icon
Keamanan Digital
6 min read

Apa Itu Keamanan Data? Pengertian, Ancaman & Strateginya

Ditulis oleh:
Mekari Sign Author Fadillah Rafli Anwari
Diperbarui
Share
WhatsApp X LinkedIn Facebook
Keamanan Data
Apa Itu Keamanan Data? Pengertian, Ancaman & Strateginya

Mekari Sign Highlights

  • Kebocoran data perusahaan kini berisiko memicu denda administratif hingga miliaran rupiah.
  • Terapkan strategi least privilege dan enkripsi menyeluruh untuk melindungi aset digital dari akses tak sah.
  • Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP) yang berlaku penuh mewajibkan setiap bisnis memiliki standar keamanan siber yang ketat.

Kemudahan arus informasi saat ini ibarat pedang bermata dua. Di satu sisi, digitalisasi mempermudah operasional bisnis; di sisi lain, meluasnya jejak digital membuat aset informasi perusahaan dan privasi pelanggan menjadi sasaran empuk kejahatan siber. Karena itu, perusahaan Anda membutuhkan keamanan data yang tangguh.

Lalu, apa yang dimaksud dengan keamanan data? Bagaimana cara yang akan dilakukan untuk menjaga keamanan data? Artikel ini akan menjelaskan terkait pengertian, tujuan, ancaman, hingga strategi yang bisa dilakukan oleh bisnis Anda. Pelajari artikel berikut ini!

Apa itu Keamanan Data?

Keamanan data (data security) adalah serangkaian proses, kebijakan, dan teknologi yang dirancang untuk melindungi segala jenis data digital perusahaan mulai dari data pelanggan, finansial, kekayaan intelektual, hingga dokumen rahasia, dari akses tidak sah, kerusakan, manipulasi, atau pencurian.

Langkah ini wajib dilakukan oleh perusahaan yang mengelola beragam data personal karyawan atau klien mereka. Apabila data tersebut hilang, dicuri, atau diperjualbelikan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab, perusahaan bisa rugi besar dan kehilangan kepercayaan publik.

Baca Juga: Peran Public Key Infrastructure Bagi Keamanan Digital Anda

Tujuan Keamanan Data

Keamanan data dilakukan untuk mencapai tujuan tertentu. Berikut adalah beberapa tujuan yang bisa diaplikasikan:

  • Melindungi data sensitif berupa data personal, keuangan, hak milik, dan sebagainya.
  • Mencegah serangan siber (cybercrime): Perlindungan ini memblokir celah dari aktivitas kriminal, seperti peretasan (hacking), phishing, hingga spoofing.
  • Menjaga produktivitas perusahaan: Keamanan data perusahaan menjadi kunci nomor satu dalam menjaga kelangsungan bisnis.
  • Meningkatkan digital trust sehingga integritas perusahaan dan kepercayaan pelanggan terjaga.
  • Mematuhi hukum dan aturan. Keamanan data tidak hanya dilakukan sebagai inisiatif pelindungan, tetapi langkah ini memiliki dasar hukumnya.

Di Indonesia terdapat Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi (UU PDP). Mengingat masa transisinya telah berakhir, setiap perusahaan kini wajib mematuhi aturan tersebut guna menghindari sanksi administratif hingga denda miliaran rupiah.

Jenis Keamanan Data

Seperti yang telah dijelaskan, keamanan data dilakukan untuk mencegah adanya aktivitas kriminal yang melibatkan pencurian data. Beberapa jenis ancaman keamanan data adalah sebagai berikut:

berikut:

  • Malware: Perangkat lunak yang berbahaya, seperti virus, worm, dan spyware, yang dapat masuk ke sistem kemudian mencuri, mengacaukan, atau menghancurkan data.
  • Serangan Phishing: Upaya penipuan untuk memperoleh data sensitif dengan menyamar menjadi pihak yang tepercaya. Biasanya dilakukan melalui surel (e-mail), SMS, atau situs berbahaya.
  • Ancaman Internal: Ancaman datang dari dalam perusahaan untuk mencuri, membocorkan, atau memanipulasi data terkait.
  • Ransomware: Jenis malware yang menyandera data perusahaan lalu meminta tebusan berupa bayaran agar sistem dapat dipulihkan kembali.
  • Serangan DoS dan DDoS: Serangan Denial of Service (DoS) dan Distributed Denial of Service (DDoS) membebani sistem jaringan pada situs web dengan lalu lintas palsu sehingga tidak dapat diakses oleh pengguna (user) dan memengaruhi data yang tersedia.
  • Pencurian Secara Fisik: Kehilangan atau pencurian perangkat seperti laptop, USB, hard drive, atau barang lainnya yang berisi informasi sensitif dapat menjadi salah satu penyebab ancaman keamanan data.
  • Serangan Man-in-the-Middle (MitM): MitM adalah salah satu bentuk ancaman yang dilakukan dengan menyadap, lalu mengubah dan mencuri data sensitif saat dua belah pihak sedang berkomunikasi.

