Blog

40+ Istilah Umum Dalam Dunia Logistik [Edisi 2023]

featured image istilah umum dalam dunia logistik

Apakah Anda tertarik terjun ke dunia logistik? Jika iya, ada banyak sekali istilah umum di dunia logistik yang perlu Anda ketahui.

Dengan mengetahui istilah-istilah tersebut, maka Anda bisa mengurangi kesalahan dan pekerjaan bisa berjalan dengan lebih efisien. Alhasil, barang bisa dikirim dengan tepat waktu dan sampai ke tujuan dengan baik.

Lalu, apa saja istilah umum dalam dunia logistik? Tak perlu khawatir, di artikel ini Anda akan belajar lebih dari 40 istilah umum dalam dunia logsitik yang sudah kami rangkum dari beberapa sumber. Yuk, mulai!

banner tanda tangan elektronik blog mekari sign

Apa itu Logistik?

ilustrasi apa itu logistik

Sumber gambar: Unsplash

 

Logistik adalah semua aktivitas yang berhubungan dengan perbindahan barang, jasa, energi, atau sumber daya lainnya dari titik awal ke titik penggunaan. Aktivitas di sini berupa perencanaan, pengawasan, penyimpanan, pemeliharan, hingga kegiatan perpindahan itu sendiri.

 

Baca juga: 8 Cara Menjadi Eksportir Pemula di 2023 [Terlengkap]

Apa itu Kargo?

Kargo adalah pengiriman logistik dengan jenis muatan yang besar, biasanya lebih dari 10 kg. Jarak tempuh pengirimannya bisa antar kota, provinsi, hingga negara sekalipun. Pengiriman juga dilakukan melalui darat, laut, dan udara.

50+ Istilah Umum Dalam Dunia Logistik

Di bawah ini merupakan 50 lebih istilah umum dalam dunia logistik yang perlu Anda ketahui. Kami sudah mengurutkanya sesuai abjad untuk memudahkan Anda. Selamat membaca!

1. Air Way Bill (AWB)

Air Way Bill adalah surat tanda terima pengiriman barang yang dikirim melalui udara, seperti pesawat. Di Indonesia, AWB diatur dalam UU Nomor 1 Tahun 2009 Tentang Penerbangan, tepatnya pada Pasal 1 Ayat 28.

2. Bill of Lading (B/L)

Bill of Lading adalah surat tanda terima barang yang telah muat dalam kapal, sekaligus menjadi bukti kepemilikan barang, dan bukti adanya perjanjian pengangkutan barang melalui laut. Kami sudah membahasnya dengan lengkap di → Apa Itu Bill of Lading? Jenis, Isi, Fungsi, dan Contohnya

3. Certificate of Origin

Certificate of Origin adalah sertifikasi asal barang yang menyatakan bahwa barang/komoditas yang diekspor memang berasal dari daerah/negara pengekspor. Di Indonesia, COO ini juga disebut dengan Surat Keterangan Asal (SKA). Anda bisa membaca penjelasan lengkapnya di → Apa Itu Certificate of Origin? Semua Hal yang Perlu Diketahui!

4. Closing Time

Closing TIme adalah tenggat waktu normal yang diperbolehkan bagi barang atau kargo yang masuk ke tempat penimbunan sementara. Bila barang Anda tetap nekat masuk melewati dari jadwal Closing Time, maka Anda akan dikenakan denda atau sanksi.

5. Commercial Invoice

Commercial Invoice adalah daftar rincian barang yang detail dan berisi nama Shipper, Consignee, Notify Party, nama Vessel & Voy, nilai invoice per item/total, hingga jumlah barang.

6. Consignee

Consignee adalah penerima barang alias importir. Maka dari itu, supaya tidak nyasar atau salah penerima, Anda harus menuliskan identitasnya dengan detail. Mulai dari nama lengkap, alamat, nomor telepon, dan informasi relevan lainnya.

7. Container Freight Station (CFS)

Container Freigth Station atau CFS adalah pengiriman secara LCL dari gudang tempat asal ke gudang yang dituju. Pengertian LCL bisa Anda temukan di bawah.

8. Container Yard (CY)

Container Yard atau CY adalah mode mengiriman secara CFL dari gudang asal ke gudang penumpukan yang Anda tuju. Pengertian CFL bisa Anda temukan di bawah.

9. Cost Insurance & Freight (CIF)

CIF atau Cost Insurance & Freight adalah Metode Pembayaran di Pelabuhan Muat. Dengan kata lain, sebelum melakukan pengiriman, barang tersebut sudah dilunasi oleh Consignee. Lalu, biaya asuransi dan ongkos kirim sudah dibayar oleh Shipper di Pelabuhan Muat.

