icon

Amandemen Kontrak: Panduan Menyusun Perubahan Perjanjian

Ditulis oleh:
Mekari Sign Author Almer Alyafaras
Diperbarui
Share
WhatsApp X LinkedIn Facebook
featured image amandemen kontrak
Amandemen Kontrak: Panduan Menyusun Perubahan Perjanjian
Mekari Sign Highlights

  • Amandemen kontrak merupakan perubahan yang disepakati para pihak terhadap ketentuan dalam perjanjian yang sudah ada.
  • Perubahan dapat mencakup harga, jangka waktu, ruang lingkup, pembayaran, atau ketentuan lain sesuai kesepakatan para pihak.
  • Dokumen amandemen sebaiknya merujuk pada kontrak utama dan menjelaskan bagian yang berubah agar hubungan kedua dokumen tetap jelas.
  • Review terhadap klausul yang saling berkaitan membantu menjaga konsistensi kontrak setelah perubahan dibuat.
  • Amandemen dapat melalui proses review, approval, dan penandatanganan secara elektronik setelah para pihak menyepakati perubahan.

Kontrak bisnis dapat berubah ketika kerja sama sudah berjalan. Harga dapat menyesuaikan, masa berlaku dapat diperpanjang, atau ruang lingkup pekerjaan dapat berkembang mengikuti kebutuhan perusahaan.

Saat kesepakatan berubah, para pihak perlu menuangkannya dalam dokumen yang jelas. Amandemen kontrak menjadi salah satu cara untuk mencatat perubahan terhadap perjanjian yang sudah ada.

Lalu, apa itu amandemen kontrak, kapan perusahaan menggunakannya, dan apa yang perlu diperhatikan sebelum perubahan disepakati? Berikut pembahasannya, termasuk contoh format amandemen yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan.

Apa Itu Amandemen Kontrak?

EBSCO menjelaskan amendment sebagai perubahan formal atau penambahan terhadap dokumen hukum, termasuk kontrak. Perubahan tersebut dapat menambah, mengubah, atau menghapus bagian tertentu dari dokumen.

Investopedia menjelaskan amendment sebagai perubahan atau tambahan pada dokumen atau perjanjian yang memperbarui ketentuan sebelumnya.

Dalam konteks kontrak, amandemen adalah perubahan yang disepakati para pihak terhadap ketentuan dalam perjanjian yang sudah ada. Perubahan tersebut dapat dituangkan dalam dokumen amandemen yang merujuk pada perjanjian utama.

Perubahan dapat terbatas pada bagian tertentu dari kontrak, sementara ketentuan lain tetap mengikuti perjanjian utama. Karena itu, dokumen amandemen perlu menunjukkan bagian yang berubah dan hubungan perubahan tersebut dengan kontrak utama.

Kapan Amandemen Kontrak Digunakan dan Apa yang Perlu Diperhatikan?

Perusahaan dapat menggunakan amandemen ketika para pihak menyepakati perubahan terhadap kontrak yang sedang berjalan. Kebutuhan tersebut dapat muncul karena perubahan kondisi bisnis, perkembangan proyek, atau penyesuaian operasional.

Contoh Perubahan yang Dapat Dituangkan dalam Amandemen

Beberapa bagian kontrak yang dapat mengalami perubahan antara lain:

Bagian Kontrak Contoh Perubahan
Harga Penyesuaian nilai barang atau jasa.
Jangka waktu Perpanjangan atau perubahan periode kerja sama.
Ruang lingkup Penambahan pekerjaan atau perubahan spesifikasi.
Pembayaran Perubahan jadwal atau mekanisme pembayaran.
Hak dan kewajiban Penyesuaian tanggung jawab masing-masing pihak.

Perubahan pada satu bagian dapat berkaitan dengan ketentuan lain dalam kontrak. Misalnya, perubahan harga dapat memengaruhi mekanisme pembayaran, formula denda, atau ketentuan lain yang menggunakan nilai kontrak sebagai dasar perhitungan.

