icon

Panduan Digital Signature dan Pelajari Cara Kerjanya!

Ditulis oleh:
Mekari Sign Author Fadillah Rafli Anwari
Diperbarui
Ditinjau oleh:
Reviewer Yocky Muhammad Fajri Yocky Muhammad Fajri
Share
WhatsApp X LinkedIn Facebook
Digital signature adalah metode otentikasi dokumen secara elektronik dengan tingkat keamanan tinggi
Panduan Digital Signature dan Pelajari Cara Kerjanya!
Mekari Sign Highlights

  • Digital signature menggunakan teknologi kriptografi untuk membantu memverifikasi identitas penandatangan dan menjaga integritas dokumen.
  • Digital signature berbeda dengan Tanda Tangan Elektronik karena digital signature menggunakan mekanisme kriptografi dan dapat terhubung dengan Sertifikat Elektronik.
  • Proses digital signature melibatkan hash, kunci privat, kunci publik, PKI, dan Sertifikat Elektronik.
  • Digital signature dapat membantu bisnis mempercepat proses penandatanganan, mengurangi penggunaan dokumen fisik, dan memudahkan penandatanganan jarak jauh.
  • Untuk Tanda Tangan Elektronik Tersertifikasi, Sertifikat Elektronik diterbitkan oleh PSrE Indonesia sesuai ketentuan yang berlaku.

Mengirim kontrak bisnis, menyetujui dokumen penting, hingga menandatangani perjanjian kerja kini bisa dilakukan tanpa harus bertemu langsung. Tanda tangan digital menjadi solusi modern yang mengubah cara kita memproses dokumen secara cepat, aman, dan efisien.

Banyak perusahaan mulai beralih ke digital signature karena dianggap lebih praktis, hemat biaya, dan minim risiko pemalsuan. Bahkan, legalitasnya telah diakui di Indonesia dan digunakan di berbagai sektor, dari keuangan hingga pemerintahan.

Lantas, bagaimana sebenarnya cara kerja digital signature dan mengapa penggunaannya terus meningkat? Jawabannya selengkapnya akan dibahas sebagai berikut.

Apa Itu Digital Signature?

Digital signature atau tanda tangan digital adalah sebuah skema matematis yang digunakan untuk memverifikasi keaslian dan integritas sebuah pesan atau dokumen digital. Ini bukan sekadar gambar tanda tangan Anda yang ditempelkan pada dokumen elektronik, melainkan sebuah sistem keamanan berbasis kriptografi yang canggih.

Secara mendasar, digital signature adalah sebuah kode terenkripsi unik yang melekat pada dokumen elektronik. Kode ini berfungsi sebagai bukti bahwa dokumen tersebut benar-benar berasal dari penandatangan yang sah dan isinya tidak mengalami perubahan apapun sejak ditandatangani. Jadi, jika ada upaya untuk mengubah dokumen setelah ditandatangani secara digital, tanda tangan tersebut akan otomatis menjadi tidak valid.

Perbedaan Tanda Tangan Digital dan Tanda Tangan Elektronik Biasa

Seringkali istilah “tanda tangan digital” (digital signature) dan “tanda tangan elektronik” (electronic signature) digunakan secara bergantian, padahal keduanya memiliki perbedaan mendasar, terutama dalam hal keamanan dan validasi.

