icon
Dokumen Administrasi
10 min read

Apa Itu NDA? Jenis, Fungsi & Dasar Hukumnya di Indonesia

Ditulis oleh:
Mekari Sign Author Fadillah Rafli Anwari
Diperbarui
Ditinjau oleh:
Notaris dan PPAT Alifa Dewi Djoyosugito Alifa Dewi Djoyosugito
Share
WhatsApp X LinkedIn Facebook
NDA adalah perjanjian kerahasiaan yang digunakan untuk melindungi informasi sensitif
Apa Itu NDA? Jenis, Fungsi & Dasar Hukumnya di Indonesia
Mekari Sign Highlights

  • NDA (Non-Disclosure Agreement) adalah perjanjian yang mengatur kewajiban para pihak untuk menjaga informasi rahasia.
  • Perusahaan dapat menggunakan NDA saat membagikan informasi seperti strategi bisnis, data keuangan, data pelanggan, atau informasi teknis kepada pihak lain.
  • Isi NDA perlu menjelaskan informasi yang dilindungi, tujuan penggunaannya, jangka waktu, pengecualian, dan konsekuensi pelanggaran.
  • NDA dan MoU memiliki fungsi berbeda. NDA berfokus pada kerahasiaan informasi, sedangkan MoU biasanya digunakan untuk mencatat pemahaman atau rencana awal kerja sama.
  • NDA dapat dibuat dan ditandatangani secara elektronik sesuai kebutuhan transaksi dan ketentuan yang berlaku.

Dalam proses kerja sama, perusahaan sering perlu membuka informasi yang belum tersedia untuk umum. Data pelanggan, strategi produk, laporan keuangan, harga, hingga informasi teknis bisa saja harus diberikan kepada vendor, calon investor, partner, atau konsultan.

NDA digunakan untuk mengatur informasi apa yang perlu dijaga, siapa yang boleh mengaksesnya, bagaimana informasi tersebut boleh digunakan, dan berapa lama kewajiban kerahasiaan berlaku.

Bentuk NDA juga perlu mengikuti hubungan bisnis yang sedang diatur. NDA untuk karyawan, misalnya, memiliki kebutuhan yang berbeda dari NDA antara dua perusahaan yang sedang membahas kerja sama.

Apa Itu NDA?

NDA (Non-Disclosure Agreement) atau Perjanjian Kerahasiaan adalah perjanjian yang mengatur kewajiban para pihak untuk menjaga informasi rahasia dan membatasi penggunaannya sesuai kesepakatan.

Informasi yang dicakup bergantung pada hubungan para pihak. Contohnya dapat berupa data pelanggan, laporan keuangan, strategi bisnis, rencana produk, informasi teknis, atau rahasia dagang.

NDA biasanya digunakan ketika informasi tersebut perlu dibagikan kepada pihak lain selama proses kerja sama, negosiasi, pengembangan produk, atau hubungan kerja.

Apa Perbedaan NDA dan MoU?

NDA dan MoU dapat digunakan pada tahap awal hubungan bisnis, tetapi keduanya mengatur hal yang berbeda. NDA berfokus pada kerahasiaan informasi. MoU biasanya digunakan untuk mencatat pemahaman, tujuan, atau rencana awal kerja sama.

Nama dokumen saja tidak menentukan apakah suatu dokumen mengikat secara hukum. Isi klausul, kesepakatan para pihak, dan konteks pembuatannya tetap perlu diperiksa.

Aspek NDA MoU
Fokus Kerahasiaan informasi Pemahaman atau rencana awal kerja sama
Isi umum Informasi rahasia, tujuan penggunaan, kewajiban kerahasiaan, pengecualian, dan jangka waktu Tujuan kerja sama, ruang lingkup awal, rencana kegiatan, atau pembagian peran
Kapan digunakan? Saat informasi sensitif perlu dibagikan Saat para pihak sedang menyusun kerangka awal kerja sama
Hubungan dengan dokumen lain Dapat berdiri sendiri atau menjadi bagian dari rangkaian perjanjian Dapat dilanjutkan dengan kontrak atau perjanjian yang lebih rinci
Sifat mengikat Bergantung pada isi dan kesepakatan para pihak Bergantung pada isi dan kesepakatan para pihak

Satu hubungan bisnis dapat menggunakan keduanya. Misalnya, NDA ditandatangani sebelum pertukaran informasi sensitif, kemudian MoU digunakan untuk mencatat ruang lingkup awal kerja sama.

