- Privasi data adalah hak seseorang untuk membatasi sejauh mana informasi pribadi mereka bisa diakses suatu perusahaan
- Melakukan privasi data bisa mencegah identity theft, phishing, cyber bullying, bahkan menjaga loyalitas pelanggan
- Perusahaan sebagai pengelola data harus menerapkan 6 prinsip dalam melakukan data privacy, yaitu Akses, Transparansi, Persetujuan, Akurasi, Pembatasan Pengumpulan, dan Keamanan
- Mengaktifkan fitur Find My Device dan Incognito bagi seseorang serta adanya kebijakan privasi yang jelas dari perusahaan adalah contoh penerapan privasi data
Laporan The State of Digital Trust in 2025 menyebut bahwa 59% konsumen merasa tidak nyaman jika data pribadi mereka digunakan untuk keperluan training AI. Meski AI itu bisa saja bermanfaat untuk mereka di kemudian hari, penolakan tersebut merupakan suatu batasan seseorang terhadap data mereka.
Batasan itu disebut privasi data. Memahami privacy ini adalah langkah awal individu untuk menjaga informasi sensitif mereka serta untuk membangun loyalitas konsumen bagi perusahaan. Artikel ini akan membahas pengertian, contoh, prinsip, serta cara melakukan privasi data.
Apa Itu Privasi Data?
Privasi data adalah hak individu untuk menentukan sejauh mana informasi tentang diri mereka dikumpulkan, disimpan, dan digunakan oleh suatu perusahaan/organisasi. Dalam konteks digital, data privacy berkaitan dengan penanganan data pribadi secara hukum dan etika.
Perlindungan data ini berarti memastikan data pribadi seseorang tidak diakses oleh sembarang pihak. Seluruh pengumpulan dan penggunaan data harus dilakukan dengan izin dan tujuan yang jelas.
Untuk Apa Privasi Data?
Melindungi kerahasiaan data berfungsi mencegah berbagai ancaman privasi data seperti identity theft, data breaching, atau spear phishing. Peran Undang-Undang No. 27 tentang Pelindungan Data Pribadi pun diperlukan guna mengatur pemrosesan data, hak pemilik, kewajiban pengelola, serta sanksi bagi yang melanggar privasi data.
Lebih lanjut, berikut alasan penting untuk privasi informasi:
- Menjaga otonomi individu: Memberikan kontrol penuh kepada pemilik data atas informasi mereka sendiri
- Mencegah intimidasi online: Menghindari kasus pelecehan atau bullying secara daring akibat fisik, gender, riwayat kesehatan, atau lainnya
- Menjauhi pencemaran nama baik: Mencegah penipuan atau sesuatu yang mengatasnamakan Anda tanpa izin yang jelas
- Membangun kepercayaan klien: Menjaga trust dan loyalitas pelanggan karena perusahaan menjaga kerahasiaan data mereka
- Kepatuhan hukum: Memastikan perusahaan tidak terkena sanksi dari regulasi
Baca Juga: Selain Privasi, Jaga Keamanan Data
6 Prinsip Privasi Data
Dalam hal bisnis, terdapat enam prinsip perlindungan privasi data yang wajib diikuti oleh setiap pengelola data:
- Akses: Pengguna harus bisa mengakses, memperbarui, atau mengubah data pribadi mereka meski sudah dikumpulkan oleh perusahaan
- Transparansi: Pengguna harus tahu jenis dan tujuan data diambil serta pemilik akses lain
- Persetujuan: Data hanya boleh digunakan sesuai dengan alasan awal saat data tersebut diambil
- Akurasi: Perusahaan harus memastikan keakuratan informasi pengguna yang mereka simpan agar tidak melanggar privasi pengguna lain
- Pembatasan Pengumpulan: Informasi pengguna yang dikumpulkan atau disimpan harus hanya data yang relevan
- Keamanan: Perusahaan harus menjamin perlindungan teknis untuk mencegah akses ilegal
Baca Juga: Lakukan Privasi Data dengan Literasi Digital Ini
Cara Melakukan Privasi Data
Data privacy bisa dilakukan dengan mudah melalui cara berikut. Baik oleh pemilik maupun pengelola data, caranya mirip dengan melindungi data pribadi.
- Enkripsi data: Ubah informasi penting Anda menjadi kode rahasia agar tidak bisa dibaca oleh pihak tanpa akses (seperti enkripsi end-to-end)
- Autentikasi dua faktor (2FA): Tambahkan keamanan ekstra selain penggunaan password
- Batasan akses (Access Control): Hanya memberikan izin akses data kepada pihak yang benar-benar membutuhkannya untuk pekerjaan
- Audit keamanan berkala: Melakukan peninjauan sistem secara rutin untuk menutup celah keamanan
- Penghapusan data otomatis: Perusahaan bisa menghapus data pelanggan yang sudah tidak diperlukan lagi sesuai dengan masa retensi
Bagaimana Contoh Penerapan Privasi Data?
Berikut beberapa contoh penerapan privasi informasi dalam kehidupan sehari-hari atau dunia bisnis.
- Nonaktifkan fitur Allow Site Tracking: Mencegah situs web melacak aktivitas browsing Anda untuk keperluan iklan bertarget
- Menggunakan Incognito Browsing: Browsing tanpa menyimpan jejak digital pada perangkat
- Pengaktifan fitur Find My Device atau Find My: Melindungi privasi dengan melacak, mengunci, atau menghapus data HP yang hilang dari jarak jauh
- Pengaturan izin: Memberi klien kesempatan untuk menyetujui atau menolak pengumpulan data pribadi mereka
- Kebijakan privasi: Dokumen transparan yang menjelaskan bagaimana perusahaan mengelola dan melindungi data pribadi secara legal
Baca Juga: Hak Anda untuk Akses Konten Digital Juga Diatur?
Mengadopsi prinsip privasi data bagi perusahaan bisa menjawab kekhawatiran konsumen terhadap penggunaan informasi pribadi yang tidak transparan, termasuk dalam pengembangan teknologi AI. Dengan menetapkan batasan yang jelas, Anda sebagai pengguna juga akan terhindar dari penipuan bahkan cyber bullying.
Sementara itu, Mekari Sign adalah aplikasi persetujuan dokumen digital bagian dari ekosistem Mekari tersertifikasi ISO/IEC 27001:2022 yang menyediakan tanda tangan digital. Dengan standar keamanan dan enkripsi tingkat tinggi, Mekari Sign memastikan setiap data pribadi dalam dokumen Anda, mulai dari tanda tangan digital hingga e-Meterai terlindungi secara maksimal dan sah.
Lindungi privasi Anda dalam dokumen digital melalui Mekari Sign!

Referensi
- Privasi Data. Cyberhub.
- Data Privacy. IBM.
- Report: The State of Digital Trust in 2025. Usercentrics.