  • Tanda Tangan Elektronik (Electronic Signature/e-Signature): Ini adalah istilah yang lebih luas dan mengacu pada segala bentuk tanda tangan dalam format elektronik yang menunjukkan niat seseorang untuk menyetujui isi dokumen. Contohnya bisa sesederhana mengetik nama di bawah email, gambar tanda tangan yang di-scan dan ditempel, atau mengklik tombol “Saya Setuju”. Tanda tangan elektronik tidak selalu menggunakan enkripsi atau sertifikat digital untuk verifikasi identitas.
  • Tanda Tangan Digital (Digital Signature): Ini adalah jenis spesifik dari tanda tangan elektronik yang menawarkan tingkat keamanan dan keaslian tertinggi. Tanda tangan digital menggunakan teknologi kriptografi Public Key Infrastructure (PKI) dan sertifikat digital yang dikeluarkan oleh Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) terpercaya untuk memverifikasi identitas penandatangan dan memastikan integritas dokumen. Artinya, tanda tangan digital memberikan jaminan yang lebih kuat bahwa penandatangan adalah orang yang sebenarnya dan dokumen belum diubah.
Aspek Tanda Tangan Elektronik Biasa Tanda Tangan Digital
Cakupan Umum, mencakup berbagai bentuk tanda tangan digital Spesifik, merupakan bagian dari tanda tangan elektronik
Keamanan Rendah hingga sedang Tinggi (menggunakan enkripsi dan sertifikat)
Verifikasi Identitas Tidak selalu ada proses verifikasi Diverifikasi melalui sertifikat digital resmi
Teknologi yang Digunakan Sederhana (misal gambar, klik, atau ketikan) Kriptografi & PKI (Public Key Infrastructure)
Kekuatan Hukum Bergantung pada konteks dan bukti tambahan Diakui secara hukum dan memiliki kekuatan pembuktian lebih kuat
Contoh Penggunaan Tanda tangan di email, klik “setuju” di aplikasi Tanda tangan digital pada dokumen kontrak sah

Singkatnya, semua tanda tangan digital adalah tanda tangan elektronik, tetapi tidak semua tanda tangan elektronik adalah tanda tangan digital. Tanda tangan digital memiliki lapisan keamanan dan validasi yang lebih kuat.

Baca Juga: 11 Keuntungan Tanda Tangan Digital untuk Bisnis

Cara Kerja Digital Signature yang Perlu Anda Pahami

Mungkin terdengar rumit, tetapi konsep dasar cara kerja tanda tangan digital sebenarnya bisa dipahami dengan mudah. Proses ini melibatkan beberapa komponen teknologi yang bekerja bersama untuk menciptakan sistem yang aman dan terpercaya. Berikut adalah komponen-komponen utamanya:

Fungsi Hash (Hash Function)

Bayangkan Anda memiliki sebuah dokumen. Sebelum ditandatangani secara digital, dokumen tersebut akan diolah melalui sebuah proses yang disebut hashing. Fungsi hash ini akan menghasilkan serangkaian karakter unik yang disebut hash value atau message digest.

  • Analogi Sederhana: Anggap saja fungsi hash ini seperti mesin pembuat “sidik jari digital” untuk dokumen Anda. Setiap dokumen akan menghasilkan sidik jari (hash value) yang unik. Jika ada satu huruf saja yang diubah dalam dokumen, maka sidik jari digitalnya akan berubah total. Ini memastikan bahwa integritas dokumen terjaga.

Sistem Kriptografi (Kunci Publik & Kunci Privat)

Setelah mendapatkan hash value, langkah berikutnya adalah enkripsi menggunakan sistem kriptografi asimetris. Sistem ini menggunakan sepasang kunci: kunci privat (private key) dan kunci publik (public key).

  • Kunci Privat (Private Key): Kunci ini bersifat rahasia dan hanya dimiliki oleh penandatangan. Hash value dari dokumen akan dienkripsi menggunakan kunci privat ini. Hasil enkripsi inilah yang menjadi tanda tangan digital Anda.
    • Analogi: Kunci privat Anda seperti stempel atau segel lilin pribadi yang sangat rahasia. Hanya Anda yang bisa menggunakannya untuk “menyegel” dokumen (dalam hal ini, mengenkripsi hash value).
  • Kunci Publik (Public Key): Kunci ini dapat dibagikan secara bebas kepada siapa saja yang perlu memverifikasi tanda tangan Anda. Penerima dokumen akan menggunakan kunci publik Anda untuk mendekripsi tanda tangan digital. Jika berhasil didekripsi dan hash value yang dihasilkan cocok dengan hash value dokumen yang mereka hitung ulang, maka tanda tangan tersebut dianggap sah dan dokumennya otentik.
    • Analogi: Kunci publik Anda seperti cetakan atau desain unik dari stempel Anda yang diketahui publik. Orang lain bisa menggunakan cetakan ini untuk memastikan bahwa segel pada dokumen benar-benar berasal dari Anda dan belum dirusak.