Hal yang Perlu Diperiksa Sebelum Membuat Amandemen

Langkah pertama adalah memeriksa klausul perubahan dalam kontrak utama. Klausul tersebut dapat mengatur mekanisme yang perlu ditempuh para pihak ketika mereka ingin mengubah kesepakatan.

Dalam hukum perjanjian Indonesia, Pasal 1338 KUHPerdata menjadi salah satu dasar yang relevan. Ayat (1) menyatakan bahwa persetujuan yang dibuat secara sah berlaku sebagai undang-undang bagi pihak yang membuatnya, sedangkan ayat (2) mengatur bahwa persetujuan tersebut tidak dapat ditarik kembali selain dengan kesepakatan kedua belah pihak atau alasan yang ditentukan undang-undang. Ketentuan ini berkaitan dengan pentingnya kesepakatan para pihak ketika melakukan perubahan terhadap perjanjian.

Setelah bagian yang berubah ditemukan, para pihak dapat menyepakati rumusan perubahan dan tanggal efektifnya. Tanggal tersebut membantu menentukan kapan ketentuan baru mulai berlaku sesuai kesepakatan.

Review juga perlu melihat klausul lain yang berkaitan dengan perubahan. Cara ini membantu tim menemukan dampak perubahan sebelum dokumen masuk ke tahap finalisasi.

Jika perubahan melibatkan pihak yang mewakili perusahaan, kewenangan penandatangan juga perlu diperiksa. Langkah tersebut membantu memastikan pihak yang menandatangani memiliki kewenangan untuk mewakili pihak yang bersangkutan.

Untuk pembahasan yang lebih khusus mengenai perubahan kontrak, Anda dapat membaca perbedaan amandemen dan adendum.

Bagaimana Cara Membuat Amandemen Kontrak?

Penyusunan amandemen dapat mengikuti alur sederhana berikut.

  1. Periksa kontrak utama. Identifikasi klausul perubahan dan bagian lain yang berkaitan.
  2. Tentukan perubahan. Para pihak menyepakati ketentuan yang akan diubah, ditambahkan, atau disesuaikan.
  3. Tentukan tanggal efektif. Cantumkan kapan perubahan mulai berlaku berdasarkan kesepakatan para pihak.
  4. Susun dokumen amandemen. Rujuk kontrak utama dan jelaskan bagian yang mengalami perubahan.
  5. Lakukan review. Periksa konsistensi rumusan baru dengan ketentuan lain dalam kontrak.
  6. Finalisasi dan tandatangani. Setelah para pihak menyepakati isi akhir, dokumen dapat masuk ke tahap penandatanganan sesuai mekanisme yang berlaku.

Format Amandemen Kontrak

Format amandemen dapat menyesuaikan jenis kontrak dan perubahan yang dibuat. Berikut contoh sederhana untuk perubahan ruang lingkup, nilai kontrak, dan jangka waktu.

AMANDEMEN PERTAMA
ATAS PERJANJIAN [JENIS PERJANJIAN]

Nomor: [NOMOR AMANDEMEN]

Merujuk pada Perjanjian [JENIS PERJANJIAN] Nomor [NOMOR KONTRAK] tanggal [TANGGAL KONTRAK], Para Pihak sepakat melakukan perubahan dengan ketentuan berikut:

PASAL 1
PERUBAHAN RUANG LINGKUP

Para Pihak sepakat mengubah ketentuan Pasal [NOMOR PASAL] dalam Perjanjian Pokok sehingga berbunyi:

“[ISI KETENTUAN BARU]”

PASAL 2
PERUBAHAN NILAI KONTRAK

Nilai Perjanjian menjadi sebesar [NILAI BARU].

PASAL 3
PERUBAHAN JANGKA WAKTU

Jangka waktu Perjanjian berubah menjadi sampai dengan [TANGGAL SELESAI].