Apa Fungsi NDA dalam Hubungan Bisnis?

Fungsi utama NDA adalah menetapkan aturan mengenai informasi yang dibagikan antar pihak. Isi perjanjiannya dapat disesuaikan dengan jenis informasi dan hubungan bisnis yang sedang berlangsung.

  • Menjaga informasi bisnis: seperti strategi, harga, rencana produk, dan data keuangan.
  • Mengatur penggunaan informasi: penerima hanya menggunakan informasi untuk tujuan yang telah disepakati.
  • Membatasi pengungkapan: perjanjian dapat menentukan kapan informasi boleh diberikan kepada pihak lain.
  • Mendukung proses negosiasi: misalnya saat perusahaan membahas investasi, akuisisi, atau kerja sama strategis.
  • Menetapkan konsekuensi pelanggaran: NDA dapat memuat hak dan kewajiban para pihak apabila terjadi pelanggaran.

Ketika informasi yang dibagikan termasuk rahasia dagang, NDA dapat menjadi bagian dari pengaturan kerahasiaan. UU No. 30 Tahun 2000 melindungi informasi di bidang teknologi dan/atau bisnis yang tidak diketahui umum, memiliki nilai ekonomi, dan dijaga kerahasiaannya. Undang-Undang No. 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang.

Baca Juga: Apa Itu HAKI? Jenis dan Cara Mendaftarkannya!

Apa Dasar Hukum NDA di Indonesia?

Tidak ada satu undang-undang yang secara khusus mengatur dokumen bernama Non-Disclosure Agreement. Penggunaan NDA berkaitan dengan ketentuan umum mengenai perjanjian serta aturan yang melindungi informasi tertentu.

  • KUHPerdata Pasal 1320 dan 1338: menjadi dasar umum dalam melihat syarat sah dan kekuatan mengikat suatu perjanjian.
  • UU No. 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang: mengatur perlindungan terhadap informasi yang memenuhi karakteristik rahasia dagang.
  • UU No. 1 Tahun 2024 tentang Perubahan Kedua atas UU ITE: merupakan perubahan kedua terhadap UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik dan berstatus berlaku.
  • UU No. 27 Tahun 2022 tentang Pelindungan Data Pribadi: relevan ketika informasi yang dibagikan dalam hubungan bisnis mengandung data pribadi dan pemrosesannya termasuk dalam cakupan UU PDP.

Penerapan aturan tersebut bergantung pada isi NDA dan informasi yang diatur di dalamnya. NDA yang berkaitan dengan rahasia dagang memiliki pertimbangan yang berbeda dari NDA yang digunakan ketika perusahaan membagikan data pribadi kepada vendor.

Untuk NDA elektronik, perusahaan juga perlu menentukan metode penandatanganan yang sesuai dengan jenis transaksi dan kebutuhan pembuktiannya.

Baca juga: Begini Cara Tanda Tangan di Atas Materai yang Benar [Contoh Gratis!]

Apa Saja Isi yang Perlu Dicantumkan dalam NDA?

