini bisa saja gagal.

Baca juga: Ini 9 Arti Tanda Tangan menurut Ilmu Grafologi [Terbaru!]

Contoh Penerapan Biometrik

Tingkat keamanan dan kemudahan biometrik membuatnya diterapkan pada berbagai sektor di seluruh dunia. Apa saja?

–       Penegak Hukum

Lembaga penegak hukum di beberapa negara juga menggunakan metode keamanan ini untuk menegakkan hukum yang berlaku. Mulai dari otomatis mengumpulkan berbagai data kriminal, hingga deteksi wajah langsung melalui kamera CCTV di tempat-tempat umum.

–       Militer

Tentu saja militer juga menggunakan metode keamanan canggih ini Namun, informasi tentang hal ini sangatlah sulit ditemukan karena menjadi rahasia negara. Menurut salah satu sumber, sekitar 7,4 juta identitas biometrik yang tersimpan di Amerika Serikat berasal dari operasi militer di Iraq dan Afghanistan.

–       Imigrasi

Dari sektor imigrasi, biometrik ada dalam bentuk paspor yang Anda miliki. Di dalamnya terdapat foto Anda, sidik jari, hingga tanda tangan yang akan diidentifikasi di saat Anda bepergian lintas negara. Maka dari itu, terdapat alat scan sidik jari dan wajah di bandara saat Anda melewati pemeriksaan imigrasi.

Baca juga: Keabsahan Tanda Tangan Elektronik di Indonesia

–       Bidang Kesehatan

Beberapa negara sudah menerapkan biometrik pada bidang kesehatan, contohnya adalah Gabon. Negara ini menerapkan metode ini agar program kesehatan pemerintah tidak disalahgunakan oleh pihak-pihak nakal. Jadi, sebelum dirawat atau melakukan pemeriksaan, warga Gabon akan melakukan identifikasi dengan foto dan dua sidik jari.

–       Kependudukan

Penerapan selanjutnya adalah di sektor kependudukan dimana sudah banyak negara yang menerapkan hal ini. Tujuannya tentu saja untuk mengidentifikasi setiap warga negara dengan cepat dan praktis. Biasanya identifikasi dilakukan dengan sidik jari, foto, dan scan iris.

–       Akses Tempat/Sistem

Salah satu penerapan biometrik yang populer adalah untuk akses tempat atau sistem. Anda bisa menemukan penerapan ini di kehidupan sehari-hari. Mulai dari akses gedung, akses smartphone, akses laptop, dan masih banyak lainnya.

–       Kepentingan Komersial

Metode ini juga diterapkan untuk kepentingan komersial. Misalnya, Anda diharuskan scan sidik jari sebelum melakukan transaksi atau bank yang meminta KYC (Know Your Customer) saat Anda membuka rekening.

–      Tanda Tangan Elektronik Tersertifikasi

Terakhir, biometrik juga diterapkan saat Anda hendak menggunakan tanda tangan elektronik tersertifikasi. Contohnya, di Mekari Sign Anda harus melengkapi eKYC terlebih dahulu sebelum bisa menggunakan tanda tangan tersertifikasi. Proses eKYC ini terdiri dari pengisian data untuk dicocokkan dengan Dukcpail, serta verifikasi biometrik liveness detection. Proses ini untuk memastikan bahwa identitas penandatangan memang benar adanya.

Baca juga: Apa Itu eKYC? Semua Hal yang Perlu Anda Ketahui!

Oh ya, per Maret 2023 ada penyesuaian biaya eKYC di Mekari Sign karena ada perubahan terkait peraturan eKYC dari pemerintah Indonesia. Detailnya bisa Anda temukan di artikel → Penyesuaian Biaya eKYC di Mekari Sign Sesuai PP Terbaru [2023]

Apa Saja Manfaat Biometrik?

Setelah mengetahui cara kerja dan penerapan biometrik, berikut beberapa manfaat biometrik yang bisa Anda rasakan:

1.    Keamanan dengan Akurasi Tinggi

Seperti yang sudah dijelaskan, biometrik menggunakan fisik atau karakteristik Anda, sehingga memiliki tingkat akurasi yang tinggi. Dengan kata lain, hampir tidak mungkin sistem akan salah mengidentifikasi Anda sebagai orang lain.

2.    Lebih Praktis dan Cepat

Melakukan identifikasi biometrik itu sangat praktis dan cepat, lho. Anda tinggal melakukan scan dan Anda akan mendapatkan akses dalam hitungan detik. Ini tentu saja jauh lebih cepat daripada mengetik password, apalagi bila password Anda sangat panjang dan terdapat karakter unik di dalamnya.

3.    Hampir Tak Mungkin untuk Dipalsukan

Tahukah Anda, kalau kemungkinan sidik jari Anda persis dengan orang lain itu adalah 64 miliar berbanding satu? Tak heran bila sampai sekarang belum ditemukan manusia dengan dua sidik jari yang sama. Efeknya, biometrik hampir tidak mungkin untuk dipalsukan.

4.    Tak Bisa Dipindahkan

Manfaat biometrik yang terakhir adalah sifatnya yang tak bisa dipindahkan. Artinya, orang tersebut harus berada di depan scanner untuk melakukan identifikasi. Ini berbeda dari password atau PIN yang bisa dibagikan dimana risiko untuk dibajak akan lebih tinggi.

Kelebihan dan Kekurangan Biometrik

ilustrasi kelebihan dan kekurangan biometrik

Sumber gambar: Pixabay

 

Sama seperti metode keamanan lainnya, biometrik juga memiliki kelebihan dan kekurangan. Apa saja?

–       Kelebihan Biometrik

  • Sulit untuk dicuri atau dipalsukan
  • Praktis untuk digunakan
  • Identifikasi yang sama seumur hidup Anda
  • Tak bisa dialihkan atau dititipkan

–       Kekurangan Biometrik

  • Membangun sistem biometrik membutuhkan dana yang tak sedikit
  • Jika ada sedikit bagian saja yang gagal terscan, maka sistem tak akan bisa mengenali Anda
  • Database biometrik berisiko dibobol
  • Bila Anda terluka, kemungkinan biometrik akan gagal. Misalnya, luka bakar pada sidik jari.

Penutup

Logo Mekari Sign

Biometrik adalah metode keamanan yang super canggih. Walaupun cara kerjanya sederhana, tapi biometrik mampu melakukan identifikasi berdasarkan keunikan masing-masing orang. Mulai dari sidik jari, wajah, DNA, hingga tanda tangan sekalipun.

Bila artikel ini membantu Anda, jangan lupa untuk mengisi kolom subscribe di halaman ini ya. Dengan begitu, Anda tak akan ketinggalan berbagai artikel terbaru dari Mekari eSign. Sampai jumpa di artikel selanjutnya!

Coba Mekari Sign Sekarang!

Kategori : Identitas Digital
WhatsApp WhatsApp Sales