10. Custom Clearance

Custom Clearance adalah serangkain proses administrasi pengiriman dan pengeluaran barang yang berhubungan dengan kepabeanan dan administrasi pemerintahan. Durasi prosesnya tergantung ke beberapa hal, tapi biasanya sekitar 3 sampai 14 hari.

11. Delivery Duty Paid (DDP)

Delivery Duty Paid atau DDP adalah saat penjual harus menyerahkan barang ke pembeli di suatu tempat yang dtunjuk pembeli. Tempat ini harus berada di wilayah keweangan pembeli, lalu juga telah menyelesaikan semua syarat formalitas kepabeanan.

12. Delivery Order (DO)

Delivery Order adalah tanda bukti pengambilan barang dari gudang asal ke gudang tujuan yang diberikan oleh Shipping Agent, forwarder, atau gudang terkait.

13. Description of Goods

Secara harfiah, Description of Goods adalah perincian barang. Biasanya, Anda bisa menemukannya di dalam Packing List dan Bill of Lading. Akan tetapi, pada Bill of Lading, Descriptions Goods ditulis dengan sederhana atau hanya garis besarnya saja.

14. Door

Door adalah alamat asal gudang serta alamat pengambilan barang yang Anda kirim.

15. Dry Container

Dry Container adalah container standar yang cocok dan aman untuk mengangkut barang material. Misalnya, besi, motor, mobil, gerbong, mebel, dan sebagainya. Container ini tidak cocok untuk barang yang berbentuk gas atau cair.

16. EDI System

EDI atau Electronic Data Interchange adalah pertukaran data antar aplikasi menggunakan jaringan internet yang mampu melintasi batas organisasi, sehingga peran manusia bisa ditekan sekecil mungkin. Dengan begitu, proses akan lebih efisien, mudah, dan aman.

17. Estimation Time of Arrival (ETA)

Estimation Time of Arrival atau ETA adalah perkiraan waktu kapal datang ke pelabuhan. Contohnya, Kapal A mempunyai ETA 9 AM, berarti kira-kira kapal akan sampai jam 9 pagi.

18. Estimation Time of Departure (ETD)

Estimation Time of Arrival atau ETA adalah perkiraan waktu keberangkat kapal. Misalnya, Kapal A ETA 8 PM, artinya kapal A akan berangkat sekitar pukul 20.00.

19. Feeder Vessel

Feeder Vessel adalah kapal pengangkut container dengan kapasita kecil. Biasanya, mengangkut dari pelabuhan muat menuju pelabuhan transit untuk nantinya pindah ke Mother Vessel.

20. Free on Board (FOB)

FOB atau Free on Board adalah metode pembayaran yang semuanya dilakukan di pelabuhan bongkar. Baik itu untuk biaya pengiriman, asuransi, dan harga barang.

21. Full Container Loaded (FCL)

Full Container Loaded atau FLC adalah pengiriman dan pemuatan barang yang sepenuhnya menggunakan kontainer.

22. Gross Weight (GW)

Gross Weight atau GW adalah berat kotor barang, yakni berat barang itu sendiri termasuk dengan kemasannya. Contohnya, berat barang 1 kg dan kemasan 500 gr, maka GW-nya adalah 1,5 kg.

23. Less than Container Load (LCL)

Less than Container Load atau LCL adalah pengiriman yang tidak menggunakan kontainer. Melainkan, barang akan dikirim ke gudang dari Shipping Agent, lalu pihak gudang mengumpulkan beberapa pengiriman LCL hingga jumlahnya cukup untuk loading ke kontainer.

24. Mother Vessel

Mother Vessel adalah kapal pengangkut dengan kapasitas besar. Biasanya, mengangkut kontainer dari pelabuhan transit menuju pelabuhan tujuan di berbagai penjuru dunia.

25. Net Weight (NW)

Net Weigth atau NW adalah berat bersih suatu barang, yakni berat barang asli tanpa kemasannya. Misalnya, berat barang 3 kg, sedangkan kemasannya 1 kg, maka NW-nya adalah 3 kg.

26. Notify Party

Notify Party adalah pihak kedua setelah Consignee yang berhak untuk diberitahu mengenai adanya pengiriman atau penerimaan barang ekspor dan impor. Biasanya, Consginee dan Notify Party memiliki alamat yang sama, tapi kembali lagi tergantung perjanjian dengan Shipper dan Importer.

27. Over Brengen (OB)

Over Brengen atau OB adalah pemindahan secara paksa terhadap barang impor karena gagal memenuhi pross kepabeanan tepat waktu. Ini sering terjadi karena regulasi pihak angkut yang menyebabkan unloading kargo pada gudang dan tempat barang keluar yang berbeda. OB juga sering disebut dengan Pindah Gudang.

28. Packing List

Packing List adalah dokumen yang berisi informasi rinci mengenai nama pengirim, penerima, barang yang dikirim, serta informasi lain yang relevan dengan proses logistik.

