– PSrE adalah badan hukum yang berfungsi sebagai pihak tepercaya dalam penyelenggaraan Sertifikasi Elektronik.
– PSrE berperan dalam penerbitan dan audit Sertifikat Elektronik sesuai ketentuan yang berlaku.
– Sertifikat Elektronik dapat digunakan untuk mendukung Tanda Tangan Elektronik Tersertifikasi.
– PSrE Indonesia terdiri dari PSrE Instansi dan PSrE Non-Instansi dengan lingkup penyelenggaraan yang berbeda.
– Memahami peran PSrE membantu bisnis mengevaluasi layanan sertifikasi elektronik sesuai kebutuhan pengguna dan transaksi.
Ketika dokumen ditandatangani secara digital, identitas penandatangan perlu dapat diverifikasi. Hal ini penting untuk memastikan pihak yang menandatangani dokumen dapat diidentifikasi dalam proses transaksi elektronik.
Di sinilah Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) berperan. PSrE menyediakan layanan Sertifikat Elektronik yang dapat digunakan untuk mendukung Tanda Tangan Elektronik (TTE) Tersertifikasi.
Apa Itu PSrE?
Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) adalah badan hukum yang berperan sebagai pihak tepercaya dalam penyelenggaraan layanan Sertifikasi Elektronik. PSrE dapat menyediakan layanan seperti penerbitan, pengelolaan, dan validasi Sertifikat Elektronik sesuai ketentuan yang berlaku.
Sebelum Sertifikat Elektronik diterbitkan, PSrE melakukan proses verifikasi identitas terhadap calon pemilik sertifikat. Proses ini dapat melibatkan Electronic Know Your Customer (e-KYC) sebagai salah satu metode verifikasi identitas.
Sertifikat Elektronik yang diterbitkan kemudian dapat digunakan untuk mendukung Tanda Tangan Elektronik Tersertifikasi. Dengan demikian, PSrE memiliki peran dalam membangun kepercayaan antara identitas pengguna dan transaksi elektronik yang dilakukannya.
Baca Juga:Â Perbedaan Tanda Tangan Elektronik vs Tanda Tangan Digital
Klasifikasi PSrE: Instansi dan Non Instansi
Regulasi PSrE dari Komdigi membagi penyelenggara ke dua kategori utama. Pembagian ini penting karena menentukan siapa yang boleh dilayani dan untuk kebutuhan apa layanan digunakan.
- PSrE Instansi
- Fokus: kebutuhan internal pemerintahan
- Pengguna: kementerian, lembaga negara, ASN
- Fungsi: penerbitan sertifikat elektronik untuk administrasi negara
- Contoh: BSrE BSSN
- PSrE Non Instansi
- Fokus: kebutuhan publik dan bisnis
- Pengguna: perusahaan, profesional, masyarakat umum
- Bentuk: BUMN atau swasta
- Contoh: Peruri, VIDA, Privy, Tilaka
- Penggunaan dalam bisnis
- Untuk kebutuhan bisnis dan masyarakat, layanan umumnya menggunakan PSrE Non-Instansi.
- Contohnya untuk mendukung kontrak, perjanjian B2B/B2C, dan transaksi komersial.
Dasar Hukum PSrE di Indonesia
Penyelenggaraan Sertifikasi Elektronik di Indonesia memiliki dasar hukum yang mengatur penggunaan Tanda Tangan Elektronik serta penyelenggaraan layanan Sertifikasi Elektronik. Beberapa regulasi yang menjadi dasar penyelenggaraan tersebut antara lain:
- UU No. 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) beserta perubahannya: mengatur informasi dan transaksi elektronik, termasuk ketentuan mengenai Tanda Tangan Elektronik sebagai alat bukti hukum. Pelajari lebih lanjut tentang UU ITE.
- Peraturan Pemerintah (PP) Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik (PSTE): mengatur penyelenggaraan sistem dan transaksi elektronik, termasuk ketentuan mengenai Tanda Tangan Elektronik dan Penyelenggara Sertifikasi Elektronik.
- Permenkominfo No. 11 Tahun 2022: mengatur tata kelola Penyelenggara Sertifikasi Elektronik, termasuk pengakuan, penyelenggaraan layanan, audit, dan tanggung jawab PSrE.
Baca Juga: Legalitas Tanda Tangan Elektronik di Indonesia
Fungsi PSrE
PSrE menjalankan beberapa fungsi penting untuk mendukung keamanan dan kepercayaan dalam transaksi elektronik, antara lain:
- Autentikasi: Memverifikasi identitas pemilik Sertifikat Elektronik melalui proses yang sesuai, termasuk e-KYC, untuk membantu memastikan identitas pengguna.
