6 min read

Apa itu Digital Signature? Cara Kerja, Kelebihan, dan Contoh Penggunaannya

Diperbarui 22 Mei 2024
featured image Apa Itu Digital Signature
Apa itu Digital Signature? Cara Kerja, Kelebihan, dan Contoh Penggunaannya

Tanda tangan digital atau digital signature adalah teknologi yang mulai banyak digunakan akhir-akhir ini. Tak heran, karena ttd digital ini menawarkan berbagai kelebihan yang tak dimiliki oleh tanda tangan basah. Mulai dari keamanan, kemudahan, hemat biaya, dan sebagainya.

Lalu, apa itu digital signature sebenarnya? Bagaimana cara membuat dan cara kerjanya? Apa saja kelebihannya? Tenang, semua pertanyaan Anda akan terjawab di artikel ini. Oleh karena itu, simak sampai selesai ya!

Daftar isi

Apa itu Digital Signature?

Digital signature adalah jenis tanda tangan yang digunakan untuk memverifikasi dan autentikasi suatu dokumen elektronik, atau perangkat lunak.

Dengan digital signature, file yang Anda kirim secara digital bisa sampai ke penerima yang dituju dalam format asli tanpa perubahan sedikitpun. Hal ini dikarenakan digital signature menggunakan sistem kriptografi melalui Public Key Infrastructure (PKI) yang alhasil file Anda dijamin asli dan terhindar dari pemalsuan dokumen maupun pemalsuan tanda tangan.

Bagaimana Regulasi Digital Signature di Indonesia?

Di Indonesia, digital signature kerap disebut tanda tangan elektronik yang keberadaannya diatur oleh Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 Tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Regulasi ini secara jelas menyatakan bahwa tanda tangan digital (atau dalam undang-undang disebut tanda tangan elektronik) memiliki kekuatan hukum dan akibat hukum yang sah selama memenuhi persyaratan.

Selanjutnya keberadaan tanda tangan digital diperkuat melalui Peraturan Pemerintah No. 71 Tahun 2019 Tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik mengenai fungsi dari digital signature serta perbedaan antara tanda tangan digital tersertifikasi dengan yang tidak. Secara garis besar perbedaan ttd digital tersertifikasi dengan tidak tersertifikasi ada pada sifat kekuatan hukumnya.*

Peran atau fungsi utama digital signature adalah untuk memastikan keaslian identitas penandatangan dan dokumen yang ditandatangani. Jadi, walaupun para pihak berjauhan dan dokumen ditandatangani tanpa bertatap muka, dokumen tersebut tetap asli dan mengikat para pihak. Alhasil, dokumen tersebut bisa menjadi alat bukti elektronik yang kuat di mata hukum bila terjadi hal tak diinginkan nantinya.

Baca Selengkapnya Di Sini: Legalitas Tanda Tangan Elektronik di Indonesia

Bila Anda ingin mempelajarinya lebih lanjut, Anda bisa menonton video di bawah ini:

*Merujuk pada PP No 71 Tahun 2019, transaksi elektronik merupakan perbuatan hukum yang dilakukan dengan menggunakan komputer, jaringan komputer, dan/ atau media elektronik lainnya. Perbuatan hukum yang dimaksud mencakup jual-beli, hibah, hingga surat wasiat.

Kelebihan Digital Signature

Aspek Deskripsi
Keamanan Digital Signature menjamin keamanan dokumen digital dari ancaman pemalsuan dan penyalahgunaan.
Kemudahan Tidak lagi harus berurusan dengan mencetak dokumen fisik, tanda tangan manual kesana kemari, lebih hemat waktu dan tenaga
Biaya Bisnis dapat mengurangi biaya dokumen fisik seperti kertas, mesin printer hingga pengiriman fisik.
Legalitas Digital signature telah diakui oleh pemerintah melalui PSrE 
Dampak Lingkungan Dengan menggunakan digital signature secara tidak langsung mengurangi potensi limbah kertas. Semakin berkurang kertas yang digunakan turut menjaga kelestarian lingkungan karena mengurangi potensi penebangan pohon sebagai bahan baku kertas.

Baca juga: Keuntungan Tanda Tangan Digital untuk Bisnis

Komponen dan Cara Kerja Digital Signature

Sebelum membahas digital signature lebih jauh, perlu Anda ketahui dulu beberapa komponen di dalamnya, yaitu:

  • Fungsi Hash — algoritma yang membentuk barisan huruf dan angka unik yang disematkan pada dokumen. Berfungsi selayaknya “sidik jari” dari dokumen Anda, sehingga bisa menjamin keasliannya.
  • Sistem Kriptografi — sistem keamanan yang menggunakan sepasang kunci, yaitu kunci publik untuk mengenkripsi data. Lalu, kunci satunya yaitu kunci privat untuk membuka enkripsi tersebut.
  • Public Key Infrastructure — keseluruhan infrastruktur, yaitu kebijakan, aturan, orang, dan sistem yang mendukung pembagian kunci publik ke pihak yang relevan.
  • Certificate Authority — pihak yang memvalidasi identitas para pihak, lalu menerbitkan sertifikat elektronik yang berisi publik key ke para pihak.
  • Sertifikat Elektronik — berfungsi selayaknya Kartu Tanda Penduduk yang menjamin keaslian identitas para pihak.

