- Surat Keputusan (SK) adalah dokumen resmi yang berisi keputusan final dari pihak berwenang mengenai suatu hal, misalnya pengangkatan karyawan atau penetapan kebijakan.
- Fungsi utamanya adalah sebagai landasan hukum, bukti tertulis, dan untuk memberikan kepastian atas suatu status atau tindakan yang ditetapkan.
- Format SK yang benar memiliki tiga unsur utama: Konsiderans (pertimbangan), Desideratum (dasar hukum), dan Diktum (isi keputusan).
Saat sekolah, kuliah, aktif berorganisasi, atau bekerja, Anda mungkin pernah menerima atau bahkan harus membuat Surat Keputusan (SK). SK bukan sekadar surat pemberitahuan biasa. SK adalah dokumen resmi yang berisi keputusan penting dari pihak yang berwenang (perorangan, organisasi, badan usaha, atau instansi pemerintah) yang memiliki dampak bagi penerimanya atau pihak yang terkait.
Pernah menerima SK pengangkatan sebagai karyawan? SK kenaikan pangkat? SK pembentukan panitia kegiatan? Atau malah Anda yang ditugaskan membuatnya? Artikel ini akan membahas tuntas tentang SK, mulai dari pengertian, fungsi, unsur, format, jenis-jenisnya, hingga contoh-contohnya. Plus, ada tips praktis seputar SK yang jarang dibahas di tempat lain!
Pengertian Surat Keputusan (SK)
Surat Keputusan (SK) adalah dokumen tertulis yang dikeluarkan oleh pejabat yang berwenang (individu, organisasi, instansi pemerintah, perusahaan) yang berisi pernyataan keputusan mengenai suatu hal.
Keputusan ini bersifat konkret (jelas, spesifik), individual (ditujukan untuk pihak tertentu), dan final (berlaku sejak ditetapkan, kecuali ada perubahan di kemudian hari), sehingga akan terbentuk sebuah konsekuensi berupa hak, kewajiban, perubahan status, atau hal lainnya yang diatur di dalam SK
- PNS: Surat keputusan menjadi bukti penetapan jabatan, mutasi, atau pengangkatan oleh pejabat berwenang.
- Swasta: Surat keputusan berfungsi menetapkan kebijakan manajemen, pembentukan tim, atau penugasan kerja.
Baca juga: 10 Contoh Surat Tugas Resmi Berbagai Jenis, Terlengkap!
Fungsi Surat Keputusan
SK memiliki beberapa fungsi penting, antara lain:
- Dasar Hukum: SK menjadi landasan hukum bagi suatu tindakan atau kebijakan yang diambil. Tanpa SK, tindakan tersebut bisa dianggap tidak sah atau cacat hukum.
- Kepastian Hukum: SK memberikan kepastian hukum bagi semua pihak yang terkait dengan keputusan tersebut. Dengan adanya SK, hak dan kewajiban para pihak menjadi jelas dan terdokumentasi.
- Bukti Tertulis: SK adalah bukti tertulis yang sah tentang adanya suatu keputusan resmi. Ini penting untuk dokumentasi, referensi di kemudian hari, dan sebagai bukti jika terjadi sengketa.
- Pedoman Pelaksanaan: SK menjadi panduan bagi pihak-pihak terkait dalam melaksanakan keputusan tersebut. Semua tindakan harus sesuai dengan apa yang tertulis dalam SK.
- Tertib Administrasi: SK membantu menciptakan tertib administrasi dalam suatu organisasi, badan usaha, atau instansi. Semua keputusan penting tercatat dan terdokumentasi dengan baik.
Pembuatan SK harus didasarkan pada peraturan perundang-undangan dan Asas-Asas Umum Pemerintahan yang Baik (AUPB), sebagaimana diamanatkan dalam Undang-Undang Nomor 30 Tahun 2014 tentang Administrasi Pemerintahan. Hal ini untuk menjamin bahwa setiap keputusan yang diambil memiliki dasar hukum yang kuat, bermanfaat, dan tidak sewenang-wenang.
Baca Juga: 10 Contoh Surat Resmi Berbagai Jenis, Terlengkap!
Format dan Unsur Surat Keputusan
Surat Keputusan (SK) yang baik dan benar umumnya memiliki tiga unsur utama: Konsiderans (pertimbangan), Desideratum (dasar hukum), dan Diktum (keputusan). Meskipun tidak ada standar baku yang mengikat secara hukum untuk semua jenis SK, format berikut ini biasa digunakan agar SK lebih terstruktur dan mudah dipahami:
- Kepala Surat (Kop Surat): Kop surat adalah identitas wajib yang terletak di bagian paling atas, menunjukkan instansi atau organisasi yang mengeluarkan SK. Biasanya, kop surat berisi nama lengkap dan resmi instansi/organisasi, alamat lengkap (termasuk kode pos), nomor telepon, dan alamat email (jika ada). Logo instansi/organisasi juga dapat ditambahkan.