Prosesnya, penandatangan menggunakan kunci privat mereka untuk “mengunci” (mengenkripsi) sidik jari digital dokumen. Penerima kemudian menggunakan kunci publik penandatangan untuk “membuka” (mendekripsi) sidik jari tersebut dan membandingkannya dengan sidik jari dokumen yang mereka terima. Jika cocok, dokumen tersebut asli dan tidak berubah.

Public Key Infrastructure (PKI)

Public Key Infrastructure (PKI) adalah keseluruhan sistem, teknologi, kebijakan, dan prosedur yang memungkinkan penggunaan kriptografi kunci publik (termasuk tanda tangan digital) secara aman dan terpercaya. PKI menyediakan kerangka kerja untuk membuat, mengelola, mendistribusikan, menggunakan, menyimpan, dan mencabut sertifikat digital yang mengikat kunci publik dengan identitas individu atau organisasi.

  • Analogi: Jika kunci publik dan privat adalah alatnya, maka PKI adalah keseluruhan “ekosistem” atau “infrastruktur pendukung” yang memastikan alat-alat tersebut berfungsi dengan benar dan dapat dipercaya oleh semua pihak, mirip seperti sistem perbankan yang mengatur bagaimana transaksi keuangan berjalan aman.

Baca Juga: Mengenal Kriptografi dari Cara Kerja, Fungsi, Jenis dan Contohnya

Otoritas Sertifikasi (Certificate Authority – CA)

Otoritas Sertifikasi (CA), atau di Indonesia dikenal sebagai Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE), adalah pihak ketiga yang terpercaya yang bertugas menerbitkan dan mengelola sertifikat digital. CA memverifikasi identitas individu atau organisasi sebelum menerbitkan sertifikat digital. Di Indonesia, PSrE harus mendapatkan pengakuan dari Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi).

  • Analogi: CA atau PSrE ini seperti kantor catatan sipil atau instansi pemerintah yang mengeluarkan KTP atau paspor. Mereka memvalidasi identitas Anda sebelum memberikan dokumen resmi (sertifikat digital) yang membuktikan siapa Anda di dunia digital.

Sertifikat Elektronik

Sertifikat elektronik adalah sebuah “kartu identitas digital” yang dikeluarkan oleh CA/PSrE. Sertifikat ini mengikat identitas seseorang atau entitas dengan kunci publik mereka. Sertifikat elektronik berisi informasi seperti nama pemilik, kunci publik pemilik, masa berlaku sertifikat, nama CA yang menerbitkan, dan tanda tangan digital dari CA itu sendiri (untuk membuktikan keaslian sertifikat).

  • Analogi: Sertifikat elektronik ini persis seperti KTP digital Anda. Isinya adalah data diri Anda yang sudah terverifikasi dan kunci publik Anda, semuanya disahkan oleh lembaga terpercaya (CA/PSrE).

Dengan adanya sertifikat elektronik, penerima dokumen dapat yakin bahwa kunci publik yang mereka gunakan untuk verifikasi benar-benar milik penandatangan yang sah.

Contoh Penggunaan Digital Signature di Indonesia

Penggunaan tanda tangan digital di Indonesia semakin meluas di berbagai sektor. Berikut beberapa contohnya:

  • Tanda Tangan Elektronik PSrE: Digunakan dalam layanan pemerintahan, perbankan, dan layanan keuangan lainnya yang membutuhkan tingkat keamanan tinggi.
  • Transaksi Kartu Kredit: Proses otentikasi saat transaksi online seringkali melibatkan elemen tanda tangan digital.
  • Investasi Melalui Aplikasi Fintech: Pembukaan rekening, transaksi jual beli instrumen investasi.
  • Proses Produksi: Persetujuan dokumen internal, kontrol kualitas.
  • Surat dan Dokumen Bisnis: Kontrak kerja, perjanjian kerja sama (seperti MoU), faktur, surat penawaran. Pengelolaan dokumen bisnis secara digital juga mencakup pembuatan akta pendirian usaha yang kini semakin dimudahkan.

