Blog

Apa Itu Freelance? Semua Hal yang Perlu Anda Ketahui!

featured image apa itu freelance

Pekerja lepas atau freelance adalah pekerjaan yang semakin diminati akhir-akhir ini. Di tahun 2020 saja, ada sekitar 33 juta pekerja lepas di Indonesia. Wow!

Lalu, apakah Anda juga tertarik mencoba freelance? Atau bahkan berniat menekuninya?

Sebelum itu, yuk pahami dulu apa itu freelance. Di artikel ini, Anda akan belajar kelebihan dan kekurangannya, contoh pekerjaannya, hingga cara menjadi freelance. Terdengar menarik, kan? Maka dari itu, simak sampai akhir, ya!

banner blog tanda tangan digital

Apa Itu Freelance?

ilustrasi apa itu freelance

Sumber gambar: Pixabay

 

Freelance adalah pekerjaan yang tak terikat kontrak jangka panjang, tapi tetap mempunyai ikatan kerja sesuai kesepakatan kedua belah pihak. Biasanya, kontrak kerja ini dibuat berdasarkan per jam, per hari, per proyek, atau per task.

Jadi, Anda tak terikat oleh jam kerja umum atau rutinitas kantoran. Dengan kata lain, Anda bisa bebas bekerja kapanpun dan di manapun selayaknya Digital Nomad.

Pekerja freelance ini biasa disebut dengan freelancer dan biasanya mereka tak terhitung sebagai karyawan suatu perusahaan. Maka dari itu, wajar bagi freelancer untuk mengambil beberapa pekerjaan sekaligus dari perusahaan yang berbeda-beda.

Perbedaan Freelancer dengan Pekerja Biasa

Lengkapnya, berikut beberapa perbedaan pekerja lepas dengan pekerja biasa:

tabel perbedaan freelance dengan pekerja biasa

Kelebihan dan Kekurangan Menjadi Freelance

Menjadi freelancer terdengar menarik, kan? Namun, ada kelebihan dan kekurangannya juga, lho! Apa saja?

Kelebihan Freelance

  • Tidak terikat jam kerja, sehingga Anda bebas bekerja kapanpun asal bisa bertanggungjawab.
  • Bisa bekerja dimana saja, seperti sambil rebahan di rumah, di cafe, di pinggir pantai, dan sebagainya. Asal, memang ada koneksi internet yang memadai.
  • Penghasilan tak terbatas, karena Anda bisa mengambil banyak pekerjaan atau proyek sekaligus. Alhasil, penghasilan Anda per bulannya bisa melebihi pekerja kantoran sekalipun.
  • Potensi luas, karena masih banyak perusahaan yang membutuhkan jasa freelancer.
  • Bekerja sesuai hobi, karena freelance membutuhkan keterampilan dan keahlian khusus.

Kekurangan Freelance

  • Tidak ada fasilitas kantor, seperti asuransi, THR, dan sejenisnya karena Anda terhitung bukan pegawai perusahaan tersebut.
  • Minim sosialisasi, karena biasanya Anda bekerja sendiri atau tanpa tim.
  • Status sosial yang kurang, bagi boomers atau generasi sebelum tahun 80-an, mempunyai pekerjaan kantoran dipandang lebih baik.
  • Lebih cepat burnout, karena Anda mengerjakan dan berpindah-pindah proyek dengan cepat.

Contoh Pekerjaan Freelance

Berikut daftar beberapa contoh pekerjaan yang biasanya tersedia untuk freelance:

–       Penulis Lepas

Anda bisa menjadi content writer yang bertugas menulis artikel untuk blog. Selain itu, Anda juga bisa menjadi jurnalis lepas yang meliput berita lokal untuk website berita. Atau, Anda juga bisa menjadi copywriter untuk suatu campaign promosi.

–       Penerjemah

Bila Anda mahir berbicara dan menulis di dua bahasa atau lebih, maka Anda bisa menjadi penerjemah lepas. Biasanya, perusahaan yang membutuhkan jasa penerjemah adalah untuk keperluan buku, artikel, dan sejenisnya.

–       Editor

Editor bertugas untuk mengecek tulisan, mengubahnya agar lebih menarik, dan mencari kesalahan tata bahasa. Jadi, bila Anda merupakan orang yang teliti dan kritis sebagai pembaca, Anda bisa mencoba menjadi editor lepas.

–       SEO Specialist

SEO atau Search Engine Optimization adalah proses untuk mengoptimasi website agar mendapatkan ranking tinggi di Google. Maka dari itu, banyak bisnis online yang membutuhkan jasa SEO Specialist ini agar bisnis mereka bisa muncul di atas kompetitornya.

