Blog

Apa Itu Scam? Modus dan Cara Menghindarinya

Mengenal Apa Itu Scam

Scam adalah salah satu jenis cyber crime yang tak bisa Anda remehkan. Scam biasanya berlangsung dengan rapi dan cepat, sehingga Anda tak langsung menyadarinya. Tiba-tiba saja, saldo rekening atau e-wallet Anda terkuras habis. Waduh!

Untungnya, Anda tak perlu khawatir. Melalui artikel ini, Anda akan belajar mengenai seluk beluk scam. Mulai dari definisi, modusnya, cara menghindari, hingga cara mengatasinya. Penasaran, kan? Yuk, simak sampai selesai!

banner blog tanda tangan digital

Apa Itu Scam?

ilustrasi apa itu scam

Sumber gambar: Pixabay

 

Scam adalah tindakan untuk mengambil uang atau sesuatu yang berharga dari orang lain dengan cara curang, seperti menipu, mengakali, berbohong, dan semacamnya. Media yang digunakan pun juga meragam. Mulai dari melalui email, website, dating apps, dan masih banyak lainnya.

Orang yang melakukan tindakan scam ini disebut dengan scammer. Mereka bisa merupakan individu atau kelompok yang tersebar di berbagai negara. Di tahun 2020 saja, scammer berhasil mengantongi hingga $154 juta berdasarkan 50.176 laporan scam online dari seluruh dunia.

Bagaimana Cara Kerja Scam?

Cara kerja scam bisa terbilang cukup terarah dan cepat eksekusinya. Hanya dalam hitungan menit, saldo atau hal berharga Anda bisa scammer sedot tanpa sisa. Umumnya, cara kerja scammer adalah sebagai berikut:

  • Pertama, scammer akan berusaha untuk mendapatkan username dan password Anda.
  • Caranya, dengan mengirimkan email berisi link ke website palsu yang mirip dengan website aslinya. Baik itu dari tampilan, maupun URL-nya seperti Facebo0k.com.
  • Bila tak teliti, Anda akan memasukkan username dan password pada situs scam tersebut. Lalu, akan muncul error walaupun Anda sudah memasukkannya dengan benar.
  • Di titik ini, scammer sudah berhasil mendapatkan data Anda dan akan menggunakannya untuk melakukan kejahatan atau tindakan ilegal lainnya.

Baca juga: Apa Itu Kebocoran Data? Penyebab dan Cara Mengatasinya

Awas, Kenali Ciri-Ciri Scam Ini!

Langkah awal agar Anda bisa terhindar dari scam adalah mengenali ciri-cirinya. Apa saja?

1.    Berpura-Pura Menjadi Tokoh Terkenal

Banyaknya korban scam seringnya gara-gara scammer berpura-pura sebagai tokoh terkenal. Baik itu individu, pemerintah, atau perusahaan ternama. Mereka akan menggunakan identitas palsu yang sekilas terlihat seperti aslinya.

Baca juga: Mengenal Verifikasi Identitas Biometrik yang Canggih dan Aman

2.    Menyebutkan Ada Masalah atau Klaim Hadiah

Biasanya, scammer tiba-tiba akan mengatakan bahwa Anda terlibat suatu masalah. Bila Anda tak segera mengatasinya, maka akan terjadi hal-hal yang tak diinginkan. Selain masalah, scammer juga biasanya memberitahu kalau Anda memenangkan suatu hadiah tertentu.

3.    Selalu Terburu-Buru

Ciri scam lainnya adalah mereka selalu menyuruh Anda untuk bertindak cepat. Misalnya, menyuruh Anda untuk segera transfer, segera login, dan semacamnya. Tujuannya, agar menciptakan rasa panik sehingga Anda tak bisa berpikir dengan jernih.

4.    Cara Pembayaran yang Tak Biasa

Terakhir, scammer biasanya akan meminta cara pembayaran yang tak biasa dan cenderung ribet. Misalnya, melalui gift card, cek, virtual account, crypto wallet, dan semacamnya. Alih-alih, menggunakan payment gateway atau transfer antar bank pada umumnya. Tapi, tak jarang juga ada scammer yang sudah ahli dan meminta transfer biasa. Jadi, Anda tetap harus berhati-hati.

