
Lembar disposisi adalah salah satu dokumen yang sering muncul dalam dunia administrasi. Terutama, pada urusan surat resmi di suatu instansi dan perusahaan. Lalu, apa itu lembar disposisi?
Nah, artikel ini akan membahas lembar disposisi dengan mendalam. Mulai dari pengertian, tujuan, manfaat, alur, hingga contohnya. Terdengar menarik, kan? Maka dari itu, simak artikel ini sampai selesai, ya!
Apa itu Lembar Disposisi?
Lembar disposisi adalah pendapat seorang pejabat mengenai urusan yang dimuat dalam suatu surat dinas dan langsung ia tuliskan pada surat yang bersangkutan atau lembar khusus. Biasanya, lembar ini memuat beberapa hal, seperti nomor surat, kode administrasi, dan semacamnya.
Baca juga: 16 Contoh Lembar Pengesahan, Terlengkap!
Tujuan Lembar Disposisi
Utamanya, tujuan lembar disposisi adalah agar staf bisa menindaklanjuti perintah yang diberikan atasannya tersebut dengan tepat. Jadi, bisa mengurangi kesalahpahaman yang biasanya terjadi bila perintah diberikan secara lisan.
Baca juga: 10 Contoh Surat Perintah Kerja Berbagai Keperluan, Terlengkap!
Manfaat Lembar Disposisi
Berikut beberapa manfaat lembar ini:
- Memberikan arahan yang jelas kepada bawahan
- Mengurangi kesalahan saat menjalankan perintah atasan
- Mengetahui tanggapan dari surat masuk yang diterima
- Mengetahui bagaimana surat masuk ditindaklanjuti
- Mempermudah menangani surat masuk dan surat keluar
Baca juga:Â 7 Contoh Surat Perjalanan Dinas, Terlengkap!
Alur Lembar Disposisi
Biasanya, lembar disposisi memiliki alur seperti ini:
1. Langkah Pertama
Staf biro umum menerima surat masuk dari kurir, lalu menandatangani tanda terima sebagai bukti bahwa surat telah diterima dengan baik. Tanpa adanya tanda terima, maka surat masuk tak akan disampaikan ke pihak terkait.
2. Langkah Kedua
Staf biro umum akan memisahkan surat yang telah diterima. Biasanya, dipisahkan antara surat masuk dari dalam instansi dengan surat masuk dari luar. Tujuannya, agar proses pencatatan lebih mudah dan mempercepat pengelolaan surat ke depannya.
3. Langkah Ketiga
Setelah memisahkan semua surat masuk, maka surat akan dicatat pada lembar disposisi rangkap dua yang berwarna pink dan putih. Nantinya, setelah pencatatan selesai, maka akan disobek untuk dipisahkan, di mana warna pink akan diberikan ke yang bersangkutan, sedangkan warna putih akan diarsipkan.
4. Langkah Keempat
Setelah surat diberikan lembar diposisi, maka surat akan diberikan ke pimpinan untuk diberikan instruksi. Tujuannya, agar surat bisa segera ditindaklanjuti sesuai dengan perintah dan instruksi pimpinan.
5. Langkah Kelima
Selanjutnya, bila pemimpinan sudah memberikan instruksi di lembar disposisi, maka akan diinput ke sistem. Kenapa demikian? Supaya mempercepat dan mempermudah pencarian data ke depannya.
6. Langkah Keenam
Setelah berhasil diinput ke sistem, maka surat dengan lembar disposisi akan didistribusikan ke pihak terkait agar bisa ditindaklanjtui. Bila semua sudah didistribusi dan ditindaklanjuti, maka pencatatan surat pada lembar disposisi telah selesai.
Baca juga: 10 Contoh Surat Tugas Resmi Berbagai Jenis, Terlengkap!
5 Contoh Lembar Disposisi
Supaya Anda mendapatkan gambaran, berikut contoh lembar disposisi:
1. Contoh Lembar Disposisi 1
2. Contoh Lembar Disposisi 2
3. Contoh Lembar Disposisi 3
4. Contoh Lembar Disposisi 4
5. Contoh Lembar Disposisi 5
Percepat Urusan Administrasi dengan Mekari eSign!
Itulah penjelasan mengenai surat disposisi secara lengkap. Melalui artikel ini, Anda sudah belajar apa itu lembar diposisi, tujuannya, manfaat, alur, hingga beberapa contohnya sebagai gambaran. Sekarang, Anda sudah paham, kan?
Oh ya, di zaman digital ini, berbagai  keperluan administrasi bisa Anda permudah melalui Mekari eSign, lho! Mekari eSign menyiadakan berbagai fitur yang siap menunjang dan mengelola berbagai keperluan surat dan dokumen Anda. Mulai dari tanda tangan elektronik, meterai elektronik resmi, stempel digital, hingga kontrak elektronik. Terdengar menarik, kan?