Bagaimana Cara Kerjanya?

Tanda tangan digital memiliki persamaan dengan dengan tanda tangan basah, yakni berbentuk unik sesuai identitas penandatangan. Apabila keunikan tanda tangan basah terletak pada bentuk goresan yang dibuat secara personal, maka pada tanda tangan digital keunikannya terletak pada kode unik yang telah diatur oleh protokol khusus bernama Public Key Infrastructure (PKI). Lantas, bagaimana cara kerjanya?

Proses Penandatangan (Kunci Pribadi)

Dalam ketentuan infrastruktur kunci publik, penyedia tanda tangan digital diwajibkan menggunakan algoritma matematis untuk menghasilkan dua angka acak yang disebut kunci untuk mengamanankan data digital. Kunci pertama bersifat publik, dan kunci berikutnya bersifat pribadi.

Sekarang mari bayangkan Anda menandatangani dokumen secara digital, maka tanda tangan digital tersebut menggunakan kunci pribadi penandatangan. Mengapa demikian? Karena saat Anda mengirim dokumen tersebut, data yang terkandung akan diproses melalui algoritma fungsi Hash sehingga menghasilan nilai berbentuk huruf dan angka unik yang disematkan pada dokumen. 

Nilai inilah yang selanjutnya terenkripsi oleh kunci pribadi sehingga menghasilkan tanda tangan digital. 

Alur dari cara kerja dari digital signature

Penerima Dokumen (Kunci Publik)

Ketika Anda mengirim dokumen berisi tanda tangan digital, penerima akan mendapatkan salinan dokumen berisi kunci yang bersifat publik. Jika kunci publik tidak dapat mendekripsi dokumen yang dikirim, maka dapat dikatakan tanda tangan bukan milik pengirim atau bahkan dokumen telah mengalami perubahan.

Infrastruktur kunci publik mewajibkan kunci agar dibuat, dijalankan, dan disimpan dengan aman melalui otoritas sertifikat (Ceritificate Authority). Di Indonesia, Certificate Authority dapat mengacu pada Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) yakni sebagai penyedia resmi tanda tangan digital.

Baca Juga: Panduan dan Legalitas Kontrak Elektronik di Indonesia

Contoh Penggunaan Digital Signature

Pada prakteknya, ada beberapa contoh digital signature dalam kehidupan sehari-hari, yaitu:

  • Tanda Tangan ElektronikTanda tangan elektronik merupakan tanda tangan yang dilakukan secara digital alias disebut Tanda Tangan Elektronik Tersertifikasi di Indonesia. Sertifikat di sini dikeluarkan oleh PSrE yang sudah diakui KOMINFO. Meskipun tersertifikasi, TTD Elektronik memiliki keunikan dapat hanya berbentuk goresan digital hingga QR Code saja.
  • Transaksi Kartu Kredit — Pengguna kartu kredit akan diminta untuk membubuhkan tanda tangan di mesin khusus sebagai metode validasi
  • Investasi — Pada aplikasi fintech, Anda diminta untuk melakukan ttd digital saat melakukan berbagai hal, seperti pembuatan akun, jual beli aset, dan masih banyak lainnya.
  • Proses Produksi — Banyak perusahaan yang memakai ttd digital yang dilindungi oleh International Organization for Standardization (ISO) untuk mempercepat produksi
  • Surat Bisnis — berbagai dokumen bisnis bisa Anda tandatangani secara jarak jauh, baik itu surat bisnis formal maupun non formal dengan eSignature API yang bisa diintegrasikan dengan mudah ke sistem bisnis. Hal ini tentu memudahkan dan menghemat biaya serta waktu Anda.

Baca selengkapnya di sini: Apa Itu eSignature API, Cara Kerja, dan Contoh Penerapannya

Itulah penjelasan lengkap mengenai apa itu digital signature serta bagaimana cara kerjanya. Sangat canggih dan memiliki banyak kelebihan, bukan? Tak heran banyak digunakan segala lini bisnis mulai dari perseorangan, hingga perusahaan besar sekalipun. Jadi, apakah Anda tertarik untuk mencobanya?

Kategori : Product Insight
WhatsApp WhatsApp Sales