Sistem Terintegrasi: Cara Otomatisasi Alur Kerja Perusahaan

Ditulis oleh:
Tayang
Bagikan artikel ini
WhatsApp X LinkedIn Facebook

Mekari Sign Highlights

  • Banyak waktu terbuang setiap hari hanya karena staf harus memindahkan data secara manual antar aplikasi yang berbeda.
  • Membangun sistem yang terintegrasi berfungsi sebagai “jembatan” yang menyambungkan berbagai aplikasi tersebut agar bisa bertukar data sendiri secara otomatis.
  • Laporan MuleSoft Connectivity Benchmark menemukan bahwa kurang dari 30% aplikasi di perusahaan besar yang benar-benar bisa saling terhubung.
  • Alur kerja digital yang saling tersambung ini mampu memangkas waktu pengesahan dokumen bisnis dari hitungan hari menjadi hanya beberapa menit.

Investasi perangkat lunak mahal sering kali tidak langsung menuntaskan masalah birokrasi. Kenyataannya, staf Anda mungkin masih menghabiskan waktu produktif setiap hari hanya untuk mengunduh laporan dari satu aplikasi, lalu mengetik ulang data tersebut ke aplikasi lain menggunakan bantuan Excel.

Mengandalkan Excel sebagai jembatan manual antar aplikasi jelas memperlambat operasional. Agar seluruh perangkat lunak perusahaan dapat bekerja otomatis, Anda harus menghubungkan aplikasi tersebut ke dalam satu ekosistem digital dengan pemahaman sebagai berikut.

Apa Itu Sistem Integrasi dalam Perusahaan?

Sistem integrasi adalah proses penyambungan berbagai aplikasi dan database independen perusahaan ke dalam satu kesatuan ekosistem digital tunggal. Langkah ini memungkinkan setiap perangkat lunak yang berbeda untuk saling membaca, memproses, dan bertukar data secara otomatis.

Melalui penyatuan ini, perusahaan mencapai kondisi kerja yang terintegrasi sepenuhnya tanpa campur tangan manusia. Infrastruktur digital ini umumnya dibangun menggunakan teknologi Application Programming Interface (API) yang bertugas mengantar instruksi antaraplikasi secara real-time.

Manajemen sebuah perusahaan dapat memantau pergerakan data dari seluruh divisi secara akurat hanya dari satu layar, tanpa harus menunggu tim menyusun laporan rekapan manual.

Baca Juga: Apa Itu eSignature API: Manfaat dan Cara Kerjanya

Mengenal “Sistem Silo” dan Mengapa Bisnis Perlu Sistem Terintegrasi

Banyak organisasi tanpa sadar menerapkan “sistem silo” dalam operasional harian mereka. Sistem silo adalah situasi di mana setiap divisi menyimpan data di aplikasi sendiri tanpa bisa diakses oleh divisi lain. Praktik ini memaksa staf menggunakan dokumen perantara untuk berkirim data antardepartemen.

Menyambungkan perangkat lunak yang terisolasi ini memberikan keuntungan yang terasa langsung pada kelancaran bisnis:

  • Mencegah salah ketik data: Memindahkan ratusan baris data secara manual sangat rentan human error yang bisa berujung pada kerugian uang.
  • Mempercepat alur persetujuan: Dokumen kontrak atau pencairan dana bisa langsung berpindah ke meja direktur sesaat setelah syarat staf operasional terpenuhi.
  • Menciptakan satu sumber data pasti: Seluruh tim di kantor merujuk pada angka dan dokumen yang sama persis tanpa kebingungan versi mana yang paling baru.
MuleSoft Connectivity Benchmark

Laporan tersebut membuktikan urgensi penyatuan tersebut. Mereka mencatat rata-rata perusahaan menggunakan ratusan aplikasi secara bersamaan, tetapi kurang dari 30% dari aplikasi tersebut yang benar-benar terhubung satu sama lain.

Perbedaan Interoperabilitas dan Sistem Terintegrasi

Istilah interoperabilitas sering dipakai bergantian dengan kata integrasi oleh tim IT. Kenyataannya, ada batasan teknis jelas yang membedakan kekuatan hubungan kedua sistem tersebut.

Kriteria Interoperabilitas (Saling Bicara) Sistem Terintegrasi (Satu Kesatuan)
Karakteristik Dua sistem independen saling mengirim atau membaca data dasar jika diperlukan. Sistem melebur menjadi satu alur kerja yang konstan dan sinkron.
Pembaruan Data Membutuhkan pemicu manual atau hanya diperbarui secara terjadwal. Berjalan otomatis dan instan setiap ada perubahan data.
Tingkat Keterikatan Rendah. Masing-masing aplikasi tetap beroperasi secara terpisah. Tinggi. Kegagalan pada satu titik dapat menunda proses bisnis di titik lain.