- Integritas Data: Membantu memastikan data pada dokumen tetap utuh dengan menggunakan mekanisme kriptografi. Perubahan pada data dapat terdeteksi melalui mekanisme verifikasi yang digunakan.
- Nirsangkal (Non-repudiation): Mendukung pembuktian keterkaitan antara identitas pemilik sertifikat dan aktivitas elektronik yang dilakukan menggunakan Sertifikat Elektronik.
Baca juga: Kenali Apa itu Alat Bukti Elektronik
Jenis Layanan PSrE
PSrE dapat menyediakan berbagai layanan untuk mendukung keamanan, keandalan, dan pembuktian dalam transaksi elektronik. Jenis layanan yang tersedia dapat berbeda sesuai pengakuan dan lingkup penyelenggaraan masing-masing PSrE.
1. Penerbitan Sertifikat Elektronik
PSrE dapat menerbitkan Sertifikat Elektronik sebagai bagian dari layanan Sertifikasi Elektronik. Sertifikat ini dapat digunakan untuk mendukung Tanda Tangan Elektronik bagi individu maupun Segel Elektronik untuk badan usaha.
2. Preservasi Tanda Tangan atau Segel Elektronik
Preservasi membantu mempertahankan informasi dan bukti yang diperlukan untuk memeriksa tanda tangan atau segel elektronik dalam jangka panjang. Layanan ini berguna ketika dokumen perlu diverifikasi kembali setelah masa berlaku sertifikat berakhir.
3. Penanda Waktu Elektronik
Penanda waktu atau timestamp memberikan informasi mengenai waktu terjadinya suatu transaksi atau aktivitas elektronik. Informasi waktu ini dapat membantu menjaga urutan dan keutuhan bukti elektronik.
Baca Juga: Kenali Apa Itu Audit Trail dalam TTE!
4. Segel Elektronik
Segel Elektronik digunakan untuk menunjukkan keterkaitan suatu dokumen atau informasi elektronik dengan badan usaha atau organisasi. Layanan ini dapat digunakan pada dokumen yang diterbitkan atas nama perusahaan atau organisasi, seperti surat resmi atau dokumen bisnis.
5. Pengiriman Elektronik Tercatat
Pengiriman Elektronik Tercatat menyediakan bukti mengenai pengiriman dan penerimaan dokumen elektronik. Informasi seperti identitas pihak yang terlibat dan waktu transaksi dapat menjadi bagian dari bukti pengiriman.
Baca Juga: 3 Cara Cek Keaslian Tanda Tangan Elektronik Tersertifikasi
Contoh PSrE Resmi di Indonesia
Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi) menyediakan direktori Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) untuk memeriksa penyelenggara yang diakui di Indonesia. Direktori ini dapat menjadi acuan awal bagi perusahaan yang membutuhkan layanan sertifikat elektronik dan tanda tangan elektronik tersertifikasi.
Berikut lima contoh penyedia dengan fokus layanan dan sasaran pengguna yang berbeda. Daftar ini bukan peringkat kualitas atau daftar lengkap seluruh PSrE di Indonesia. Periksa status terkini dan cakupan layanan setiap penyedia sebelum menentukan pilihan.
1. BSrE BSSN, Penyedia Sertifikasi Elektronik untuk Pemerintahan
Balai Besar Sertifikasi Elektronik (BSrE) berada di lingkungan Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN). Layanannya mendukung kebutuhan sertifikasi elektronik di lingkungan pemerintahan.
Melalui situs resminya, BSrE mencantumkan layanan tanda tangan elektronik, segel elektronik, verifikasi dokumen PDF, serta integrasi modul sertifikat elektronik ke sistem pengguna. Instansi yang ingin menggunakan layanan ini perlu memeriksa persyaratan permohonan dan ketentuan akses sesuai kebutuhan administrasinya.
2. Peruri CA, Penyedia Sertifikat Elektronik dari Peruri
Peruri Certificate Authority (CA) menyediakan layanan sertifikat elektronik untuk mendukung identitas dan transaksi digital. Sertifikat elektronik berperan dalam proses autentikasi dan pemeriksaan keabsahan identitas digital sesuai mekanisme yang digunakan.
Untuk mengevaluasi layanannya, perusahaan perlu meninjau jenis sertifikat yang tersedia, persyaratan registrasi, masa berlaku, serta prosedur pembaruan dan pencabutan sertifikat. Informasi tersebut membantu tim Legal dan Procurement menilai kesesuaiannya dengan kebutuhan dokumen bisnis.
3. Tilaka, Penyedia Sertifikasi Elektronik untuk Integrasi Bisnis
Tilaka menyediakan layanan sertifikasi elektronik dan solusi identitas digital untuk kebutuhan bisnis. Portofolionya mencakup tanda tangan digital, e-consent, verifikasi identitas, OCR, dan e-Meterai.