Legalitas Digital Signature di Indonesia

Digital signature memiliki dasar hukum dalam regulasi mengenai informasi dan transaksi elektronik di Indonesia. Tanda Tangan Elektronik memiliki kekuatan hukum dan akibat hukum yang sah selama memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan.

PP PSTE membagi Tanda Tangan Elektronik menjadi Tanda Tangan Elektronik Tersertifikasi dan Tanda Tangan Elektronik Tidak Tersertifikasi. Tanda Tangan Elektronik Tersertifikasi harus menggunakan Sertifikat Elektronik yang diterbitkan oleh PSrE Indonesia serta dibuat dengan Perangkat Pembuat Tanda Tangan Elektronik Tersertifikasi.

Dengan demikian, legalitas Tanda Tangan Elektronik tidak hanya ditentukan oleh penggunaan teknologi digital, tetapi juga oleh terpenuhinya persyaratan yang ditetapkan dalam regulasi. Untuk Tanda Tangan Elektronik Tersertifikasi, penggunaan Sertifikat Elektronik dari PSrE Indonesia menjadi salah satu persyaratan yang ditetapkan dalam PP PSTE.

Tanda tangan digital tersertifikasi pada dasarnya bukan hanya sah secara hukum, tapi juga memiliki nilai pembuktian yang sangat kuat di pengadilan karena identitas penandatangannya diverifikasi secara ketat. Selama digunakan sesuai ketentuan UU ITE dan PP PSTE, tanda tangan digital tersertifikasi dapat menggantikan kebutuhan tanda tangan basah dalam hampir seluruh konteks transaksi elektronik.

Mekari Sign reviewer
YockyMekari Sign Yocky Muhammad Fajri Reviewer
Legal Professional di Mekari

Pernyataan tersebut menegaskan bahwa penggunaan tanda tangan digital tersertifikasi bukan hanya pilihan praktis, tetapi juga aman secara hukum terutama bagi pelaku bisnis dan institusi yang ingin mengurangi risiko administrasi dan meningkatkan efisiensi operasional.

Baca juga: Panduan Lengkap Kontrak Elektronik

Kelebihan dan Kekurangan Digital Signature

Sebelum menggunakan digital signature dalam proses bisnis, penting untuk memahami manfaat yang ditawarkan sekaligus hal-hal yang perlu dipersiapkan. Pertimbangannya mencakup keamanan dokumen, efisiensi proses, biaya implementasi, hingga kesiapan pengguna dan teknologi.

Kelebihan

Penggunaan digital signature dapat memberikan beberapa manfaat dalam proses penandatanganan dokumen, terutama ketika bisnis perlu mengelola dokumen secara digital.

Kelebihan Penjelasan
Keamanan dan Integritas Dokumen Menggunakan mekanisme kriptografi dan Sertifikat Elektronik untuk membantu memverifikasi identitas penandatangan serta mendeteksi perubahan pada dokumen setelah ditandatangani.
Mendukung Legalitas Tanda Tangan Elektronik memiliki kekuatan hukum dan akibat hukum yang sah apabila memenuhi persyaratan yang ditetapkan dalam peraturan perundang-undangan.
Cepat dan Efisien Dokumen dapat ditandatangani secara digital tanpa perlu mencetak, mengirim, atau mengelola dokumen fisik dalam proses penandatanganan.
Hemat Biaya Operasional Penggunaan dokumen digital dapat membantu mengurangi biaya yang berkaitan dengan pencetakan, pengiriman, dan penyimpanan dokumen fisik.
Memudahkan Penandatanganan Jarak Jauh Pihak yang perlu menandatangani dokumen dapat melakukannya dari lokasi berbeda selama memiliki akses ke perangkat dan layanan yang diperlukan.
Mendukung Non-repudiation Pada Tanda Tangan Elektronik Tersertifikasi, identitas penandatangan dikaitkan dengan Sertifikat Elektronik sehingga aktivitas penandatanganan dapat diverifikasi sesuai mekanisme yang digunakan.

