icon
Keamanan Digital
7 min read

Tanda Tangan Digital untuk Keamanan Siber: Fungsi dan Batasannya

Ditulis oleh:
pamela author Pamela Anisa Dewi
Diperbarui
Share
WhatsApp X LinkedIn Facebook
Peran Tanda Tangan Digital dalam Keamanan Cyber
Tanda Tangan Digital untuk Keamanan Siber: Fungsi dan Batasannya
Mekari Sign Highlights

  • Tanda tangan digital berbasis kriptografi membantu memverifikasi asal tanda tangan dan mendeteksi perubahan pada dokumen setelah ditandatangani.
  • Kriptografi asimetris menggunakan pasangan kunci privat dan kunci publik untuk membuat serta memverifikasi tanda tangan digital.
  • Tanda tangan digital berbeda dari gambar tanda tangan hasil scan karena tanda tangan kriptografis terikat pada data dokumen dan dapat diverifikasi.
  • Tanda tangan digital tidak otomatis mencegah phishing, menghentikan seluruh serangan Man-in-the-Middle (MitM), atau mengenkripsi isi dokumen. Perusahaan tetap membutuhkan kontrol keamanan lainnya.
  • Mekari Sign menyediakan tanda tangan elektronik tersertifikasi melalui mitra PSrE PT Tilaka Nusa Teknologi, dilengkapi Sertifikat Elektronik terenkripsi dan audit trail.

Ada kalanya tim finance menerima kontrak dari vendor yang sudah ditandatangani, tetapi menemukan nomor rekening yang tercantum berbeda dari informasi yang sebelumnya disepakati. Jika perubahan terjadi setelah dokumen ditandatangani secara digital, validasi tanda tangan dapat membantu mendeteksi perubahan tersebut.

Risiko seperti ini menunjukkan pentingnya menjaga integritas dokumen bisnis. Tanda tangan digital berbasis kriptografi membantu memverifikasi asal tanda tangan dan mendeteksi perubahan pada dokumen setelah penandatanganan, sehingga tim memiliki dasar untuk memeriksa keaslian dokumen sebelum memproses transaksi.

Apa Hubungan Tanda Tangan Digital dengan Keamanan Siber?

Tanda tangan digital menggunakan teknologi kriptografi untuk menghubungkan data penanda tangan dengan dokumen elektronik. Penerima dapat memverifikasi tanda tangan untuk memeriksa asal tanda tangan dan mengetahui apakah isi dokumen berubah setelah proses penandatanganan.

Mekanisme ini menggunakan kriptografi asimetris, yaitu pasangan kunci privat (private key) dan kunci publik (public key). Kunci privat digunakan untuk membuat tanda tangan, sedangkan kunci publik digunakan dalam proses verifikasi. Sertifikat elektronik membantu menghubungkan kunci publik dengan identitas yang tercantum dalam sertifikat.

Jika isi dokumen digital berubah setelah ditandatangani, pemeriksaan kriptografis dapat menunjukkan bahwa tanda tangan tidak lagi valid untuk versi dokumen tersebut. Karena itu, penerima perlu memeriksa hasil validasi, bukan hanya melihat apakah tanda tangan tampak pada halaman PDF.

Tanda tangan digital juga berbeda dari enkripsi dokumen. Tanda tangan digital membantu memverifikasi asal tanda tangan dan integritas data, sedangkan enkripsi melindungi kerahasiaan informasi.

Baca juga: Pengertian tanda tangan digital dan cara kerjanya.

Ancaman Siber Apa yang Dapat Dibantu Tanda Tangan Digital?

Tanda tangan digital berguna ketika perusahaan perlu memverifikasi dokumen setelah ditandatangani. Namun, tingkat perlindungannya bergantung pada penerapan teknologi, proses validasi, dan kontrol keamanan lain yang digunakan perusahaan.