PASAL 4
TANGGAL EFEKTIF

Perubahan sebagaimana dimaksud dalam Amandemen ini berlaku sejak [TANGGAL EFEKTIF].

PASAL 5
KETENTUAN LAIN

Ketentuan dalam Perjanjian Pokok yang tidak diubah melalui Amandemen ini tetap berlaku sesuai kesepakatan Para Pihak.

PASAL 6
PENUTUP

Amandemen ini menjadi bagian dari Perjanjian Pokok dan berlaku bersama dengan ketentuan Perjanjian Pokok yang tidak mengalami perubahan.

[KOTA], [TANGGAL]

PIHAK PERTAMA PIHAK KEDUA

[NAMA] [NAMA]
[JABATAN] [JABATAN]

Format tersebut merupakan contoh umum. Perusahaan dapat menyesuaikan susunan pasal dan rumusan perubahan dengan isi kontrak utama serta kesepakatan para pihak.

Contoh Amandemen untuk Perpanjangan Kontrak

Perpanjangan masa kerja sama dapat menjadi salah satu perubahan yang dituangkan dalam amandemen. Misalnya, kontrak awal berlaku sampai 31 Desember 2026 dan para pihak menyepakati perpanjangan sampai 31 Desember 2027.

PASAL [X]
JANGKA WAKTU

Para Pihak sepakat mengubah ketentuan Pasal [X] Perjanjian Pokok mengenai jangka waktu menjadi:

“Perjanjian berlaku sampai dengan tanggal 31 Desember 2027.”

Ketentuan lain dalam Perjanjian Pokok tetap berlaku sesuai kesepakatan Para Pihak.

Contoh tersebut menggambarkan perubahan jangka waktu. Perusahaan tetap perlu memeriksa ketentuan mengenai perpanjangan, pemberitahuan, dan klausul lain yang berkaitan dalam kontrak utama.

Apakah Amandemen Kontrak Perlu Ditandatangani?

Perubahan kontrak mengikuti kesepakatan para pihak. Jika kontrak utama mengatur bentuk atau mekanisme perubahan tertentu, para pihak perlu mengikuti ketentuan tersebut saat menyusun amandemen.

Ketika perubahan dituangkan dalam dokumen amandemen, penandatanganan dapat menjadi bagian dari proses untuk menyatakan persetujuan para pihak terhadap isi perubahan.

Setelah draf selesai melalui proses review dan approval, para pihak dapat membubuhkan Tanda Tangan Elektronik pada dokumen yang telah disepakati.

Jika satu kontrak mengalami beberapa kali perubahan, penomoran seperti “Amandemen Pertama” atau “Amandemen Kedua” dapat membantu tim mengenali urutan dokumennya. Penyimpanan dokumen perubahan bersama kontrak utama juga membantu tim menelusuri versi dan riwayat perjanjian.

Dengan Mekari Sign, perusahaan dapat melanjutkan proses review, approval, dan signing dokumen secara digital dalam alur yang lebih tertata.

Penutup

Amandemen kontrak digunakan untuk mendokumentasikan perubahan yang disepakati terhadap perjanjian yang sudah ada. Perubahan dapat mencakup harga, jangka waktu, ruang lingkup, pembayaran, maupun ketentuan lain dalam kontrak.

Sebelum membuat amandemen, tim sebaiknya memeriksa klausul perubahan dalam kontrak utama, menentukan bagian yang terdampak, dan menyepakati rumusan serta tanggal efektif perubahan. Review terhadap klausul yang berkaitan membantu menjaga konsistensi kontrak.

Setelah perubahan disepakati, dokumen dapat masuk ke proses persetujuan dan penandatanganan. Pengelolaan dokumen yang tertata membantu perusahaan menjaga hubungan antara kontrak utama dan setiap perubahan yang dibuat.

Permudah Penandatanganan Amandemen Kontrak dengan Mekari Sign
295379-cta-logo
WhatsApp WhatsApp Sales