Isi NDA perlu mengikuti informasi yang ingin dilindungi dan hubungan antara para pihak. Beberapa klausul yang umum digunakan antara lain:

  • Identitas para pihak: Menyebutkan siapa pihak pemberi dan penerima informasi, lengkap dengan nama, alamat, dan status hukum.
  • Definisi informasi rahasia: Menjelaskan jenis informasi yang dilindungi, seperti data keuangan, daftar pelanggan, kode sumber, atau rencana bisnis.
  • Tujuan pengungkapan: Menetapkan alasan informasi dibagikan dan membatasi penggunaannya sesuai kesepakatan.
  • Kewajiban pihak penerima: Mengharuskan penerima menjaga kerahasiaan dan mencegah penyebaran tanpa izin.
  • Pengecualian informasi: Menjelaskan data yang tidak dianggap rahasia, seperti informasi publik atau yang diperoleh sah dari pihak ketiga.
  • Durasi perjanjian: Menentukan masa berlaku kewajiban menjaga kerahasiaan, baik terbatas atau tanpa batas waktu.
  • Pengembalian atau pemusnahan data: Mewajibkan penerima menghapus atau mengembalikan informasi saat perjanjian berakhir.
  • Sanksi atas pelanggaran: Mengatur konsekuensi hukum jika terjadi pelanggaran, termasuk ganti rugi atau penghentian kerja sama.
  • Hukum yang berlaku dan penyelesaian sengketa: Menentukan yurisdiksi hukum dan metode penyelesaian konflik (mediasi, arbitrase, atau litigasi).
  • Klausul non-lisensi: Menegaskan bahwa informasi rahasia tidak otomatis memberikan hak lisensi atau kepemilikan atas kekayaan intelektual.

Baca Juga: Surat Perjanjian Lisensi: Pengertian, Prosedur, dan Contohnya!

Apa Saja Jenis NDA yang Umum Digunakan?

Jenis NDA biasanya dibedakan berdasarkan arah pertukaran informasi dan jumlah pihak yang terlibat.

1. Unilateral NDA

Unilateral NDA digunakan ketika satu pihak memberikan informasi rahasia kepada pihak lain. Kewajiban menjaga informasi berada pada pihak yang menerima informasi tersebut.

Contohnya, perusahaan memberikan informasi produk yang belum dipublikasikan kepada vendor atau calon investor.

2. Bilateral atau Mutual NDA

Mutual NDA digunakan ketika kedua pihak akan saling memberikan informasi rahasia. Masing-masing pihak memiliki kewajiban terhadap informasi yang diterimanya.

Contohnya adalah dua perusahaan yang sedang membahas kerja sama strategis dan perlu bertukar informasi bisnis atau teknis.

3. Multilateral NDA

Multilateral NDA melibatkan tiga pihak atau lebih. Model ini dapat digunakan ketika beberapa perusahaan atau organisasi perlu bertukar informasi dalam satu proyek.

Misalnya, perusahaan utama bekerja bersama vendor teknologi dan partner bisnis dalam pengembangan produk tertentu.

Pemilihan jenis NDA perlu mengikuti arah pertukaran informasi dan jumlah pihak yang terlibat. Bentuk yang digunakan sebaiknya mencerminkan hubungan bisnis yang sebenarnya.

Bagaimana Contoh NDA yang Bisa Digunakan?

Format NDA perlu disesuaikan dengan hubungan antara para pihak. Struktur untuk karyawan dapat berbeda dari dokumen yang digunakan dalam kerja sama antarperusahaan atau proses negosiasi investasi.

1. Contoh NDA Perusahaan (Umum)

Contoh NDA perusahaan umum untuk kerahasiaan bisnis.

2. Contoh NDA Karyawan

SURAT PERJANJIAN KERAHASIAAN (NON-DISCLOSURE AGREEMENT)

Perjanjian ini dibuat dan ditandatangani pada tanggal [Tanggal], oleh dan antara:

Pihak Pertama:
[Nama Perusahaan]
Alamat: [Alamat Perusahaan]

dan

Pihak Kedua:
[Nama Karyawan]
Alamat: [Alamat Karyawan]

Kedua pihak sepakat untuk mengikatkan diri dalam Perjanjian Kerahasiaan (Non-Disclosure Agreement/NDA) dengan ketentuan sebagai berikut:

1. RUANG LINGKUP
Karyawan wajib menjaga kerahasiaan semua informasi terkait pekerjaan, termasuk namun tidak terbatas pada: data internal, strategi bisnis, rencana produk, dan dokumen perusahaan.