Apa Saja Modus atau Teknik Scam yang Digunakan?

Modus atau teknik scam ada beragam dan selalu berubah-ubah seiring perkembangan zaman. Tapi secara umum, berikut teknik atau modus cam yang sering mereka gunakan:

  • Phising: mengelabui Anda dengan menyamar sebagai tokoh terkenal. Bisa dari bank, pemerintah, hingga orang terdekat Anda.
  • Antivirus Palsu: biasanya berbentuk pop-up menganggu yang mengatakan bahwa perangkat Anda terkena virus.
  • Marketplace Palsu: tampilan meniru marketplace asli, tapi harga dan diskonnya tidak wajar.
  • Formjacking: mengarahkan Anda untuk mengisi data penting di website yang URL-nya mirip dengan aslinya.
  • 419: scam pangeran dari Nigeria yang mengatakan bahwa Anda mendapatkan uang.
  • Donasi Fiktif: akun atau website palsu yang menyuruh Anda untuk berdonasi karena bencana alam, penderita penyakit parah, korban perang, dan semacamnya.
  • Lelang Palsu: Anda menang lelang suatu barang, lalu saat sudah bayar, ternyata barang tersebut tidak dikirim/tidak valid.
  • Ancaman Fiktif: biasannya scammer mengaku dari perusahaan besar/pemerintah dan mengatakan bahwa Anda dalam masalah. Anda harus membayar agar masalah cepat selesai.

Baca juga: Apa Itu Social Engineering? Kejahatan Online yang Wajib Anda Ketahui!

10 Cara Menghindari Scam yang Ampuh

ilustrasi cara menghindari scam

Sumber gambar: Pixabay

 

Walaupun scam terdengar menakutkan, tapi Anda bisa menghindarinya, kok. Berikut beberapa cara atau tips menghindari scam yang bisa Anda praktekkan:

1.    Hindari Memberikan Data Pribadi

Usahakan untuk tidak memberikan data pribadi Anda begitu saja di jagat maya. Entah itu melalui media sosial, mengisi form, dan sebagainya. Bila memang terpaksa, pastikan bahwa pihak yang meminta memang terpercaya dan tak akan menyebarkannya tanpa seizin Anda.

2.    Jangan Asal Klik Link di Email

Scammer sering menggunakan email untuk menjalankan aksinya. Mereka biasanya berpura-pura sebagai orang penting, lalu memasukkan link pada emailnya dan menyuruh Anda untuk mengkliknya. Sebaiknya, Anda hubungi pihak aslinya melalui kontak yang tercantum di website resminya untuk mengkonfirmasi link tersebut.

Baca juga: Spoofing: Dampak dan Cara Ampuh Mencegahnya

3.    Perhatikan URL Website

URL website memang jarang kita perhatikan, apalagi bila sering mengunjunginya. Inilah celah yang scammer gunakan untuk menipu Anda. Oleh karena itu, pastikan URL atau alamat website yang Anda kunjungi memang benar sebelum memasukkan apapun. Supaya lebih mudah, Anda bisa menyimpan bookmark URL aslinya, sehingga tinggal klik saja di masa depan.

4.    Pastikan Website Mempunyai Tanda Gembok

Selain memperhatikan URL website, pastikan juga ada gembok di website yang Anda kunjungi. Gembok ini menunjukkan bahwa website tersebut aman dari pihak ketiga yang ingin mencuri data Anda, karena sudah terpasang perlindungan SSL. Biasanya, website dengan gembok berawalan dengan https://.

5.    Perkuat Keamanan Perangkat

Selalu update perangkat Anda bila ada pemberitahuan resmi. Baik itu di laptop maupun di smartphone. Sebab, update tersebut biasanya juga menambal celah keamanan baru yang bisa dimanfaatkan scammer. Selain itu, pasang juga antivirus berkualitas di semua perangkat Anda.