Metode dan Teknik Keamanan Data

Ada beberapa metode atau teknik pelindungan data, sebagai berikut:

1. Enkripsi (Encryption)

Enkripsi adalah salah satu metode untuk mengubah data dari yang dapat dibaca (plaintext) menjadi kumpulan tulisan yang tidak dapat dipahami atau kode rahasia (ciphertext). Hal ini dilakukan dengan tujuan untuk menjaga kerahasiaan data pengguna terkait sehingga pihak luar tidak dapat melihat teks aslinya.

Contoh dari enkripsi dapat Anda temukan pada sistem perpesanan instan seperti WhatsApp.

2. Penghapusan Data (Data Erasure)

Data erasure adalah penghapusan data yang dilakukan dengan menimpa data secara menyeluruh sehingga lebih aman dibandingkan penghapusan biasa. Hal ini dilakukan agar data yang sudah dihapus sejak lama tidak dapat lagi dipulihkan untuk menjamin keamanan data.

3. Penyamaran Data (Data Masking)

Data masking adalah penyamaran data untuk keamanan informasi pribadi. Data masking ini berupa angka maupun huruf yang dimodifikasi dari aslinya.

Penyamaran ini penting dilakukan agar data privasi yang bersifat sensitif, seperti nama, tanggal lahir, dan nomor kartu kredit, tidak dapat dilihat secara sembarangan oleh siapa pun. Pihak yang ingin mencuri pun tidak dapat melihat data aslinya berkat metode ini.

4. Ketahanan Data (Data Resiliency)

Ketahanan data bergantung pada sistem yang dijalankan oleh perusahaan/organisasi. Penerapan ketahanan data itu penting apabila terjadi hal-hal yang tidak diinginkan di luar ke

Strategi Keamanan Data

Setelah memahami penjelasan lengkap mengenai ancaman, lalu bagaimana cara meningkatkan keamanan dalam sebuah jaringan? Ada beberapa strategi yang bisa dilakukan, sebagai berikut:

1. Pengamanan Infrastruktur dan Server

Gunakan infrastruktur penyimpanan yang tangguh, baik on-premise maupun cloud. Pastikan vendor cloud Anda menerapkan enkripsi end-to-end dan memiliki sertifikasi keamanan standar industri (seperti ISO 27001) agar data terlindungi secara maksimal.

2. Manajemen Kontrol Akses Terbatas

Terapkan prinsip Least Privilege (hak akses paling minim). Batasi akses data sensitif hanya kepada pihak yang benar-benar membutuhkannya untuk operasional. Gunakan sistem Role-Based Access Control (RBAC) untuk meminimalisasi ancaman dari dalam (insider threat).

3. Keamanan aplikasi dan patching

Seluruh aplikasi yang digunakan untuk menyimpan data sensitif sebaiknya segera melakukan update ke versi terbaru (patching).

4. Cadangan Data (Backups)

Anda dan perusahaan wajib memiliki cadangan data apabila terjadi sesuatu pada database utama. Backups menjadi strategi yang penting untuk dilakukan karena data menjadi semakin aman, terhindar dari aktivitas kejahatan.

5. Pelatihan karyawan

Sumber daya manusia dalam suatu perusahaan adalah aset yang krusial dalam memproteksi data perusahaan. Perusahaan bisa mengadakan pelatihan edukatif mengenai praktik keamanan data dan mengenali segala jenis ancamannya.

6. Pemantauan dan kontrol jaringan sampai titik akhir

Anda harus menerapkan rangkaian lengkap peralatan untuk melindungi data Anda, mulai dari alat manajemen deteksi, ancaman, hingga respons pada software cloud Anda. Hal ini dapat menurunkan risiko dan pelanggaran keamanan.

Baca Juga: Tetap Waspada! Berikut Cara Mengatasi Serangan Hacker


Itulah penjelasan mengenai keamanan data. Penerapan ini sangat penting untuk memastikan ekosistem keamanan digital bisnis Anda terjaga. Proteksi atau keamanan yang tinggi dapat mengurangi terjadinya kerugian pada perusahaan dan meningkatkan kepercayaan bagi pelanggan dan bisnis lain.

Hal ini juga termasuk dalam penggunaan tanda tangan digital yang tersertifikasi dan eKYC yang aman. Anda bisa mendapatkannya secara resmi lewat Mekari Sign. Fitur utama kami memberikan perlindungan pada setiap data pada dokumen Anda sehingga aman dari serangan siber.

Lindungi Dokumen Anda dengan Tanda Tangan Digital!

CTA Banner Tanda Tangan Digital
WhatsApp WhatsApp Sales