Baca Juga: 7 Cara Menggabungkan File PDF Online dan Offline

Kekurangan

Di samping manfaatnya, penggunaan digital signature juga membutuhkan kesiapan teknologi, pengguna, dan pengelolaan keamanan agar dapat berjalan dengan baik.

Kekurangan Penjelasan Singkat
Biaya Implementasi Penggunaan layanan digital signature dapat membutuhkan biaya sesuai jenis layanan, jumlah pengguna, dan kebutuhan bisnis.
Ketergantungan pada Teknologi Proses penandatanganan membutuhkan perangkat dan akses ke layanan digital yang memadai.
Kesiapan Pengguna Pengguna perlu memahami alur penggunaan layanan, terutama ketika organisasi baru beralih dari proses penandatanganan dokumen secara manual.
Pengelolaan Data Pembuatan Tanda Tangan Data yang digunakan untuk membuat Tanda Tangan Elektronik perlu dijaga agar tidak jatuh ke pihak yang tidak berhak.

Bagaimana Memilih Penyedia Layanan Digital Signature yang Tepat?

Memilih penyedia digital signature tidak cukup hanya dengan melihat kemudahan penggunaannya. Pastikan penyedia memiliki mekanisme verifikasi identitas, Sertifikat Elektronik, dan layanan yang sesuai dengan kebutuhan penandatanganan dokumen Anda.

  • Status PSrE: Pastikan layanan Tanda Tangan Elektronik Tersertifikasi menggunakan Sertifikat Elektronik yang diterbitkan oleh PSrE Indonesia sesuai ketentuan yang berlaku.
  • Keamanan: Perhatikan teknologi dan standar keamanan yang digunakan untuk melindungi dokumen, data pengguna, serta informasi yang berkaitan dengan proses penandatanganan.
  • Verifikasi identitas: Untuk Tanda Tangan Elektronik Tersertifikasi, pastikan tersedia proses verifikasi identitas yang sesuai sebelum Sertifikat Elektronik diterbitkan.
  • Jejak audit: Pilih layanan yang menyediakan informasi mengenai aktivitas dan proses penandatanganan sehingga riwayat dokumen dapat ditelusuri.
  • Kesesuaian dengan kebutuhan bisnis: Pertimbangkan jumlah dokumen, jumlah pengguna, integrasi, bulk signing, serta fitur pengelolaan dokumen yang dibutuhkan.

Mekari Sign menyediakan Tanda Tangan Elektronik Tersertifikasi yang menggunakan Sertifikat Elektronik melalui PSrE serta dilengkapi fitur seperti verifikasi eKYC, jejak audit, dan tanda tangan secara massal. Pelajari lebih lanjut tentang Mekari Sign.



Digital signature bukan sekadar cara untuk membubuhkan tanda tangan pada dokumen secara digital. Dengan teknologi kriptografi, Sertifikat Elektronik, dan mekanisme verifikasi, digital signature dapat membantu bisnis menjaga integritas dokumen sekaligus membuat proses penandatanganan lebih praktis.

Untuk kebutuhan yang memerlukan Tanda Tangan Elektronik Tersertifikasi, pastikan layanan yang digunakan memiliki proses verifikasi identitas dan Sertifikat Elektronik yang sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Jika Anda ingin memahami lebih banyak tentang legalitas dokumen dan teknologi yang mendukung proses bisnis digital, temukan berbagai insight lainnya di blog Mekari Sign.

Coba Buat Digital Signature Resmi Gratis!

CTA Banner Tanda Tangan Digital

Referensi

  • Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia. Apa Itu Tanda Tangan Elektronik?
  • Peraturan Pemerintah Republik Indonesia No. 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik.
  • Undang-Undang Republik Indonesia No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
  • Undang-Undang Republik Indonesia No. 19 Tahun 2016 tentang Perubahan atas UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
WhatsApp WhatsApp Sales