2. LARANGAN PENGUNGKAPAN
Karyawan tidak diperkenankan membagikan informasi rahasia kepada pihak ketiga tanpa persetujuan tertulis dari Perusahaan.

3. PENGECUALIAN
Informasi yang sudah tersedia secara publik, diperoleh dari pihak ketiga yang sah, atau disetujui untuk diungkap oleh Perusahaan secara tertulis, tidak termasuk dalam ruang lingkup perjanjian ini.

4. MASA BERLAKU
Perjanjian ini berlaku sejak tanggal ditandatangani dan tetap berlaku selama [misal: 2 tahun] setelah hubungan kerja berakhir.

5. SANKSI
Setiap pelanggaran terhadap ketentuan ini akan dikenai sanksi hukum dan/atau sanksi perusahaan sesuai peraturan yang berlaku.

Demikian perjanjian ini dibuat dalam dua rangkap, ditandatangani secara sadar oleh kedua belah pihak.

Dibuat di: [Kota]
Tanggal: [Tanggal]

Pihak Perusahaan, Pihak Karyawan,

(____________)

[Nama Lengkap]

(____________)

[Nama Lengkap]

3. Contoh NDA Perorangan

SURAT PERJANJIAN KERAHASIAAN (NON-DISCLOSURE AGREEMENT)

Perjanjian ini dibuat dan disepakati pada tanggal [Tanggal], oleh dan antara:

Pihak Pertama:
[Nama Lengkap]
Alamat: [Alamat Lengkap]

dan

Pihak Kedua:
[Nama Lengkap]
Alamat: [Alamat Lengkap]

Dengan ini kedua pihak sepakat untuk menjaga kerahasiaan atas informasi yang dipertukarkan dalam rangka [Tujuan Kerja Sama/Proyek] dengan syarat dan ketentuan sebagai berikut:

1. DEFINISI INFORMASI RAHASIA
Informasi yang dimaksud termasuk data pribadi, ide, rencana, dokumen, dan bentuk komunikasi lainnya yang bersifat rahasia.

2. KEWAJIBAN KERAHASIAAN
Kedua pihak tidak akan mengungkapkan informasi tersebut kepada pihak ketiga tanpa persetujuan tertulis dari pihak pemberi informasi.

3. PENGECUALIAN
Informasi yang telah diketahui publik atau diperoleh secara sah dari sumber lain tidak termasuk dalam cakupan NDA ini.

4. JANGKA WAKTU
Perjanjian ini berlaku selama [misal: 3 tahun] sejak tanggal penandatanganan, atau sampai informasi tidak lagi bersifat rahasia.

5. HUKUM YANG BERLAKU
Perjanjian ini tunduk pada hukum negara Republik Indonesia.

Dibuat dan ditandatangani dengan kesadaran penuh tanpa paksaan dari pihak manapun.

Pihak Pertama,  Pihak Kedua,

(____________)

[Nama Lengkap]

(____________)

[Nama Lengkap]

4. Contoh NDA Kerjasama Bisnis (Partnership/Joint Venture)

Dengan memahami berbagai contoh ini, Anda dapat lebih siap dalam menghadapi situasi yang memerlukan perlindungan informasi rahasia.

Contoh dokumen NDA kerja sama bisnis partnership joint venture.

Baca juga: 20+ Contoh Surat Perjanjian Kerjasama Berbagai Keperluan! (GRATIS Template)

Apa Risiko Jika NDA Dilanggar?

Pelanggaran NDA dapat menimbulkan konsekuensi yang berbeda tergantung isi perjanjian, jenis informasi, dan kerugian yang terjadi.