- Judul Surat: Judul menegaskan bahwa dokumen tersebut adalah Surat Keputusan. Tulis “SURAT KEPUTUSAN” dengan huruf kapital. Di bawahnya, cantumkan nomor surat (sesuai sistem penomoran organisasi Anda). Setelah nomor, tuliskan perihal SK, yang menjelaskan secara singkat isi pokok SK (contoh: “Tentang Pengangkatan Karyawan”).
- Konsiderans (Pertimbangan): Konsiderans menjelaskan mengapa SK tersebut perlu dibuat. Di dalamnya, termuat latar belakang, alasan, atau tujuan yang mendasari pengambilan keputusan. Diawali dengan kata “Menimbang”, poin-poin pertimbangan disusun sistematis (biasanya dengan huruf abjad: a, b, c, dst.). Poin-poin ini harus relevan, logis, dan ringkas.
- Desideratum (Dasar Hukum): Desideratum mencantumkan dasar hukum, peraturan, atau kebijakan yang menjadi landasan penerbitan SK. Ini sangat penting, terutama untuk SK instansi pemerintah, karena menunjukkan legalitas SK. Diawali dengan kata “Mengingat”, daftar peraturan yang relevan disusun berurutan (biasanya dengan angka: 1, 2, 3, dst.).
- Diktum (Keputusan): Inilah inti dari SK, yaitu pernyataan keputusan itu sendiri. Diktum harus tegas, jelas, tidak ambigu, dan mudah dipahami. Diawali dengan kata “MEMUTUSKAN”, lalu “Menetapkan”. Isi keputusan dirinci dalam poin-poin (KESATU, KEDUA, dst.). Setiap poin harus jelas menyatakan apa yang diputuskan, siapa yang terkena dampak, dan kapan mulai berlaku.
- Penutup: Penutup berisi tempat dan tanggal SK ditetapkan, jabatan pejabat yang berwenang, tanda tangan, cap/stempel instansi/organisasi (jika ada), serta nama lengkap dan gelar (jika ada) pejabat tersebut. Ini menunjukkan kapan, di mana, dan oleh siapa SK disahkan.
- Tembusan (Opsional): Tembusan dicantumkan jika ada pihak lain (selain yang dituju) yang perlu mengetahui isi SK.

Berikut adalah contoh format SK:
[KOP SURAT ORGANISASI / PERUSAHAAN]
Nama Instansi / Organisasi
Alamat: [alamat lengkap]
Telepon: [nomor telepon] | Email: [alamat email]
SURAT KEPUTUSAN
Nomor: [Nomor Surat]
TENTANG
[Judul atau Perihal Keputusan]
Menimbang:
- bahwa untuk [alasan atau tujuan penerbitan SK];
- bahwa berdasarkan pertimbangan tersebut, perlu menetapkan Surat Keputusan tentang [perihal keputusan].
Mengingat:
- [Nama peraturan atau dasar hukum pertama];
- [Nama peraturan atau dasar hukum kedua];
- [Peraturan internal atau kebijakan perusahaan jika ada].
MEMUTUSKAN
Menetapkan:
- KESATU: Menetapkan [uraian keputusan utama, misalnya pengangkatan, penunjukan, perubahan jabatan, atau penetapan tugas].
- KEDUA: [Penjelasan tambahan terkait pelaksanaan keputusan, misalnya masa berlaku, tanggung jawab, atau kewajiban pihak terkait].
- KETIGA: Surat Keputusan ini mulai berlaku sejak tanggal [tanggal berlaku] dengan ketentuan akan dilakukan peninjauan kembali apabila terdapat kekeliruan.
Ditetapkan di [nama kota]
pada tanggal [tanggal penetapan]
[Jabatan Pejabat yang Berwenang]
Tanda tangan:
Cap / Stempel Resmi (jika ada)
(…………………………………….)
Nama: [Nama Pejabat Penandatangan]
NIP / ID Pegawai: [Nomor Induk Pegawai atau Nomor Karyawan]
Tembusan:
- [Nama pihak atau divisi yang menerima tembusan]
- Arsip
Jenis-Jenis Surat Keputusan pada Umumnya
Surat Keputusan terbagi ke beberapa jenis sesuai tujuan dan penerbitnya. Tabel berikut menjelaskan kategori utama dan contohnya masing-masing:
|
Jenis SK |
Tujuan dan Fungsi Utama |
Contoh SK Umum |
Penerbit SK |
|
SK Pekerjaan |
Menetapkan status, hak, dan kewajiban karyawan dalam hubungan kerja. |
|
HRD atau pimpinan perusahaan |
|
SK Jabatan |
Menetapkan atau mengubah kedudukan pegawai dalam struktur organisasi. |
|
Pejabat berwenang di instansi atau pimpinan unit kerja |
|
SK Organisasi (Non-Kepegawaian) |
Menetapkan keputusan yang berkaitan dengan kebijakan, kegiatan, dan struktur organisasi. |
|
Pimpinan organisasi, rektor, kepala instansi, atau ketua yayasan |
Contoh Surat Keputusan
Berikut adalah beberapa contoh Surat Keputusan (SK) untuk berbagai keperluan.