–       Desainer Grafis

Anda bisa membuat logo, desain promosi di media sosial, membuat ilustrasi, brosur, leaflet, animasi, dan sebagainya. Maka dari itu, banyak bisnis yang membutuhkan jasa desainer grafis dalam promosinya.

–       Videografer

Meroketnya popularitas YouTube membuat permintaan jasa videografer juga meningkat. Banyak perusahaan yang ingin membuat video menarik dan mempromosikan produknya di YouTube. Bahkan, tak hanya YouTube, tapi juga media sosial lain seperti TikTok dan Instagram.

–       Fotografer

Bila Anda hobi fotografi, Anda bisa menjual foto Anda di website jual foto online seperti Shutterstock. Atau Anda juga bisa membuka jasa foto event-event tertentu, seperti pernikahan, wisuda, dan sebagainya.

–       Web Developer

Web developer bertugas membuat website, jadi tak heran bila peminatnya cukup banyak di zaman serba digital saat ini. Bahkan, bila Anda sudah pengalaman dan mempunyai banyak klien, Anda juga bisa membuka jasa pembuatan website, lho.

–       Web Designer

Bila web developer bertugas membuat website, maka web/app designer ini bertugas untuk mempercantik tampilan website tersebut. Jadi, pengguna akan lebih nyaman dan tak kebingungan saat mengunjungi website tersebut.

–       Data Entry

Data entry atau memasukkan data juga masih cukup dibutuhkan banyak perusahaan, lho. Pekerjaan ini membutuhkan ketelitian tinggi karena kesalahan kecil, bisa saja berakibat fatal. Contoh pekerjaan ini adalah melakukan transkrip teks, merekam suara, mengetik, dan semacamnya.

Cara Menjadi Freelance

ilustrasi cara menjadi freelance

Sumber gambar: Pixabay

 

Setelah membaca penjelasan di atas, apakah Anda tertarik menjadi freelance? Tak perlu khawatir, berikut langkah-langkahnya:

1.    Pilih Bidang Pekerjaan Sesuai Keahlian

Seperti yang sudah kami sebutkan di atas, freelance membutuhkan keahlian khusus. Maka dari itu, langkah pertama adalah Anda pilih bidang pekerjaan yang sesuai minat dan keahlian Anda. Misalnya, Anda suka menulis, maka pilih menjadi content writer.

2.    Daftar di Website Freelance

Selanjutnya, Anda langsung mendaftar saja di website freelance pilihan Anda. Ada banyak website untuk pekerja lepas di jagat maya, baik itu ditujukan khusus untuk warga Indonesia atau untuk internasional. Beberapa contohnya adalah Sribulancer, Upwork, dan Fiverr.

3.    Buat Portofolio

Supaya Anda dilirik klien, Anda harus memiliki portofolio. Maka dari itu, pamerkan hasil karya buatan Anda sebagai bahan pertimbangan klien. Biasanya, website freelance sudah menyediakan fitur khusus untuk hal ini. Jadi, manfaatkan fitur ini dengan baik.

4.    Tentukan Harga

Menentukan harga ini cukup sulit, apalagi bila Anda masih pemula. Maka dari itu, sebaiknya Anda ikuti saja harga pasar atau turun sedikit. Nantinya, bila Anda sudah punya banyak pengalaman, Anda bisa menaikkan harganya di atas pasar.

5.    Mulai Cari Pekerjaan

Langkah terakhir, mulai cari pekerjaan yang sesuai! Sebagai pemula, Anda bisa memilih pekerjaan yang tak terlalu sulit atau tak terlalu banyak. Tujuannya, untuk membiasakan Anda dengan pola kerja freelancer dan agar tidak keteteran.

Baca juga: 15 Tips WFH Produktif yang Ampuh! [Anti Stres!]

Atur Kontrak Freelance dengan Mekari eSign!

Mekari eSign - New Logo

Itulah penjelasan lengkap tentang freelance. Walaupun sepertinya Anda punya banyak kebebasan, tapi ada juga beberapa kekurangannya. Jadi, bagaimana? Apakah Anda tetap tertarik terjun menjadi pekerja lepas? Atau justru menjadi ragu?

Bila Anda memang memutuskan menjadi freelancer, tentu akan ribet saat harus mengirimkan dokumen penting, kan? Sebab, Anda berjauhan dengan perusahaan, bahkan bisa saja beda negara.

Untungnya, Anda tak perlu khawatir karena Anda bisa menggunakan layanan pengelolaan dokumen online Mekari eSign. Sehingga, Anda bisa mengirimkan dokumen digital apapun seperti kontrak elektronik, dimanapun, dan kapanpun.

Coba Mekari eSign Sekarang!

Blog

Artikel Terkait

WhatsApp WhatsApp Sales