  • Tuntutan hukum: Pihak yang dirugikan dapat menggugat secara perdata untuk menuntut ganti rugi atas kerugian materiil atau immateriil.
  • Pembayaran ganti rugi atau denda: NDA sering mencantumkan nominal denda atau skema perhitungan kompensasi yang wajib dibayar pihak pelanggar.
  • Perintah pengadilan (injunctive relief): Pengadilan dapat memerintahkan penghentian penyalahgunaan atau penyebaran informasi rahasia oleh pihak pelanggar.
  • Kerusakan reputasi: Pelanggaran dapat menggerus kepercayaan mitra bisnis, investor, atau klien, dan menurunkan kredibilitas perusahaan.
  • Pemutusan kerja sama: NDA yang dilanggar bisa dijadikan dasar sah untuk mengakhiri kontrak atau hubungan bisnis yang sedang berlangsung.
  • Potensi pidana: Jika pelanggaran menyangkut pencurian rahasia dagang, pelaku bisa dijerat sanksi pidana berdasarkan UU Rahasia Dagang.

Baca Juga: Apa Itu Kebocoran Data? Penyebab dan Cara Mengatasinya

Bagaimana Cara Menyusun NDA yang Lebih Tepat?

Sebelum NDA ditandatangani, periksa apakah informasi, pihak, tujuan, dan jangka waktunya sudah ditulis dengan jelas.

  • Jelaskan Tujuan NDA: Nyatakan alasan dibuatnya NDA, misalnya: “Melindungi strategi pemasaran saat presentasi ke investor.”
  • Definisikan Informasi Rahasia Secara Spesifik: Hindari istilah umum. Sertakan contoh: data pelanggan, kode sumber, laporan keuangan, dsb.
  • Batasi Ruang Lingkup Penggunaan: Tegaskan larangan distribusi, penyalinan, atau penggunaan tanpa izin tertulis.
  • Atur Masa Berlaku yang Realistis: Misalnya: 3 tahun sejak penandatanganan atau hingga informasi jadi publik.
  • Cantumkan Pengecualian Informasi: Contoh: info yang sudah publik atau wajib diungkap karena hukum.
  • Tegaskan Konsekuensi Pelanggaran: Misalnya: denda, pemutusan kerja sama, atau gugatan hukum.
  • Gunakan Tanda Tangan Resmi: Gunakan tanda tangan elektronik dan e-Meterai tersertifikasi dari Mekari Sign.
  • Konsultasi dengan Ahli Hukum: Penting untuk NDA bernilai tinggi atau kerja sama kompleks.

Baca juga: Apa Itu Hak Digital? Aturan, Jenis, Solusi Pelanggarannya


NDA Perlu Disusun Sesuai Informasi dan Hubungan Bisnis

NDA membantu menetapkan batas ketika informasi perusahaan perlu dibagikan kepada pihak lain. Isi dan tingkat perlindungannya bergantung pada jenis informasi, hubungan para pihak, dan tujuan pembagian informasi.

Setelah isi disepakati, proses NDA juga perlu dikelola dengan rapi. Pengiriman dokumen, approval, penandatanganan, dan penyimpanan versi akhir perlu tetap terhubung agar tim mudah mengetahui status dokumen dan menemukan kembali NDA saat dibutuhkan.

Untuk kebutuhan tersebut, perusahaan dapat menggunakan tanda tangan elektronik Mekari Sign untuk menandatangani NDA secara elektronik, sekaligus menjaga alur dokumen tetap lebih terstruktur.

Kelola kontrak rahasia Anda secara profesional dengan Mekari Sign

CTA Banner Tanda Tangan Digital

Referensi

  • Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. Undang-Undang No. 30 Tahun 2000 tentang Rahasia Dagang.
  • Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. Peraturan Pemerintah No. 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik.
  • Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. Undang-Undang No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.
  • Badan Pemeriksa Keuangan Republik Indonesia. Undang-Undang No. 27 Tahun 2022 tentang Perlindungan Data Pribadi.
  • Mahkamah Agung Republik Indonesia. Kitab Undang-Undang Hukum Perdata (KUHPerdata).
WhatsApp WhatsApp Sales