Tilaka juga menyediakan pilihan integrasi melalui portal, API, dan on-premise. Perusahaan yang ingin menghubungkan proses tanda tangan elektronik dengan aplikasi internal dapat meninjau dokumentasi API, mekanisme autentikasi, kebutuhan infrastruktur, SLA, dan dukungan teknis sebelum menentukan model implementasi.
Mekari Sign bermitra dengan PT Tilaka Nusa Teknologi sebagai Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) untuk menyediakan layanan Tanda Tangan Elektronik Tersertifikasi. Melalui kemitraan ini, Mekari Sign membantu bisnis menandatangani dokumen secara digital dengan dukungan sertifikat elektronik, verifikasi identitas, dan audit trail.
4. IDTrust, Penyedia Sertifikasi Elektronik dengan Dukungan API
IDTrust merupakan layanan dari PT Grahadi Digital Technology. Portofolionya mencakup idSign untuk tanda tangan elektronik, idSeal untuk segel elektronik, e-Meterai, verifikasi dokumen PDF, serta pilihan integrasi API dan on-premise.
Dukungan tersebut dapat menjadi pertimbangan bagi perusahaan yang membutuhkan layanan sertifikasi elektronik sekaligus integrasi dengan sistem internal. Tim IT dan Legal perlu menilai dokumentasi teknis, proses verifikasi identitas, metode validasi dokumen, serta kebutuhan infrastruktur agar implementasinya sesuai dengan proses bisnis.
5. Xignature, Penyedia Tanda Tangan Elektronik dan Sertifikat Digital
Xignature merupakan layanan dari PT Digital Tandatangan Asli (DTA). Layanannya mencakup sertifikat elektronik, tanda tangan elektronik, e-Meterai, dan e-paraf untuk kebutuhan personal maupun bisnis.
Untuk mengevaluasi layanan Xignature, perusahaan dapat meninjau proses registrasi, verifikasi identitas, jenis sertifikat, serta mekanisme validasi dokumen. Dokumen Certification Practice Statement (CPS) Xignature juga dapat menjadi referensi untuk memahami kebijakan dan prosedur penerbitan serta pengelolaan sertifikat elektronik.
Sebelum memilih layanan, pastikan status pengakuan penyedia dan nama badan hukumnya sesuai dengan informasi pada direktori resmi PSrE Komdigi.
Apa Hubungan PSrE dengan Tanda Tangan Elektronik?
PSrE berperan dalam menyediakan Sertifikat Elektronik yang digunakan untuk mendukung Tanda Tangan Elektronik Tersertifikasi. Sertifikat Elektronik tersebut menghubungkan identitas pemilik sertifikat dengan data yang digunakan dalam proses penandatanganan elektronik.
Secara sederhana, prosesnya dapat dipahami sebagai verifikasi identitas -> penerbitan Sertifikat Elektronik -> Tanda Tangan Elektronik Tersertifikasi. Karena itu, keberadaan PSrE menjadi bagian penting dalam proses penggunaan Tanda Tangan Elektronik Tersertifikasi.
Di Mekari Sign, layanan Tanda Tangan Elektronik Tersertifikasi disediakan melalui kerja sama dengan PT Tilaka Nusa Teknologi sebagai PSrE. Proses ini terhubung dengan verifikasi identitas dan penerbitan sertifikat digital untuk mendukung kebutuhan penandatanganan dokumen secara elektronik.
Kelola Dokumen Bisnis dengan Mekari Sign
Pengelolaan dokumen bisnis membutuhkan proses penandatanganan yang sah, verifikasi identitas, dan kontrol atas dokumen. Mekari Sign menyatukan tanda tangan digital, e-Meterai, manajemen kontrak, verifikasi identitas, dan integrasi dalam satu platform.
Mekari Sign bermitra dengan PT Tilaka Nusa Teknologi sebagai Penyelenggara Sertifikasi Elektronik (PSrE) untuk menyediakan layanan Tanda Tangan Elektronik Tersertifikasi. Melalui platform ini, tim Legal, HR, Finance, dan Procurement dapat mengirim, menandatangani, serta mengelola dokumen secara digital dengan dukungan verifikasi identitas dan audit trail.
Gunakan Mekari Sign untuk menyederhanakan alur dokumen bisnis, mengurangi pekerjaan administratif, dan menjaga proses penandatanganan tetap terpantau dalam satu platform.
Tinggalkan Cara Lama, Beralih ke Tanda Tangan Digital Aman

Referensi
- Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)
- Kementerian Komunikasi dan Digital (Komdigi), Direktorat Tata Kelola Aplikasi Informatika
- Peraturan Menteri Komunikasi dan Informatika Nomor 11 Tahun 2022
- Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019