Ancaman Peran tanda tangan digital Kontrol tambahan yang diperlukan
Manipulasi dokumen Membantu mendeteksi perubahan pada dokumen yang sudah ditandatangani ketika tanda tangan diverifikasi. Validasi tanda tangan dan sertifikat sebelum mengandalkan isi dokumen.
Man-in-the-Middle (MitM) Dapat mengungkap perubahan pada dokumen bertanda tangan digital jika perubahan tersebut memengaruhi validitas tanda tangan. Gunakan kanal komunikasi terenkripsi seperti HTTPS/TLS untuk membantu melindungi data selama transmisi.
Spoofing dan phishing Membantu memeriksa identitas yang terkait dengan tanda tangan digital pada dokumen, tetapi tidak membuktikan bahwa email pengirim pasti asli. Konfirmasi identitas dan instruksi transaksi melalui kanal komunikasi tepercaya.
Penyalinan gambar tanda tangan Tanda tangan digital berbasis kriptografi terikat pada data dokumen sehingga berbeda dari gambar tanda tangan yang ditempelkan ke file lain. Periksa hasil validasi, identitas penanda tangan, dan status sertifikat elektronik.

1. Mendeteksi manipulasi dokumen setelah penandatanganan

Dokumen bisnis dapat memuat informasi sensitif, seperti nilai transaksi, nomor rekening, tanggal efektif, dan kewajiban para pihak. Jika informasi tersebut berubah setelah penandatanganan, pemeriksaan tanda tangan digital dapat mengungkap perubahan yang memengaruhi validitas tanda tangan.

Berbeda dari tanda tangan berbentuk gambar, tanda tangan digital menggunakan mekanisme kriptografi yang terkait dengan data dokumen. Menyalin gambar tanda tangan tidak sama dengan menghasilkan tanda tangan digital yang valid. Mekanisme ini membantu mengurangi risiko pemalsuan dokumen dan pemalsuan tanda tangan, selama penerima memeriksa tanda tangan digital dengan benar.

2. Mengurangi risiko manipulasi dokumen dalam serangan MitM

Man-in-the-Middle adalah serangan ketika pelaku menyisipkan diri di jalur komunikasi antara dua pihak untuk menyadap atau memanipulasi pertukaran data. Dalam transaksi bisnis, pelaku dapat mencoba mengubah informasi dalam dokumen yang dikirimkan antara perusahaan dan vendor.

Jika dokumen telah ditandatangani secara digital, perubahan pada konten yang dilindungi tanda tangan dapat terdeteksi saat penerima memverifikasi dokumen tersebut. Namun, tanda tangan digital pada file tidak dengan sendirinya menghentikan penyadapan atau melindungi seluruh komunikasi. HTTPS/TLS dan konfigurasi keamanan jaringan tetap diperlukan untuk melindungi data selama pengiriman. (OWASP)

3. Membantu verifikasi saat menghadapi spoofing dan phishing

Spoofing merupakan teknik menyamarkan identitas atau sumber informasi agar terlihat tepercaya, sedangkan phishing berupaya menipu korban agar memberikan informasi atau melakukan tindakan tertentu. Kedua metode ini dapat digunakan untuk mengirim invoice palsu atau menyamarkan instruksi pembayaran sebagai pesan dari vendor.

Tanda tangan digital pada dokumen dapat membantu penerima memeriksa identitas yang terkait dengan tanda tangan tersebut. Namun, tanda tangan itu tidak otomatis membuktikan bahwa alamat email pengirim benar atau bahwa seluruh instruksi dalam pesan aman untuk diikuti.

Ketika menerima perubahan rekening atau instruksi transfer yang tidak biasa, konfirmasikan permintaan melalui nomor telepon atau kanal komunikasi vendor yang sudah diketahui sebelumnya. Langkah ini tetap diperlukan karena serangan social engineering dapat memanfaatkan kepercayaan dan kebiasaan pengguna.

Apa yang Dibuktikan oleh Tanda Tangan Digital?

Dalam keamanan dokumen, tanda tangan digital mendukung tiga fungsi utama: autentikasi asal tanda tangan, integritas data, dan non-repudiasi. Ketiganya membantu penerima menilai asal serta kondisi dokumen, dengan tetap memperhatikan hasil validasi dan bukti lain yang relevan.

  • Autentikasi asal tanda tangan: membantu memverifikasi bahwa tanda tangan dibuat menggunakan kunci privat yang berkaitan dengan kunci publik dalam proses verifikasi.
  • Integritas data: membantu mendeteksi perubahan pada data yang ditandatangani setelah tanda tangan dibuat.
  • Non-repudiasi: memberikan dukungan bukti terkait asal tanda tangan dan proses penandatanganan. Prinsip ini bukan jaminan mutlak bahwa penyangkalan atau sengketa tidak mungkin terjadi.