Baca Juga: Perbedaan Tanda Tangan Elektronik vs Tanda Tangan Digital

Contoh Integrasi Sistem untuk Mempercepat Operasional

Penerapan teknologi yang saling terhubung ini mengambil wujud yang berbeda tergantung pemakaiannya. Berikut adalah contoh nyatanya di berbagai bidang.

1. Teknologi Dasar

Pada tingkat infrastruktur IT, penyatuan ini terlihat dari fungsi pencadangan otomatis. Contoh integrasi sistem ini memastikan berkas kerja dari komputer kantor langsung tersalin ke sistem penyimpanan cloud setiap tengah malam tanpa perlu dieksekusi secara manual oleh staf IT.

2. Bisnis Operasional

Perusahaan menggunakan integrasi API untuk menghubungkan aktivitas antardepartemen. Tim penjualan dapat menggunakan integrasi Customer Relationship Management (CRM) dengan open API Mekari Sign untuk mengirim draf kontrak legal secara langsung tanpa harus keluar dari aplikasi Salesforce. Dokumen tersebut akan otomatis tersimpan di rekam jejak klien segera setelah tanda tangan elektronik selesai dilakukan.

3. Layanan Publik

Pemerintah menyambungkan basis data kependudukan agar pelayanan warga lebih cepat. Konsep Nomor Induk Kependudukan (NIK) menyatukan rekam jejak pajak, jaminan sosial, dan identitas sipil. Warga tidak perlu lagi mengisi belasan lembar formulir berulang saat mendaftar fasilitas kesehatan masyarakat.

4. Kehidupan Sehari-hari

Jembatan digital ini juga bekerja di dalam ekosistem perangkat pintar. Aplikasi pendeteksi lokasi di ponsel cerdas bisa berkomunikasi dengan sistem penyejuk ruangan di rumah. AC akan otomatis menyala beberapa menit sebelum Anda tiba di pintu depan.

Baca Juga: Tips Mengelola Bisnis Secara Efektif di Era Digital

Apa Tugas Seorang System Integrator?

Seorang system integrator adalah pihak profesional yang bertugas merancang, membangun, dan menyambungkan berbagai perangkat lunak tersebut menjadi satu kesatuan. Pihak ini bisa berupa tim IT internal perusahaan atau perusahaan konsultan khusus dari luar.

Banyak pimpinan mengira membeli perangkat lunak mahal akan otomatis menuntaskan hambatan birokrasi. Kenyataannya tanpa strategi keamanan sambungan data yang kuat, Anda hanya memindahkan proses kerja lambat tersebut dari atas meja ke layar monitor. Celah keamanan informasi paling besar justru terjadi ketika staf operasional terpaksa mengekspor data rahasia klien ke format spreadsheet semata-mata karena aplikasinya tidak bisa saling membaca data.

Mekari Sign reviewer
BintangMekari Sign Bintang Mahesaputra Wanda Reviewer
Senior Infosec & Compliance Officer di Mekari

Kewajiban utama integrator bukan sekadar menyambungkan data digital. Undang-Undang Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi mewajibkan mereka memastikan jalur pertukaran informasi sensitif terkunci rapat dengan standar enkripsi yang aman.

Baca Juga: Pentingnya ISO 27001 dalam Mengamankan Data Perusahaan


Membiarkan staf bekerja dengan aplikasi yang terisolasi hanya akan membuang waktu produktif mereka. Infrastruktur perangkat lunak yang dirancang untuk saling berkomunikasi memastikan informasi bisnis berjalan mulus, aman dari salah ketik, dan memangkas siklus persetujuan secara signifikan.

Mekari Sign adalah Intelligent Document Ecosystem Assistant (IDEA) yang menyederhanakan alur penandatanganan dan manajemen kontrak secara sah. Melalui kemampuan integrasi API yang dimilikinya, Anda dapat menempelkan fitur persetujuan dokumen Mekari Sign secara langsung ke dalam sistem operasional inti perusahaan Anda.

Mulai Integrasi API Manajemen Dokumen Hari Ini dengan Mekari Sign

CTA Banner Tanda Tangan Digital

Referensi

  • “Connectivity Benchmark Report.” Data efisiensi integrasi aplikasi perusahaan.
  • Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi.
WhatsApp WhatsApp Sales