29. Part of Shipment (PoS)

Part of Shipment atau PoS adalah pengiriman barang menggunakan sebuah kontainer yang berisi beberapa nama pengirim, tapi memiliki satu tujuan lokasi penerima.

30. Pemberitahuan Ekspor Barang (PEB)

Seperti namanya, PEB atau Pemberitahuan Ekspor Barang adalah sistem online yang berfungsi sebagai pemberitahuan untuk pemeriksaan fisik kondisi barang. PEB ini memanfaatkan EDI System yang sudah dibahas di atas.

31. Persetujuan Export (PE)

Lembar Persetujuan Export bisa Anda peroleh dan dicetak sendiri oleh pihak Shipper yang sudah memiliki EDI System. Namun, Anda harus sudah mengajukan dokumen eksport, seperti Packing List, Commercial Invoice, dan PEB yang sudah disetujui.

32. Port of Discharge (POD)

Port of Discharge atau POD adalah tempat untuk bongkar barang, baik itu sebagian maupun semuanya. Setelah itu, barang-barang tersebut akan dikirim ke masing-masing Consignee. POD juga dikenal dengan Port of Unloading.

33. Port of Loading (POL)

Port of Loading atau POL adalah tempat untuk muat barang ke dalam kapal, sehingga siap untuk dikirim ke pelabuhan tujuan. POL juga dikenal dengan sebutan Port of Exit.

34. Reefer Container

Reefer Container adalah jenis container yang mempunyai sistem pendingin di dalamnya. Sehingga, container ini berfungsi selayaknya kulkas raksasa. Bisa ditebak, fungsinya untuk mengirim makanan beku, daging, makanan yang mudah kadaluarsa, dan semacamnya.

35. Shipper

Shipper adalah pengirim atau eksportir. Dalam pengirimannya, identitas Shipper ini harus tercantum dengan jelas pada semua dokumen yang diperlukan. Mulai dari nama, alamat lengkap, dan sebagainya.

36. Shipping

Shipping adalah pengiriman, baik itu melalui udara, laut, maupun darat. Jangan sampai salah dengan Shipper di atas, ya.

37. Shipping Mark & Number

Shipping Mark & Number adalah keterangan pada kemasan barang yang berfungsi sebagai tanda pengiriman. Shipping Mark & Number bisa Anda temukan pada Packing List dan Bill of Lading.

38. Shipping Schedule

Shipping Schedule adalah jadwal pengiriman yang diberikan oleh Shipping Agent. Nama lain dari Shipping Schedule adalah Jadwal Pengapalan.

39. Stripping

Stripping adalah membongkar isi container di Depo, lalu dimasukkan ke dalam truk maupun alat transportasi lainnya. Ada dua jenisnya, yaitu Stripping In dan Stripping Out.

40. Stuffing

Stuffing adalah kegiatan menyusun barang ke dalam kontainer atau tempat penyimpanan lain dengan baik dan rapi. Tujuannya, agar kontainer tersebut bisa memuat banyak barang dengan maksimal.

41. Third Party Logistic (3PL)

Third Party Logistic atau 3PL adalah pihak ketiga pada perusahaan jasa pengiriman dan betugas membantu pihak kedua perihal pengiriman barang. Utamanya, 3PL membantu pengiriman agar bisa sampai di daerah yang tak dicakup oleh jasa pengiriman besar.

42. Vessel

Dalam dunia logistik, istilah Vessel berarti kapal. Ada banyak Vessel yang digunakan. Mulai dari kapal kecil Feeder Vessel, hingga kapal besar Mother Vessel yang mampu berkeliling dunia.

43. Voyage (Voy)

Voyage atau disingkat Voy adalah nomor pengapalan atau nomor keberangkatan kapal yang wajib ada di belakang nama kapal. Contohnya, WKANDA V. 23, artinya kapal bernama WKANDA dengan nomor pengapalan 23.

Kelola Dokumen Logistik dengan Mekari Sign!

Logo Mekari Sign

Itulah beberapa istilah umum dalam dunia logistik dengan penjelasannya masing-masing. Melalui artikel ini, Anda sudah belajar lebih dari 40 istilah dalam dunia logistik yang bisa membantu Anda ke depannya. Bila ada istilah yang lupa, Anda tinggal buka saja artikel ini.

Oh ya, tentu saja dalam dunia logistik Anda juga harus mengesahkan banyak dokumen, kan? Supaya mudah dan efisien, Anda bisa menggunakan Mekari Sign. Melalui Mekari Sign, Anda bisa membubuhkan tanda tangan elektronik dan e-Meterai pada dokumen logistik Anda hanya dalam hitungan menit. Anti ribet!

Coba Mekari Sign Sekarang!

Blog

Artikel Terkait

WhatsApp WhatsApp Sales