Baca juga: Apa Itu Malware? Semua Hal yang Perlu Anda Ketahui!

6.    Jangan Membagikan Kode OTP

One-time password atau kode OTP adalah kode yang sistem kirimkan ke Anda saat melakukan transaksi online. Misalnya, menggunakan e-banking, login ke website tertentu, dan semacamnya. Maka dari itu, jangan bagikan kode OTP ke siapapun karena itu merupakan kunci untuk mengakses akun Anda.

7.    Rutin Ubah Password

Sebaiknya, Anda rutin mengubah password setiap tiga atau enam bulan sekali. Terutama, untuk akun-akun penting seperti mobile banking, urusan kantor, atau media sosial. Lalu, usahakan juga password yang baru memang belum pernah Anda gunakan sebelumnya.

8.    Cek Pemilik Website

Bila Anda masih ragu mengenai keaslian suatu website, Anda bisa mengecek identitas pemiliknya, lho! Caranya, Anda tinggal masukkan saja alamat website tersebut di WHOIS. Tunggu sesaat dan informasi seputar kepemilikan website akan muncul.

9.    Tetap Tenang

Jika Anda tiba-tiba mendapatkan pesan bahwa Anda terkena masalah atau memenangkan hadiah tertentu, usahakan tetap tenang. Tarik nafas dan jangan panik. Bila Anda panik, maka scammer akan memanfaatkannya sehingga Anda bisa jatuh sebagai korban.

10.   Selalu Update Tentang Scam

Tips menghindari scam yang terakhir adalah usahakan Anda selalu update tentang scam. Baik itu berita scam, pengalaman orang di media sosial, dan semacamnya. Dengan begitu, Anda bisa tahu mengenai teknik atau modus terbaru sehingga bisa menghindarinya.

Baca juga: Pengertian Literasi Digital, Manfaat, dan Contohnya

Bagaimana Cara Mengatasi Scam?

Lalu, bagaimana bila Anda menjadi korban scam? Tak perlu panik, Anda bisa mencoba cara-cara di bawah ini:

  • Block Scammer: segera blok kontak scammer, baik itu nomornya, email, media sosial, dan semacamnya. Jangan sampai mereka memberikan janji-janji palsu yang justru semakin menguras uang Anda.
  • Hubungi Bank: segera hubungi bank karena kemungkinan mereka bisa membantu Anda. Jangan lupa juga untuk minta bekukan kartu kredit atau akun keuangan terkait.
  • Ganti Password: bila terbobol, sebaiknya Anda langsung mengganti password tersebut. Ganti dengan password kuat yang merupakan kombinasi huruf, angka, dan karakter unik.
  • Laporkan ke Pihak Berwajib: scam merupakan tindak kriminal sesuai UU ITE. Jadi, Anda bisa melaporkannya ke pihak berwajib. Jangan lupa untuk mengumpulkan bukti agar kasus segera mereka proses.
  • Bagikan Pengalaman Anda: bila sudah siap, Anda bisa membagikan pengalaman scam ke orang lain agar tak jatuh ke lubang yang sama. Terutama ke keluarga dan teman terdekat Anda.

Hindari Scam dengan Mekari Sign!

Logo Mekari Sign

Scam adalah cyber crime yang menyeramkan dan bisa menyerang siapa saja. Scammer bisa menyamar sebagai tokoh terkenal dan melakukan tindakannya dengan rapi. Tanpa sadar, Anda tiba-tiba sudah menjadi korban scam.

Oleh karena itu, penting bagi Anda untuk menerapkan cara pencegahan di atas. Mulai dari jangan mudah menyebar identitas pribadi, rutin mengganti password, cek website, dan sebagainya. Harapannya, hal tersebut bisa meminimalisir risiko Anda terkena scam.

Maka dari itu, bila Anda sering atau berniat menggunakan layanan digital signature, pastikan layanan tersebut aman seperti Mekari Sign, ya. Sebab, bisa saja scammer mencuri data pribadi dan data dalam dokumen tersebut.

Coba Mekari Sign Sekarang!

Blog

Artikel Terkait

WhatsApp WhatsApp Sales