Format dan isi SK yang sebenarnya bisa berbeda-beda, tergantung pada kebijakan instansi/organisasi, jenis keputusan, dan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Selalu sesuaikan dengan kebutuhan dan ketentuan yang berlaku di tempat Anda.
1. Contoh SK Pengangkatan Jabatan
Surat keputusan pengangkatan jabatan menetapkan tanggung jawab baru bagi karyawan atau pejabat agar pelaksanaan tugas berlangsung terarah dan sesuai wewenang.

DOWNLOAD TEMPLATE SK PENGANGKATAN JABATAN GRATIS
2. Contoh SK Pengurus Organisasi
Surat keputusan pengurus organisasi memberi kejelasan struktur kepemimpinan serta memastikan pembagian tugas berjalan efektif sejak awal masa jabatan.
3. Contoh SK Kerja
Surat keputusan kerja menetapkan status, hak, dan kewajiban karyawan agar hubungan kerja berlangsung sah serta memiliki dasar hukum yang kuat.
4. Contoh SK Direksi
Surat keputusan direksi menetapkan perubahan struktur pimpinan atau penunjukan tanggung jawab strategis untuk menjaga arah kebijakan perusahaan.
5. Contoh SK Dinas
Surat keputusan dinas menetapkan pelaksanaan tugas resmi bagi pegawai agar kegiatan instansi berjalan sesuai ketentuan administrasi.
6. Contoh SK Rektor
Surat keputusan rektor menetapkan kebijakan akademik, struktur fakultas, atau jabatan fungsional untuk menjaga tata kelola perguruan tinggi tetap terarah.
7. Contoh SK Yayasan
Surat keputusan yayasan menetapkan kebijakan, pengurus, atau program kerja agar kegiatan sosial maupun pendidikan berjalan sesuai tujuan lembaga.
8. Contoh SK Kepala Sekolah
Surat keputusan kepala sekolah menetapkan kebijakan operasional dan penugasan guru untuk mendukung kelancaran proses belajar di lingkungan sekolah.
9. Contoh SK Kepanitiaan
Surat keputusan kepanitiaan menetapkan struktur tim dan tugas masing-masing anggota agar pelaksanaan acara berlangsung tertib dan terukur.
10. Contoh SK Struktur Organisasi
Surat keputusan struktur organisasi menetapkan pembagian fungsi dan tanggung jawab antarbagian agar koordinasi dan pengambilan keputusan berjalan efisien.
Tips Praktis dalam Membuat dan Menerima Surat Keputusan
Tips berikut membantu Anda menghindari kesalahan umum serta memastikan SK sah secara administratif.
- Tentukan tujuan sejak awal: Tanpa tujuan jelas, SK berpotensi ambigu dan menimbulkan kebingungan penerima.
- Perhitungkan dampak untuk semua pihak: Mengabaikan pihak terdampak membuat keputusan rawan ditolak atau menimbulkan sengketa.
- Gunakan kata tegas dan spesifik: bahasa samar membuka celah interpretasi, mengurangi otoritas SK.
- Susun logika unsur SK secara runtut: Konsiderans, Desideratum, dan Diktum yang acak membuat pembaca bingung dan menunda eksekusi.
- Pastikan referensi hukum lengkap: Lupa mencantumkan dasar hukum berisiko SK dianggap tidak sah.
- Lampirkan dokumen pendukung bila relevan: Tanpa bukti pendukung, SK kehilangan konteks penting.
- Cantumkan waktu berlaku jelas: SK tanpa tanggal mulai atau masa berlaku menciptakan ketidakjelasan eksekusi dan pengawasan.
Itulah panduan lengkap tentang surat keputusan dari Mekari Sign, yang menguraikan struktur, jenis, dan contoh penerapannya. Semua elemen ini saling terkait untuk memastikan setiap keputusan organisasi atau instansi memiliki dasar hukum kuat, pelaksanaan tertib, dan bukti tertulis sah.
Dengan memahami keterkaitan struktur, jenis, dan contoh SK, Anda dapat menyiapkan dokumen resmi dengan tepat. Jelajahi artikel lain di blog Mekari Sign untuk panduan tambahan seputar administrasi legal dan pengelolaan dokumen yang relevan dan terpercaya.
Lengkapi SK Anda dengan tanda tangan digital!