Fungsi tersebut bergantung pada pengelolaan kunci, sertifikat, dan proses verifikasi yang benar. Penerima tetap perlu memeriksa identitas yang tercantum, status sertifikat, dan hasil validasi sebelum mengandalkan dokumen.

Dalam transaksi bisnis, prinsip non-repudiasi atau anti-sangkal berkaitan dengan kemampuan menunjukkan bukti tentang asal tanda tangan dan persetujuan. Penerapannya tetap perlu mempertimbangkan bukti serta keadaan transaksi yang bersangkutan.

Apa Dasar Hukum Tanda Tangan Digital di Indonesia?

Di Indonesia, tanda tangan elektronik memiliki kekuatan hukum dan akibat hukum yang sah apabila memenuhi persyaratan yang ditetapkan peraturan perundang-undangan. Pasal 11 Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) mengatur persyaratan seperti keterkaitan data pembuatan tanda tangan dengan penanda tangan, penguasaan data tersebut saat penandatanganan, kemampuan mendeteksi perubahan, identifikasi penanda tangan, dan cara menunjukkan persetujuan.

Ketentuan ini tidak berarti setiap tanda tangan digital otomatis memenuhi seluruh persyaratan hukum untuk semua transaksi. Jenis tanda tangan, cara verifikasi, aturan khusus yang berlaku, dan bukti dalam suatu kasus tetap perlu diperhatikan.

Dasar hukum terkait dapat diperiksa melalui UU Nomor 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas UU ITE. Ketentuan tersebut juga dibahas dalam artikel Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik.

Apa Manfaat Tanda Tangan Digital untuk Proses Bisnis?

Selain membantu memverifikasi integritas dokumen, tanda tangan digital mendukung proses bisnis yang melibatkan persetujuan dan penandatanganan jarak jauh. Perusahaan dapat mengurangi ketergantungan pada proses mencetak, mengirim, dan memindai dokumen fisik.

  • Mempercepat proses penandatanganan: pihak terkait dapat menandatangani dokumen dari lokasi berbeda tanpa harus bertemu langsung.
  • Mengurangi pekerjaan administratif: tim tidak perlu berulang kali mencetak, memindai, atau mengirim dokumen fisik.
  • Mendukung penelusuran aktivitas: catatan aktivitas yang tersedia di platform dapat membantu tim memantau proses dan status penandatanganan.
  • Mempermudah pengelolaan dokumen: dokumen digital dapat disimpan dan ditemukan kembali dengan lebih mudah jika perusahaan menerapkan pengarsipan yang terstruktur.

Manfaat tersebut bergantung pada metode tanda tangan dan platform yang digunakan. Perusahaan perlu menilai fitur serta proses verifikasi yang tersedia sesuai kebutuhan transaksi.

Baca juga: keuntungan tanda tangan digital untuk bisnis.

Kelola Dokumen dengan Tanda Tangan Digital di Mekari Sign

Untuk dokumen bisnis yang membutuhkan verifikasi penanda tangan dan pencatatan proses, Mekari Sign menyediakan tanda tangan digital tersertifikasi melalui mitra PSrE PT Tilaka Nusa Teknologi. Layanan ini menggunakan Sertifikat Elektronik terenkripsi dan dilengkapi audit trail untuk membantu penelusuran aktivitas penandatanganan.

Proses TTE tersertifikasi di Mekari Sign melibatkan e-KYC menggunakan KTP yang terdaftar di Dukcapil serta pemeriksaan liveness. Penanda tangan perlu menyelesaikan proses verifikasi identitas tersebut, dan penggunaan tanda tangan mengikuti kuota paket yang berlaku.

Dengan fitur ini, perusahaan dapat menjalankan proses penandatanganan dokumen digital sekaligus mempertahankan informasi yang mendukung penelusuran aktivitas. Untuk menjaga keamanan secara menyeluruh, perusahaan tetap perlu melindungi akun dan email, memverifikasi instruksi transaksi, serta memeriksa tanda tangan setelah dokumen diterima.

Kenali fitur tanda tangan elektronik Mekari Sign untuk melihat bagaimana proses penandatanganan digital dapat mendukung workflow dokumen perusahaan.

Beralih ke tanda tangan digital sekarang!

CTA Banner Tanda Tangan Digital
WhatsApp WhatsApp Sales